Pengamat: Peran SBY Kian Sentral di Kubu Prabowo

Kompas.com - 01/08/2018, 14:44 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menerima kunjungan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi politik yang dibangun kedua partai untuk Pilpres 2019. HANDOUT/ABROR RIZKYKetua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menerima kunjungan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi politik yang dibangun kedua partai untuk Pilpres 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada Nyarwi Ahmad menilai, peran Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) semakin sentral dalam mengonsolidasi koalisi kubu penantang calon petahana Pemilihan Presiden 2019.

Dukungan eksplisit yang disampaikan SBY kepada Prabowo Subianto sebagai calon presiden memberikan warna baru bagi kubu Prabowo.

"Dukungan ini juga ikut mengerem fluktuasi politik internal di kalangan elite PAN dan PKS yang pernah cukup lama menjadi mitra SBY ketika berkuasa," kata Nyarwi ketika dihubungi dari Jakarta, Rabu (1/8/2018), seperti dikutip Antara.

Baca juga: Demokrat: Koalisi Mentok, PAN dan PKS Belum Legawa soal Cawapres Prabowo

Menurut doktor bidang komunikasi politik dan marketing politik lulusan Universitas Bournemouth, Inggris, itu dua pertemuan terakhir yang dilakukan baik oleh Prabowo maupun SBY dengan pimpinan PKS kian mempersolid barisan koalisi ini.

Kehadiran SBY sebagai 'king maker" yang pernah memenangkan dua kali Pilpres dan berkuasa di pemerintahan selama dua periode akan sangat menguntungkan bagi Prabowo.

"Di situ SBY tidak saja bisa memainkan peran sebagai 'king maker', bahkan ia bisa menjadi mentor tim pemenangan kubu Prabowo," kata director for Presidential Studies-DECODE UGM itu.

Baca juga: Tanpa PKS dan PAN, Demokrat Cukup Koalisi dengan Gerindra Hadapi Pilpres 2019

Meski belum memutuskan nama cawapres yang akan menjadi pendamping Prabowo, kata Nyarwi, perkembangan di blok koalisi ini potensial untuk mengalahkan kubu Jokowi.

"Apalagi jika cawapres yang diusung nanti memiliki pasar potensial yang solid, yang selama ini tidak tersentuh, kurang puas, atau bahkan tidak puas dengan kebijakan-kebijakan politik yang dilakukan oleh Jokowi selama empat tahun terakhir," katanya.

SBY memutar haluan setelah mengalami hambatan dalam penjajakan koalisi dengan kubu Jokowi.

Hasil komunikasi SBY-Prabowo, keduanya merasa ada peluang untuk berkoalisi menghadapi petahana.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X