KPK Perpanjang Masa Penahanan Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah

Kompas.com - 20/07/2018, 16:11 WIB
Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf Saat tiba di Gedung KPK hari Rabu (18/7/2018). Reza JurnalistonGubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf Saat tiba di Gedung KPK hari Rabu (18/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) memperpanjang masa penahanan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi.

Selain itu, KPK juga memperpanjang masa penahanan terhadap staf khusus Gubernur Aceh Hendri Yuzal dan swasta Teuku Syaiful Bahri.

Keempatnya merupakan tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap terkait pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOCA) Tahun Anggaran 2018 pada Pemerintah Provinsi Aceh.

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari dimulai 24 Juli 2018 sampai 1 September 2018 untuk tersangka IY (Irwandi) dan HY, (Hendri)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/7/2018).

Baca juga: Gubernur Aceh: Orang Lain Makan Nangka, Saya Kena Getah

KPK juga memperpanjang masa penahanan selama 40 hari terhadap Ahmadi dan Saiful Bahri terhitung pada tanggal 25 Juli 2018 hingga 2 September 2018.

Dalam perkara ini, KPK menduga pemberian oleh Ahmadi sebesar Rp 500 juta adalah bagian dari Rp 1,5 miliar yang diminta Irwandi terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun 2018.

"Diduga pemberian tersebut merupakan bagian dari commitment fee 8 persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintah Aceh dan setiap proyek yang dibiayai dari dana otonomi khusus Aceh," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers, 4 Juli 2018.

Menurut Basaria, pemberian kepada Irwandi dilakukan melalui orang-orang terdekatnya serta orang-orang terdekat Ahmadi sebagai perantara.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X