Krisdayanti: Saya dan Suami "Ngefans" Sama PDI-P dari Dulu

Kompas.com - 31/07/2018, 13:22 WIB
Diva pop Krisdayanti saat ditemui di DPP PDI Perjuangan di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/7/2018). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Diva pop Krisdayanti saat ditemui di DPP PDI Perjuangan di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/7/2018).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Diva Krisdayanti mengungkapkan alasannya maju sebagai calon legislatif DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Ia mengaku, memilih partai berlambang banteng karena latar belakang keluarganya yang nasionalis.

“Dalam diri saya dan dorongan dari suami yang walaupun dia orang asing, tapi kami berdua itu ngefans sama PDI Perjuangan dari dulu,” kata Krisdayanti dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/7/2018).

Jika lolos ke Senayan nanti, Krisdayanti tertarik untuk duduk di Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, olahraga.

Selain itu, Krisdayanti juga tertarik masuk ke Komisi VIII yang membidangi agama, sosial, serta pemberdayaanan dan perlindungan anak.

“Tapi di mana pun tugas kita dari negara, harus siap,” kata Bacaleg DPR untuk Dapil Jatim V (Malang Raya) ini.

KD, biasa dia disapa, mengaku tidak akan meninggalkan karier di dunia tarik suara apabila nantinya terpilih sebagai anggota DPR.

Ia juga mengaku tidak takut kehilangan status diva jika nantinya telah bergelut di dunia politik.

Baginya, label diva memang sulit hilang karena sudah menempel sejak lama.

“Dimana pun saya nyanyi, kemana pun, saya mungkin bisa dipanggil Ibu legislatif atau Ibu diva. Bisa saja nanti berimej seperti itu,” ujarnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Permenkes 10/2021, YLBHI Nilai Pelibatan Pihak Ketiga Rawan Muncul Korupsi

Soal Permenkes 10/2021, YLBHI Nilai Pelibatan Pihak Ketiga Rawan Muncul Korupsi

Nasional
UPDATE 27 Februari: 55.495 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 27 Februari: 55.495 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE 27 Februari: Ada 78.746 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 27 Februari: Ada 78.746 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 27 Februari: Tambah 7.382, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 1.136.054

UPDATE 27 Februari: Tambah 7.382, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 1.136.054

Nasional
UPDATE 27 Februari: 1.616.165 Tenaga Kesehatan Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

UPDATE 27 Februari: 1.616.165 Tenaga Kesehatan Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 27 Februari: 35.981 Orang Meninggal akibat Covid-19 di Indonesia

UPDATE 27 Februari: 35.981 Orang Meninggal akibat Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 27 Februari: Ada 157.039 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 27 Februari: Ada 157.039 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 27 Februari: 1.329.074 Kasus Covid-19 di Indonesia, Tambah 6.208

UPDATE 27 Februari: 1.329.074 Kasus Covid-19 di Indonesia, Tambah 6.208

Nasional
Kemenkes Imbau Perusahaan Perhatikan Kesehatan Karyawan Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19

Kemenkes Imbau Perusahaan Perhatikan Kesehatan Karyawan Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19

Nasional
Kemenkes Beri 6 Tips Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19

Kemenkes Beri 6 Tips Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19

Nasional
Ketua PDI-P Sulsel: Nurdin Abdullah Tak Tahu-menahu atas OTT yang Menimpanya

Ketua PDI-P Sulsel: Nurdin Abdullah Tak Tahu-menahu atas OTT yang Menimpanya

Nasional
Gubernur Sulsel Ditangkap KPK, Busyro Muqoddas: Bukti Radikalisme Korupsi

Gubernur Sulsel Ditangkap KPK, Busyro Muqoddas: Bukti Radikalisme Korupsi

Nasional
Bantah Info Puluhan Wartawan Terkapar, Kemenkes: 5 Orang Diobservasi karena Keluhan Pasca-vaksinasi Covid-19

Bantah Info Puluhan Wartawan Terkapar, Kemenkes: 5 Orang Diobservasi karena Keluhan Pasca-vaksinasi Covid-19

Nasional
Sebelum Dipecat Demokrat, Jhoni Allen Disebut Bertemu SBY

Sebelum Dipecat Demokrat, Jhoni Allen Disebut Bertemu SBY

Nasional
Selain Nurdin Abdullah, KPK Tangkap Pejabat Pemprov Sulsel dan Pihak Swasta dalam OTT

Selain Nurdin Abdullah, KPK Tangkap Pejabat Pemprov Sulsel dan Pihak Swasta dalam OTT

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X