Demokrat Ingin Koalisi dengan Capres yang Bisa Tingkatkan Perekonomian

Kompas.com - 17/07/2018, 17:07 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/12/2017). KOMPAS.com/Nabilla TashandraWakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/12/2017).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, partainya ingin berkoalisi dengan calon presiden yang mampu meningkatkan perekonomian nasional.

Ia lantas menyinggung pemerintahan Presiden Joko Widodo yang belum mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Menurut Syarief, capaian pemerintahan Jokowi di bidang pertumbuhan ekonomi stagnan di angka 5 persen.

"Kalau yang sekarang kan enggak pernah naik dari angka 5 persen. Kami inginkan pertumbuhan ekonomi betul-betul bagus supaya rakyat menikmati pembangunan. Itu yang esensial dari koalisi," kata Syarief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Ia mengatakan, semestinya pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6 persen sehingga dapat menyejahterakan masyarakat.

Baca juga: Sekjen Demokrat Sebut Bakal Ada Kejutan di Pertemuan Prabowo dan SBY

Saat ditanya apakah hal tersebut merupakan sinyal dari Partai Demokrat untuk bergabung dengan gerbong koalisi Prabowo, Syarief enggan menjawab.

"Itu kan kata Anda ya. Pokoknya kalau kata kami, Demokrat ingin berkoalisi dengan partai yang betul-betul mengutamakan kepentingan rakyat," ucap Syarief.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bagaimana caranya? Pertama ekonomi harus tumbuh, kedua daya beli rakyat harus naik. Nah kalau visi ini sama dipastikan kami berkoalisi disamping faktor-faktor lain," kata dia.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.