Salut untuk Papua, Partisipasi Pilkada Tertinggi meski Aksi Penembakan Mewarnai

Kompas.com - 13/07/2018, 10:33 WIB
Petugas merapikan surat suara sebelum dimasukkan kedalam kotak suara di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gorontalo, Gorontalo, Senin (25/6/2018). KPU Kota Gorontalo akan mendistribusikan kotak suara ke 258 Tempat Pemungutan Suara (TPS) jelang hari pencoblosan Pilwako Gorontalo pada 27 Juni. ANTARA FOTO/ADIWINATA SOLIHINPetugas merapikan surat suara sebelum dimasukkan kedalam kotak suara di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gorontalo, Gorontalo, Senin (25/6/2018). KPU Kota Gorontalo akan mendistribusikan kotak suara ke 258 Tempat Pemungutan Suara (TPS) jelang hari pencoblosan Pilwako Gorontalo pada 27 Juni.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Papua pada 27 Juni 2018 lalu sempat diwarnai rangkaian aksi penembakan. Aksi tersebut terjadi di sejumlah daerah.

Kompas.com mencatat ada sejumlah aksi penembakan yang terjadi menjelang dan usai penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten Nduga. Aksi itu dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata ( KKB).

Pada Jumat (22/6/2018) lalu, terjadi penembakan terhadap pesawat Dimonim Air asal Timika dengan pilot Capt Kasta Gunawa dan Co-Pilot Irena Nur Fadila yang membawa 17 personil BKO Brimob Pam Pilkada Gubernur Papua.

Baca juga: Persentase Partisipasi Pilkada 2018, Papua Tertinggi, Riau dan Kaltim Terendah

Akibat kejadian tersebut pergelangan kaki kanan Co-pilot terkena serpihan peluru dan pada bagian depan pesawat terkena tembakan.

Kemudian, pada Senin (25/6/2018) pukul 09.50 WIT, penembakan dilakukan oleh KKB di Bandara Keneyam terhadap pesawat Twin Otter Trigana Air PK-YRU rute Wamena-Keneyam, yang membawa 15 orang anggota Brimob BKO Kabupaten Nduga untuk melaksanakan pengamanan Pilkada di Kabupaten Nduga.

Pesawat tersebut juga membawa logistik untuk Pilkada. Akibatnya, Pilkada di daerah tersebut sempat tertunda beberapa hari.

Baca juga: Banyak Penembakan, Polri Terus Kejar Kelompok Bersenjata di Papua

Pun terjadi penembakan terhadap tiga warga sipil yang menjadi korban tewas dan satu orang anak mengalami luka berat.

Lalu, speedboat yang membawa surat suara pencoblosan Pilkada ditembak oleh kelompok bersenjata di Distrik Torere, Kabupaten Puncak Jaya, Papua pada Rabu (27/6/2016) sekitar pukul 16.00 WIT. Dua anggota kepolisian hilang dan kemudian diketahui gugur.

Pada Jumat (6/7/2018), terjadi penembakan terhadap personil Brimob yang tengah mengamankan Bandara Keneyam.

Baca juga: Penjelasan Polri soal Penembakan Heli di Kabupaten Nduga, Papua

Suasana bentrok antar warga di Kabupaten Yahukimo, Senin (25/6/2018)Dok. Istimewa Suasana bentrok antar warga di Kabupaten Yahukimo, Senin (25/6/2018)

Adapun pada Rabu (11/7/2018) kemarin, terjadi penembakan terhadap helikopter Polri yang dan tak lama kemudian terjadi kontak senjata antara personil Brimob dan KKB.

Terkait pelakunya, Polri menyatakan beberapa rangkaian penembakan tersebut berasal dari kelompok yang sama.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X