"SBY Pernah Bilang, AHY Kan Bukan Boneka meski Dia Anak Saya..."

Kompas.com - 01/08/2018, 09:05 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengukuhkan putranya Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk Pemilukada 2018 dan Pilpres 2019. Sabtu (17/2/2018). Kompas.com/Robertus BelarminusKetua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengukuhkan putranya Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk Pemilukada 2018 dan Pilpres 2019. Sabtu (17/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com  — Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) tidak pernah memaksakan kehendak agar putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY), menjadi calon presiden ( capres) dan wakil presiden ( cawapres).

Apalagi, memaksa berpasangan dengan si A atau si B dan menyodorkannya kepada capres-capres yang ada sebagaimana info-info yang berdar yang masuk kategori hoaks.

"Saya salah satu orang yang sering berdiskusi dengan Pak SBY terkait arah politik dan kebijakan politik Demokrat. Tidak pernah satu kali pun SBY menyatakan atau berkata agar AHY menjadi cawapres dan bahkan disosorkan ke capres-capres yang ada," tutur Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, Selasa (31/7/2018), seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Baca juga: Terserah AHY Mau Capres atau Cawapres, Kami Dukung


Ferdinand justru berkali-kali mendengar SBY berkata kepada para kader untuk tidak memaksakan kehendak kepada AHY untuk menjadi ini ataupun itu.

"Justru berkali-kali mendengar SBY berkata kepada kami, 'Kita jangan memaksa AHY menjadi ini itu, atau memaksa berpasangan dengan si A atau si B. Tanya AHY dulu, dia bersedia tidak? AHY kan bukan boneka meski dia anak saya,” demikian ia mengulangi ucapan SBY.

"Itulah SBY, dengan anak saja menerapkan demokrasi," tambahnya.

Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/7/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Baca juga: Soal Cawapres, AHY Lihat Realitas Politik

Ferdinand menegaskan, apa yang ia sampaikan terkait kalimat SBY bukanlah sebuah rekayasa.

Tapi itu sebuah fakta yang bisa dikonfrontasi  kepada siapa pun yang terlibat dalam ruang diskusi yang tak pernah kami buka ke publik.

"Saya memberanikan diri membuka ini tanpa izin Pak SBY karena saya melihat ketidak-bermoralan beberapa politisi yang bicara AHY digendong bapaknya sebagai politisi," ucapnya.

"Sungguh tuduhan itu tidak benar, fitnah, dan kebohongan," timpalnya lebih lanjut.

Baca juga: Andi Mallarangeng: AHY Mirip Soekarno-Hatta

Dia menegaskan, AHY-lah yang memutuskan ke mana dia melangkah dan akan menjadi apa dalam politik ini.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X