Politisi Demokrat Pakai Kaus #2019GantiPresiden #AHY_aja, Satu-satunya di Indonesia - Kompas.com

Politisi Demokrat Pakai Kaus #2019GantiPresiden #AHY_aja, Satu-satunya di Indonesia

Kompas.com - 24/07/2018, 17:46 WIB
Ketua DPP bidang Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com Ketua DPP bidang Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Bidang Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean tampak mengenakan kaus berwarna hitam dengan logo tagar #2019GantiPresiden.

Tepat di bawah logo itu terdapat tulisan #AHY_aja berwarna hitam dalam ukuran kecil.

Kaus itu dibalut dengan jaket yang ia kenakan saat menghadiri sebuah diskusi di sebuah kafe di kawasan Proklamasi, Jakarta, Selasa (24/7/2018).

Baca juga: PKS Gembira, Kerja Minim tapi Tagar #2019GantiPresiden Tetap Populer


Menurut Ferdinand, kaus ini hanya mengungkapkan keinginan pribadinya untuk mendukung gerakan ganti presiden. Ia mengaku kaus ini dibuat atas inisiatif pribadi.

"Karena saya memang mau ganti presiden kok. Saya bikin sendiri," katanya.

Ia menegaskan, kaus ini tak dibuat banyak, melainkan hanya untuk dirinya sendiri.

"Enggak, cuma satu ini di seluruh Indonesia," kata dia.

Baca juga: Survei LSI: Kampanye #2019GantiPresiden Semakin Populer dan Disukai

Namun, Ferdinand tak menjawab secara tegas apakah tagar #Ahy_aja diharapkan menjadi calon presiden atau tidak.

"Ya pokoknya AHY lah kita dukung," katanya.

Di sisi lain, Ferdinand berharap rencana pertemuan antara Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto malam ini bisa menghasilkan keputusan terbaik.

"Mohon doanya saja supaya semua yang terbaik untuk rakyat kita berikan," kata dia.


Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X