Menag: Bandara Kertajati Tahun Ini Belum Bisa Jadi Embarkasi Haji - Kompas.com

Menag: Bandara Kertajati Tahun Ini Belum Bisa Jadi Embarkasi Haji

Kompas.com - 14/07/2018, 08:26 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (22/5/2018).KOMPAS.com/ MOH NADLIR Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (22/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Bandara Kertajati di Jawa Barat belum bisa digunakan untuk keberangkatan haji tahun ini.

Hal tersebut disebabkan karena Bandara Kertajati belum memiliki atau berdekatan dengan asrama haji, yang merupakan syarat untuk melayani keberangkatan jemaah haji.

“Tidak, karena memerlukan asrama haji, maka tahun ini belum bisa digunakan sebagai embarkasi. Insya Allah tahun depan,” kata Lukman, saat ditemui di Hotel Sheraton, Jakarta, Jumat (13/7/2018) malam.

Ia mengatakan, Bandara Soekarno-Hatta bisa dijadikan sebagai keberangkatan jemaah haji ke tanah suci, karena dekat dengan asrama haji Bekasi.

Baca juga: Kala Presiden Bandingkan Bandara Baru Ahmad Yani dengan Bandara Kertajati....

“Asrama haji di Bekasi sudah ada puluhan tahun, sudah digunakan bagi jemaah haji Jawa barat, ini lebih dekat mengaksesnya Soetta (Bandara Soekarno-Hatta) dibanding Kertajati," ujar Lukman. 

“Asrama haji di Kertajati sedang kita matangkan juga, mudah-mudahan tahun depan bisa kita manfaatkan,” tambah dia.

Di sisi lain, Lukman memastikan keberangkatan haji kloter pertama akan berangkat pada Selasa (17/7/2018). “ Haji kloter pertama tanggal 17 (Selasa, 17/7/2018) dini hari akan serentak dari embarkasi Jakarta dari Bandara Soekarno-Hatta dari Solo dan beberapa embarkasi yang lain juga,” kata dia.

Lukman mengatakan, belum ada kendala dalam persiapan keberangkatan para jemaah haji kloter ini.

Baca juga: Citilink Indonesia Siap Tambah Rute Baru dari Bandara Kertajati

“Alhamdulillah proses bisa paspor dan lain sebagainya, sudah banyak yang terkumpul dan sudah sesuai dengan jadwal. Dan praktis relatif tidak ada yang persoalan prinsipil yang kita alami sekarang,” tutur Lukman.

“Mudah-mudahan terus berjalan seperti ini, sehingga proses lancar dan segala sesuatu bisa terlaksana sesuai rencana," kata Lukman.


Terkini Lainnya

Plt Ketum PSSI Jadi Tersangka Perusakan Barang Bukti Pengaturan Skor

Plt Ketum PSSI Jadi Tersangka Perusakan Barang Bukti Pengaturan Skor

Megapolitan
[POPULER NASIONAL] Jokowi Minta Cek Kebenaran Pernyataan Prabowo | Timses Jokowi Adukan Media

[POPULER NASIONAL] Jokowi Minta Cek Kebenaran Pernyataan Prabowo | Timses Jokowi Adukan Media

Nasional
Menumpuknya KTP Elektronik di Kantor-Kantor Kelurahan Jakut

Menumpuknya KTP Elektronik di Kantor-Kantor Kelurahan Jakut

Megapolitan
Usai Ramai Twit soal Presiden Baru, CEO Bukalapak Bertemu Jokowi Hari Ini

Usai Ramai Twit soal Presiden Baru, CEO Bukalapak Bertemu Jokowi Hari Ini

Nasional
Penembakan di Sebuah Pabrik di Illinois, Lima Orang Dilaporkan Tewas

Penembakan di Sebuah Pabrik di Illinois, Lima Orang Dilaporkan Tewas

Internasional
[POPULER NUSANTARA] Skripsi #2019GantiPresiden | Hari Pertama Kerja Gubernur Jatim Khofifah

[POPULER NUSANTARA] Skripsi #2019GantiPresiden | Hari Pertama Kerja Gubernur Jatim Khofifah

Regional
Saat Pengemudi Ojek Online Tak Terima Ditegur Petugas Sekuriti Mal

Saat Pengemudi Ojek Online Tak Terima Ditegur Petugas Sekuriti Mal

Megapolitan
[POPULER MEGAPOLITAN] Cekcok Warga karena Masakan Daging Babi | Petugas Temukan Arwana Emas | Kerumuman Ojek Online di Mal Kasablanka

[POPULER MEGAPOLITAN] Cekcok Warga karena Masakan Daging Babi | Petugas Temukan Arwana Emas | Kerumuman Ojek Online di Mal Kasablanka

Megapolitan
Senin Depan, Surat Suara di DKI Mulai Dilipat

Senin Depan, Surat Suara di DKI Mulai Dilipat

Megapolitan
Tawarkan PSK Melalui Akun WeChat, Pria di Batam Diamankan Polisi

Tawarkan PSK Melalui Akun WeChat, Pria di Batam Diamankan Polisi

Regional
Diinterogasi karena Berbahasa Spanyol, 2 Warga AS Gugat Pemerintah

Diinterogasi karena Berbahasa Spanyol, 2 Warga AS Gugat Pemerintah

Internasional
Warga Nigeria Ditemukan Tewas di Koja, Jakarta Utara

Warga Nigeria Ditemukan Tewas di Koja, Jakarta Utara

Megapolitan
Bentrok Dengan Polisi, 5 Warga Bima Dilarikan ke Rumah Sakit

Bentrok Dengan Polisi, 5 Warga Bima Dilarikan ke Rumah Sakit

Regional
Ikan Arwana Emas yang Ditemukan di Kali Utan Kayu Mati

Ikan Arwana Emas yang Ditemukan di Kali Utan Kayu Mati

Megapolitan
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

Megapolitan

Close Ads X