Wasekjen PDI-P: Cawapres Tak Bisa Diserahkan ke Figur Tak Pengalaman

Kompas.com - 13/07/2018, 18:50 WIB
Wasekjen PDI-P Ahmad BasarahKOMPAS.com/Achmad Faizal Wasekjen PDI-P Ahmad Basarah

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Sekretaris Jenderal PDI-P Ahmad Basarah menilai saat ini figur yang berasal dari partai politik (parpol) maupun non-parpol masih memiliki peluang yang sama untuk menjadi calon wakil presiden pendamping Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Kendati demikian, menurut Basarah, figur cawapres yang akan dipilih nantinya tak hanya berdasarkan elektabilitas dan popularitas saja, tapi juga dilihat dari faktor kredibilitas, integritas, kompetensi, dan kemampuan mengelola negara.

"Sehingga kalau bicara bagaimana kriteria ideal menurut saya, karena wakil presiden adalah simbol pemerintahan negara," ujar Basarah saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

"Tidak bisa posisi ini diserahkan kepada figur yang belum memiliki pengalaman yang cukup untuk mengelola negara yang begitu besar kompleks dan luas permasalahannya," ucapnya.


Basarah menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3), jabatan wakil presiden memiliki tiga posisi penting.

Baca juga: Soal Cawapres, Golkar Minta Parpol Serahkan ke Jokowi dan Tak Bermanuver

Pertama, wapres sebagai kekuatan cadangan. Artinya jika terjadi sesuatu atas jabatan presiden seperti mangkat, diberhentikan atau sakit permanen sehingga tidak bisa menjalankan fungsinya, maka wapres yang akan menggantikan.

Kedua, wapres memiliki fungsi delegasi atau wewenang menjalankan fungsi pemerintahan di dalam negeri jika presiden berada di luar negeri.

Ketiga, wapres juga harus dapat menyelesaikan tugas-tugas harian yang telah dimandatkan.

"Saya yakin pada perspektif ini Pak Jokowi dan semua ketum parpol lain juga mempertimbangkan kekuatan bangsa yang lebih besar ketimbang kepentingan orang kelompok atau golongan, karena dalam sistem ketatanegaraan kita, wapres itu punya posisi penting dari tiga hal itu," kata Basarah.

Sebelumnya, sejumlah partai politik pendukung Jokowi telah mengusulkan nama-nama ketua umumnya sebagai calon wakil presiden.

Baca juga: Demokrat Ajukan 5 Kontrak Politik kepada Capres dan Cawapres di Pilpres 2019

Sementara, Presiden Jokowi mengaku telah mengantongi nama cawapres. Ia pun meminta publik bersabar menanti pengumuman siapa yang akan dijadikan cawapres pendampingnya.

Menurut Jokowi, saat ini ada lima nama kandidat calon wakil presiden yang masuk pertimbangan.

Lima nama itu merupakan pengerucutan dari 10 nama yang sebelumnya masuk pertimbangan. Ia menolak menyebut kelima nama tersebut.

Jokowi masih menggodok siapa yang nantinya dari lima nama itu akan mendampinginya bertarung pada Pilpres 2019.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X