Kompas.com - 31/07/2018, 13:02 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan kata sambutan saat meresmikan gedung Pondok Pesantren Modern Terpadu (PMT), Buya Hamka, Padang, Sumatera Barat, Senin (21/5/2018). Joko Widodo mengatakan dengan diresmikannya Pondok Pesantren Modern Terpadu ini bukti nyata bahwa cita-cita Buya Hamka telah berhasil menebus waktu dan generasi saat ini. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ARIF PRIBADIPresiden Joko Widodo memberikan kata sambutan saat meresmikan gedung Pondok Pesantren Modern Terpadu (PMT), Buya Hamka, Padang, Sumatera Barat, Senin (21/5/2018). Joko Widodo mengatakan dengan diresmikannya Pondok Pesantren Modern Terpadu ini bukti nyata bahwa cita-cita Buya Hamka telah berhasil menebus waktu dan generasi saat ini.

BOGOR, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta menteri terkait untuk berupaya meningkatkan nilai ekspor sekaligus mengatasi hambatan-hambatannya.

Hal tersebut diungkapkan dalam rapat terbatas di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/7/2018).

"Terkait peningkatan ekspor, kita harus memiliki strategi detail tentang produk-produk ekspor apa saja yang perlu diperkuat, perlu ditingkatkan," ujar Jokowi.

Presiden juga meminta menteri terkait utuk melihat secara jeli apa sumbatan yang dialami eksportir.

Terutama eksportir yang menyasar negara dengan pasar yang besar.

Pasalnya, Jokowi mendapatkan informasi dari sejumlah eksportir mengenai kendala dalam tahapan ekspor.

Jokowi meminta menteri terkait benar-benar memeriksa dengan jeli hambatan-hambatan ekspor itu dan menyelesaikannya tanpa melanggar peraturan yang sudah ada.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kemarin kan kita telah bertemu dengan eksportir yang kecil, sedang dan besar. Memang ada beberapa hal yang detail yang disampaikan," ujar Jokowi.

"Kalau memang ada hambatan di perdagangan, saya minta segera diselesaikan (menteri terkait)," lanjut dia.

Jokowi menegaskan bahwa Indonesia saat ini sedang memperkuat cadangan devisa demi mengokohkan perekonomian negara di mata dunia yang kondisi ekonominya fluktuatif.

Oleh sebab itu, ia meminta para menteri terkait benar-benar bekerja sesuai arah kebijakan yang sudah ditentukan.

"Perlu saya tekankan lagi bahwa situasi negara saat ini butuh dollar. Oleh sebab itu, saya minta seluruh kementerian dan lembaga betul-betul serius, tidak ada yang main-main menghadapi ini. Semua harus serius menghadapi ini," ujar Jokowi.

"Saya enggak mau lagi bolak-balik rapat, tapi implementasinya enggak berjalan baik," lanjut dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingat! Libur Maulid Digeser Jadi Rabu 20 Oktober, ASN Dilarang Cuti 18-22 Oktober

Ingat! Libur Maulid Digeser Jadi Rabu 20 Oktober, ASN Dilarang Cuti 18-22 Oktober

Nasional
Operasi Penerjunan Pertama Usai RI Merdeka, Tonggak Terbentuknya Paskhas TNI AU

Operasi Penerjunan Pertama Usai RI Merdeka, Tonggak Terbentuknya Paskhas TNI AU

Nasional
Kritikan Polri Diharap seperti Satpam BCA Berbalas Teror, Polisi Diminta Tak Anti-kritik

Kritikan Polri Diharap seperti Satpam BCA Berbalas Teror, Polisi Diminta Tak Anti-kritik

Nasional
Aliansi Dosen Ultimatum UNJ Tolak Gelar Kehormatan Ma’ruf Amin dan Erick Thohir

Aliansi Dosen Ultimatum UNJ Tolak Gelar Kehormatan Ma’ruf Amin dan Erick Thohir

Nasional
Independensi MA Dikhawatirkan Terganggu jika Gugatan Kewenangan KY ke MK Dikabulkan

Independensi MA Dikhawatirkan Terganggu jika Gugatan Kewenangan KY ke MK Dikabulkan

Nasional
Sebaran 747 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

Sebaran 747 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

Nasional
Gus Muhaimin: Indikator Sukses Pembangunan Bukan Cuma Ekonomi, tapi Juga Kebahagiaan Masyarakat

Gus Muhaimin: Indikator Sukses Pembangunan Bukan Cuma Ekonomi, tapi Juga Kebahagiaan Masyarakat

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Ada 492.928 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 17 Oktober: Ada 492.928 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

Nasional
Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

Nasional
Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

Nasional
Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.