Demokrat: Komunikasi SBY-Jokowi soal Pilpres Belum Capai Kesepakatan

Kompas.com - 18/07/2018, 16:06 WIB
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan empat mata membahas proses transisi kepemimpinan, di Laguna Resort and Spa, Nusa Dua, Bali, Rabu (27/8) malam. (foto: abror/presidenri.go.id) Abror/presidenri.go.idPresiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan empat mata membahas proses transisi kepemimpinan, di Laguna Resort and Spa, Nusa Dua, Bali, Rabu (27/8) malam. (foto: abror/presidenri.go.id)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menuturkan, arah politik partainya saat ini cenderung menjalin komunikasi dengan Partai Gerindra terkait pembentukan koalisi pada Pilpres 2019.

Pasalnya, dalam pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, belum menghasilkan kesepakatan terkait situasi dalam koalisi.

Namun, kemungkinan berkoalisi dengan Gerindra baru dapat dipastikan setelah SBY bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Pak SBY sebagai ketua umum Partai Demokrat sudah melakukan komunikasi politik langsung dengan Pak Jokowi ya, tetapi tidak dengan PDI-P. Namun, belum menghasilkan kesepakatan sampai hari ini," ujar Ferdinand saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

"Tapi apakah itu akan menjadi terbentuk koalisi kan semua tergantung hasil pembicaraan antara Pak SBY dan Pak Prabowo," ucapnya.

Baca juga: SBY Jatuh Sakit, Pertemuan dengan Prabowo Diundur

Menurut Ferdinand, beberapa waktu belakangan ini Partai Demokrat memang intens dalam menjalin komunikasi politik dengan Partai Gerindra.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Demokrat juga berkomunikasi dengan calon mitra koalisi Gerindra, yakni Partai Keadilan sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Di sisi lain, kata Ferdinand, hubungan yang tidak terlalu baik antara SBY dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri juga menjadi faktor penghambat bagi Demokrat dalam berkoalisi.

Baca juga: Demokrat Optimistis AHY Bisa Jadi Cawapres bagi Prabowo

"Memang ini menjadi barrier yang cukup tinggi, bahkan cukup tebal yang harus ditembus dalam koalisi itu karena kan koalisi ini dipimpin oleh PDI-P. Sehingga kalau Pak SBY ada di sana sebagai anggota koalisi tentu hubungan beliau dengan Bu Mega menjadi pertimbangan," kata Ferdinand.

Dalam pertemuannya dengan Jokowi, SBY telah mengkomunikasikan terkait hubungannya dengan Megawati yang tidak baik.

Kendati demikian, belum ada solusi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Komunikasi sudah dilakukan dengan Pak Jokowi, tapi hasilnya belum ada. Maka kita memilih komunikasi dulu dengan Partai Gerindra. Arahnya begitu sekarang," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Masyarakat Diminta Tak Abaikan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Masyarakat Diminta Tak Abaikan Protokol Kesehatan

Nasional
Soal Isu Reshuffle Kabinet, Arsul Sani: Hanya Pak Jokowi dan Allah yang Tahu

Soal Isu Reshuffle Kabinet, Arsul Sani: Hanya Pak Jokowi dan Allah yang Tahu

Nasional
Muktamar Ke-34 NU Akan Digelar 23-25 Desember 2021 di Lampung

Muktamar Ke-34 NU Akan Digelar 23-25 Desember 2021 di Lampung

Nasional
Saksi Akui Angin Prayitno Titipkan 81 SHM Tanah agar Tidak Disita KPK

Saksi Akui Angin Prayitno Titipkan 81 SHM Tanah agar Tidak Disita KPK

Nasional
Cerita Warga ke Jokowi soal Detik-detik Erupsi Semeru...

Cerita Warga ke Jokowi soal Detik-detik Erupsi Semeru...

Nasional
Hujan dan Ledakan di Gunung Semeru, Pencarian Korban Sulit Dilakukan

Hujan dan Ledakan di Gunung Semeru, Pencarian Korban Sulit Dilakukan

Nasional
Diperiksa KPK dalam Kasus Bupati Musi Banyuasin, Istri Alex Noerdin Irit Bicara

Diperiksa KPK dalam Kasus Bupati Musi Banyuasin, Istri Alex Noerdin Irit Bicara

Nasional
Penularan Covid-19 Rendah, Kemenkes: Jangan Lengah, Varian Delta Mendominasi dan Punya 23 Mutasi

Penularan Covid-19 Rendah, Kemenkes: Jangan Lengah, Varian Delta Mendominasi dan Punya 23 Mutasi

Nasional
UPDATE Erupsi Semeru: 34 Orang Meninggal Dunia, 22 Orang Hilang

UPDATE Erupsi Semeru: 34 Orang Meninggal Dunia, 22 Orang Hilang

Nasional
DPR Tetapkan Prolegnas Prioritas 2022, Revisi UU Cipta Kerja Masuk Daftar Kumulatif Terbuka

DPR Tetapkan Prolegnas Prioritas 2022, Revisi UU Cipta Kerja Masuk Daftar Kumulatif Terbuka

Nasional
Anggota Baleg Sebut Tak Ada Pengurangan Pasal dalam Revisi UU Cipta Kerja

Anggota Baleg Sebut Tak Ada Pengurangan Pasal dalam Revisi UU Cipta Kerja

Nasional
UPDATE 7 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,03 Persen

UPDATE 7 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,03 Persen

Nasional
PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Bagaimana Nasib Cuti ASN?

PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Bagaimana Nasib Cuti ASN?

Nasional
UPDATE: Tambah 375.878 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 0,09 Persen

UPDATE: Tambah 375.878 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 0,09 Persen

Nasional
UPDATE 7 Desember: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Lansia Capai 55,45 Persen

UPDATE 7 Desember: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Lansia Capai 55,45 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.