Sukarela, Atong Serahkan 2 Ikan Aligator Kesayangannya ke Petugas Karantina

Kompas.com - 19/07/2018, 13:47 WIB
Atong salah seorang pemilik 2 ekor ikan Aligator di Batam secara sukarela menyerahkan ikan predator miliknya kepada UPT Karantina Ikan Batam, Kamis (19/7/2018). KOMPAS.COM/HADI MAULANAAtong salah seorang pemilik 2 ekor ikan Aligator di Batam secara sukarela menyerahkan ikan predator miliknya kepada UPT Karantina Ikan Batam, Kamis (19/7/2018).

BATAM, KOMPAS.com - Atong, pemilik dua ekor ikan aligator yang ada dipenangkaran di kawasan Pasar Mitra Raya, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), secara sukarela menyerahkan ikan tersebut ke UPT Stasiun Karantina Ikan Batam, Kamis (19/8/2018).

Penyerahan ini dilakukan setelah adanya sosialisasi atas bahaya terhadap perkembangbiakan ikan predator tersebut.

Atong mengaku dirinya tidak membudiyakan ataupun mengembangbiakan ikan predator tersebut. Dia mengaku ikan itu dibelinya dari seseorang yang ada di Batam.

"Ikan ini kami beli dari ukuran kecil sebanyak dua ekor, dan akhirnya sekrang berukuran 1,3 meter. Dan karena keberadaan ikan ini dilarang di Indonesia, makanya saya putuskan untuk mengembalikannya ke UPT Stasiun Karantina Ikan Batam untuk dimusnahkan," ujarnya.

Baca juga: Karantina Batam Kembali Temukan Ikan Aligator di Lokasi Penangkaran

Agung Sila, Kepala UPT Stasiun Karantina Ikan Batam mengatakan, sampai saat ini pihaknya terus melakukan sosialisasi dan berharap siapapun yang memiliki ikan berbahaya ini agar bisa menyerahkannya ke UPT Stasiun Karantina Ikan Batam.

Sebab selain ikan tersebut sangat berbahaya, keberadaan ikan ini juga dilarang untuk dirawat, dipasarkan, hingga dilepasliarkan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. 

Yakni UU 31 tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan UU 45 tahun 2009 tentang perikanan dan Permen Kelautan dan Perikanan No. 41 tahun 2014. 

"Alhamdulillah, saudara Atong memahami atas bahaya dan dampaknya apabila membudiyakan atau memelihara ikan aligator ini," kata Agung Sila, Kamis (19/7/2018).

Baca juga: Ikan Aligator Ditemukan Dijual Bebas di Palembang

 

Saat ini pemerintah membuka posko pengaduan terhadap keberadaan ikan berbahaya ini di kantor UPT Stasiun Karantina Ikan Batam yang berada di Batam Centre.

"Jika ada warga yang melihat dan mengetahui keberadaan ikan Arapaima, ikan Aligator, ikan Piranha dan ikan Sapu-sapu yang jenis buas bisa segera melaporkan infirmasi ini ke posko pengaduan kami," pungkas Agung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes: Vaksin Covid-19 Jadi Rebutan Seluruh Negara, Makin Lama Kian Keras

Menkes: Vaksin Covid-19 Jadi Rebutan Seluruh Negara, Makin Lama Kian Keras

Nasional
Mengaku Nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Mengaku Nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Nasional
Menkes: Vaksinasi Covid-19 Turun Selama Ramadhan, Jadi 200.000-300.000 Suntikan

Menkes: Vaksinasi Covid-19 Turun Selama Ramadhan, Jadi 200.000-300.000 Suntikan

Nasional
Pusat Zeni TNI AD Bantu Perbaikan Jembatan Rusak di Bima

Pusat Zeni TNI AD Bantu Perbaikan Jembatan Rusak di Bima

Nasional
Menkes Minta Lansia Jadi Piroritas Vaksinasi Covid-19 Sebulan ke Depan

Menkes Minta Lansia Jadi Piroritas Vaksinasi Covid-19 Sebulan ke Depan

Nasional
Terjadi Pandemi Covid-19 Gelombang Ketiga di Eropa hingga Asia, Menkes Minta Masyarakat Waspada

Terjadi Pandemi Covid-19 Gelombang Ketiga di Eropa hingga Asia, Menkes Minta Masyarakat Waspada

Nasional
Pemerintah Terima 6 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Covid-19 dari Sinovac

Pemerintah Terima 6 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Covid-19 dari Sinovac

Nasional
KPK: Masih Ada 4 DPO yang Jadi Kewajiban untuk Dituntaskan

KPK: Masih Ada 4 DPO yang Jadi Kewajiban untuk Dituntaskan

Nasional
Bakamla Peringatkan Kapal Tanker Yunani yang Mondar-mandir di Perairan Maluku

Bakamla Peringatkan Kapal Tanker Yunani yang Mondar-mandir di Perairan Maluku

Nasional
Kemkominfo Targetkan Literasi Digital untuk 1,5 Juta Warga Jawa Timur hingga 2024

Kemkominfo Targetkan Literasi Digital untuk 1,5 Juta Warga Jawa Timur hingga 2024

Nasional
Uji Klinis Vaksin Nusantara Berlanjut, Guru Besar FKUI: Jelas Ada Pelanggaran

Uji Klinis Vaksin Nusantara Berlanjut, Guru Besar FKUI: Jelas Ada Pelanggaran

Nasional
Soal Vaksin Nusantara, PB IDI Harap BPOM Tidak Diintervensi oleh DPR

Soal Vaksin Nusantara, PB IDI Harap BPOM Tidak Diintervensi oleh DPR

Nasional
Jokowi Ingin Kota Semakin Infklusif, Terbuka bagi Seluruh Warga

Jokowi Ingin Kota Semakin Infklusif, Terbuka bagi Seluruh Warga

Nasional
Kemenkes Belum Dapat Laporan Uji Praklinis Vaksin Nusantara

Kemenkes Belum Dapat Laporan Uji Praklinis Vaksin Nusantara

Nasional
Jokowi: Indonesia Harus Punya Kekhasan Ketika Buat Perencanaan Wilayah

Jokowi: Indonesia Harus Punya Kekhasan Ketika Buat Perencanaan Wilayah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X