Jokowi Kembali Beri Instruksi soal Biodiesel demi Perkuat Cadangan Devisa

Kompas.com - 31/07/2018, 12:57 WIB
Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (25/1/2017).Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (25/1/2017).

BOGOR, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajaran pemerintah agar peningkatan produksi biodiesel segera diwujudkan.

"Dalam ratas sebelumnya, saya minta mandatory (kewajiban) pemakaian biodiesel untuk segera dijalankan," ujar Jokowi dalam rapat terbatas membahas cadangan devisa negara di Istana Presiden Bogor, Selasa (31/7/2018).

Diketahui, instruksi Jokowi ini merupakan kali kedua sejak diungkapkan juga dalam sebuah rapat terbatas pada Juni 2018 lalu.

Kini, Presiden Jokowi pun hendak meminta laporan sampai di mana menteri terkait melaksanakan instruksinya tersebut.


"Sekarang, saya akan minta setiap waktu update-nya," ujar Jokowi.

Baca juga: Kurangi Impor Minyak, Pemerintah Percepat Penggunaan Biodiesel

Penggunaan biodiesel diyakini mampu mengurangi ketergantungan pada minyak dunia yang harganya tidak menentu.

Menurut Jokowi, apabila penggunaan biodiesel dalam negeri meningkat, tentu anggaran untuk membeli minyak akan semakin terpangkas. Anggaran negara pun semakin hemat.

"Data yang saya terima, (penggunaan biodiesel) berpotensi untuk menghemat devisa dari impor yang sangat besar sekali, yakni 21 juta dolar AS setiap harinya," ujar Jokowi.

Jokowi mengakui, penggunaan biodiesel ini merupakan salah satu strategi untuk memperkuat cadangan devisa Indonesia.

"Ini penting agar daya tahan ekonomi kita semakin kuat, semakin meningkat, terutama dalam hadapi ketidakpastian ekonomi global," ujar Jokowi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X