Jelang Batas Akhir, KPU Terus Pantau Kendala-kendala Pendaftaran Caleg - Kompas.com

Jelang Batas Akhir, KPU Terus Pantau Kendala-kendala Pendaftaran Caleg

Kompas.com - 13/07/2018, 12:47 WIB
Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) Ilham Saputra di Jakarta, Rabu (31/1/2018).KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) Ilham Saputra di Jakarta, Rabu (31/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Ilham Saputra mengungkapkan, pihaknya menerima sejumlah keluhan dari parpol maupun bakal calon anggota legislatif terkait kendala teknis yang dihadapi dalam pendaftaran caleg.

"Misalnya, soal kenapa rumah sakitnya tidak mau terima atau ada beberapa rumah sakit yang tidak bisa merekomendasi tentang surat keterangan sehat jasmani rohani misalnya," kata Ilham di gedung KPU, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

"Bahkan ada rumah sakit di daerah yang tidak mampu mengeluarkan surat keterangan sehat rohani misalnya. Ini jadi mereka harus ke ibu kota (provinsi) dulu. Jadi lebih ke persoalan itu," lanjutnya.

Baca juga: KPU Tegaskan Tak Akan Perpanjang Masa Pendaftaran Caleg

Selain itu, KPU juga menerima keluhan sulitnya mengakses dan memasukkan data ke Sistem Informasi Pencalonan (Silon) yang disiapkan KPU.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak parpol untuk memastikan proses pendaftaran caleg bisa berjalan dengan lancar hingga batas akhir pendaftaran pada 17 Juli 2018 nanti.

Salah satu upaya KPU adalah membuat forum komunikasi antara pihak KPU dan perwakilan parpol. Hal itu guna menangani berbagai kendala yang ada dengan cepat.

Baca juga: KY Kecam Pungli Pembuatan Surat Keterangan Caleg

"Kami ada grup Whatsapp, liaison officer setiap partai itu bisa mengajukan beberapa persoalan-persoalan sehingga nanti bisa kita atasi gitu," katanya.

"Misalnya soal sistem informasi pencalonan (Silon) up and down gitu kan, kita terus menjaga. Kemudian karena mungkin load-nya tinggi yang kemudian ada down dan kesulitan memasukkan data itu, sehingga kita bisa memperbaiki itu," ujarnya.

Ia berpesan kepada seluruh parpol untuk tak mendaftarkan calegnya mendekati batas akhir pendaftaran.

Baca juga: Pendaftaran Caleg Masih Sepi, Apa Sebabnya?

Menurut dia, hal itu akan mengganggu proses tahapan Pemilu 2019. Selain itu, parpol juga tidak punya banyak waktu ketika berkas yang diserahkan harus diperbaiki.

"Kalau waktunya mepet kita khawatir nanti terjadi persoalan ketika mereka tidak mampu memperbaiki hasil verifikasi jika ada kesalahan dan perbaikan sehingga nanti akhirnya jadi persoalan," sambung dia.

Baca juga: Hingga Hari Ke-10, Belum Ada Parpol yang Daftarkan Calegnya ke KPU

Tahap pendaftaran caleg dibuka mulai 4-17 Juli 2018. Kemudian, akan ada verifikasi administrasi bakal calon pada 4 sampai 18 Juli 2018.

Selanjutnya, KPU akan menyampaikan hasil verifikasi kelengkapan administrasi bakal calon kepada partai politik peserta pemilu.

Pada 22-31 Juli, akan ada perbaikan daftar calon dan syarat calon anggota serta pengajuan bakal calon pengganti.


Terkini Lainnya

5 Fakta Kebakaran Mobil di Bandara Juanda, Diduga Korsleting Charger HP hingga Pengakuan Pemilik

5 Fakta Kebakaran Mobil di Bandara Juanda, Diduga Korsleting Charger HP hingga Pengakuan Pemilik

Regional
Puting Beliung Rusak Ratusan Rumah di Bandung Barat, Ini Penjelasan BMKG

Puting Beliung Rusak Ratusan Rumah di Bandung Barat, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Pelaku Pembunuhan Dufi Bawa Ponsel dan Kartu ATM Korban

Pelaku Pembunuhan Dufi Bawa Ponsel dan Kartu ATM Korban

Megapolitan
Pelaku Pembunuhan Dufi Ditangkap di Bantargebang

Pelaku Pembunuhan Dufi Ditangkap di Bantargebang

Megapolitan
Surya Paloh Nilai Pileg dan Pilpres Sama-sama Penting

Surya Paloh Nilai Pileg dan Pilpres Sama-sama Penting

Nasional
Setelah Membunuh CLP, Dua Pelaku Berupaya Melarikan Diri ke Jambi

Setelah Membunuh CLP, Dua Pelaku Berupaya Melarikan Diri ke Jambi

Megapolitan
Surya Paloh: Tidak Salah Target Masuk 3 Besar di Pemilu 2019

Surya Paloh: Tidak Salah Target Masuk 3 Besar di Pemilu 2019

Nasional
Perludem: Penyandang Disabilitas Mental Harus Diberi Hak Pilih dalam Pemilu

Perludem: Penyandang Disabilitas Mental Harus Diberi Hak Pilih dalam Pemilu

Nasional
BIN: 7 Perguruan Tinggi Negeri Terpapar Paham Radikal

BIN: 7 Perguruan Tinggi Negeri Terpapar Paham Radikal

Nasional
BIN Bantah Suap Ormas Demi Bungkam Kritik terhadap Pemerintah

BIN Bantah Suap Ormas Demi Bungkam Kritik terhadap Pemerintah

Nasional
186 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Bandung Barat

186 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Bandung Barat

Regional
Terdapat Bekas Luka Pukulan di Kepala Perempuan yang Tewas di Indekos Mampang

Terdapat Bekas Luka Pukulan di Kepala Perempuan yang Tewas di Indekos Mampang

Megapolitan
Dua Terduga Pelaku Bertamu ke Indekos CLP Sebelum Ditemukan Tewas di Mampang

Dua Terduga Pelaku Bertamu ke Indekos CLP Sebelum Ditemukan Tewas di Mampang

Megapolitan
Terkait Kelompok Radikal, Kasus Penyerangan Pos Lantas Lamongan Dilimpahkan ke Densus 88

Terkait Kelompok Radikal, Kasus Penyerangan Pos Lantas Lamongan Dilimpahkan ke Densus 88

Regional
5 Fakta Buaya Terkam Bocah di Riau, Diserang di Depan Rumah hingga Peringatan BBKSDA

5 Fakta Buaya Terkam Bocah di Riau, Diserang di Depan Rumah hingga Peringatan BBKSDA

Regional

Close Ads X