Sekjen PPP Klaim Koalisi Jokowi Lebih Solid Ketimbang Kubu Prabowo

Kompas.com - 31/07/2018, 14:56 WIB
Anggota Pansus RUU Antiterorisme dari Fraksi PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/5/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOAnggota Pansus RUU Antiterorisme dari Fraksi PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/5/2018).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekjen PPP Arsul Sani mengklaim koalisi pengusung Presiden petahana Joko Widodo lebih solid ketimbang kubu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam menyongsong Pilpres 2019.

Arsul berpendapat format koalisi antara Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), serta Partai Demokrat masih belum jelas.

Selain itu, Arsul mengatakan, koalisi pengusung Jokowi sudah mengikhlaskan penentuan sosok cawapres kepada mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Baca juga: Sekjen Nasdem: Koalisi Sebelah Belum Jelas Capres-Cawapresnya

Sedangkan ia melihat kubu Prabowo belum menyerahkan sepenuhnya kepada mantan Pangkostrad itu untuk menentukan sosok cawapres.

"Kalau kami bersyukur kami merasa bahwa terkait koalisi kami lebih settle, misalnya sudah kami katakan kami tidak rebutan cawapres pada akhirnya," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/7/2018).

"Saya tidak tahu persis apakah semuanya yang ada di dalam koalisinya Pak Prabowo sudah sepakat cawapresnya diserahkan saja ke Pak Prabowo. Kan yang kami pahami belum seperti itu," lanjut dia.

Saat ditanya sikap Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang masih menunjukkan upaya untuk menjadi cawapres Jokowi, Arsul membantah hal itu sebagai bentuk ketidakompakan.

Ia menilai langkah Muhaimin itu juga diiringi pernyataan yang bersangkutan akan tetap bersama Jokowi jika tak dipilih sebagai cawapres.

Anggota Komisi III DPR itu menambahkan, hingga kini belum ada pernyataan saling menjatuhkan di antara masing-masing ketua umum partai pengusung Jokowi agar kader partainya dipilih sebagai cawapres.

Baca juga: PKS Berharap Ada Kejelasan Koalisi dengan Gerindra, Demokrat, PAN

"Kan begini. Kalau berebut, biasanya gerakannya itu cenderung menegasikan yang ingin juga posisi itu. Itu kalau berebut. Tapi kalau ingin dia yang dipilih, ya gerakannya biasa saja. Artinya sama-sama kami berikhtiar tanpa kami saling menegasikan. Itu berbeda," kata Arsul lagi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut Sebut Ahok Akan Jadi Pejabat BUMN Bidang Energi

Luhut Sebut Ahok Akan Jadi Pejabat BUMN Bidang Energi

Nasional
Anggota Komisi II DPR Sebut Revisi UU Pilkada Bisa Dilakukan Setelah 2020

Anggota Komisi II DPR Sebut Revisi UU Pilkada Bisa Dilakukan Setelah 2020

Nasional
Pegawai Kemenag Sebut Sepupu Romahurmuziy Terima Rp 21 Juta

Pegawai Kemenag Sebut Sepupu Romahurmuziy Terima Rp 21 Juta

Nasional
Empat Fakta Terkait Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan

Empat Fakta Terkait Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan

Nasional
Jaksa Agung Akui Masih Ada Oknum Jaksa yang Menyimpang

Jaksa Agung Akui Masih Ada Oknum Jaksa yang Menyimpang

Nasional
Soal Larangan Eks Koruptor Ikut Pilkada, KPU Diingatkan Jangan Langgar UU

Soal Larangan Eks Koruptor Ikut Pilkada, KPU Diingatkan Jangan Langgar UU

Nasional
Saat Jadi Menag, Lukman Hakim Disebut Minta Haris Diloloskan Seleksi Calon Kakanwil

Saat Jadi Menag, Lukman Hakim Disebut Minta Haris Diloloskan Seleksi Calon Kakanwil

Nasional
Mahfud MD Sebut Satu Pelaku Peledakan Bom di Polrestabes Medan Masih dalam Pengejaran

Mahfud MD Sebut Satu Pelaku Peledakan Bom di Polrestabes Medan Masih dalam Pengejaran

Nasional
Ingin Larang Koruptor Ikut Pilkada, KPU Dikhawatirkan Cari Popularitas

Ingin Larang Koruptor Ikut Pilkada, KPU Dikhawatirkan Cari Popularitas

Nasional
Luhut: Investasi 123 Miliar Dollar AS Terhambat karena Tumpang Tindih Regulasi

Luhut: Investasi 123 Miliar Dollar AS Terhambat karena Tumpang Tindih Regulasi

Nasional
Bom Bunuh Diri di Medan, Ketua DPR Minta Program Deradikalisasi Dievaluasi

Bom Bunuh Diri di Medan, Ketua DPR Minta Program Deradikalisasi Dievaluasi

Nasional
Pasca-ledakan Bom di Medan, Pengamanan Kantor Kepolisian Diperketat

Pasca-ledakan Bom di Medan, Pengamanan Kantor Kepolisian Diperketat

Nasional
Orang Kepercayaan Mantan Anggota DPR Bowo Sidik Divonis 2 Tahun Penjara

Orang Kepercayaan Mantan Anggota DPR Bowo Sidik Divonis 2 Tahun Penjara

Nasional
Menko PMK Rancang Program Sertifikasi Perkawinan sebagai Syarat Menikah

Menko PMK Rancang Program Sertifikasi Perkawinan sebagai Syarat Menikah

Nasional
Menko PMK: Diet Berlebihan Ganggu Kesuburan Perempuan dan Picu 'Stunting'

Menko PMK: Diet Berlebihan Ganggu Kesuburan Perempuan dan Picu "Stunting"

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X