TGB Minta Kelompok Ahmadiyah di NTB Berbaur dengan Masyarakat - Kompas.com

TGB Minta Kelompok Ahmadiyah di NTB Berbaur dengan Masyarakat

Kompas.com - 13/07/2018, 08:46 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) saat mengunjungi Kantor Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (12/7/2018).KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) saat mengunjungi Kantor Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat ( NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang ( TGB) meminta kelompok Ahmadiyah di NTB berbaur dengan masyarakat setempat.

Hal itu disampaikan TGB terkait konflik berkepanjangan antara Ahmadiyah dengan kelompok lain di NTB.

"Pesan saya cuma satu, jangan tinggal sendirian tapi harus berbaur," kata TGB saat berkunjung ke Menara Kompas, Palmerah, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Baca juga: GP Ansor Desak Pemerintah dan Polri Pulihkan Hak Jemaah Ahmadiyah

Ia menyatakan sejatinya kelompok Ahmadiyah sudah turun temurun tinggal di NTB selama puluhan tahun.

TGB mengatakan, setelah serangan terakhir terhadap kelompok Ahmadiyah Mei lalu, pemerintah berencana menempatkannya dalam satu rumah susun.

Namun, menurut TGB, upaya itu tak menyelesaikan akar konflik sosial di sana jika kelompok Ahmadiyah tetap tidak berbaur.

Baca juga: Rencana Penyerangan Jemaah Ahmadiyah Telah Dirancang dan Disepakati Jauh Hari

"Saya tegaskan tak ada yang membenarkan anarkisme. Sehingga dalam komunikasi saya dengan teman-teman Ahmadiyah, membaurlah. Jangan bangun masjid sendiri karena akan ciptakan kecurigaan masyarakat," tutur dia.

"Sekarang akan dibangunkan rusun. Pesan saya cuma satu, jangan tinggal sendirian tapi harus berbaur. Kalau polanya sama akan terus memunculkan ketengangan. Ada kompromi yang harus diambil dan mudah-mudahan bisa selesai," lanjut TGB.


Terkini Lainnya

Temui Presiden, Kepala BRG Lapor soal Sekat Kanal Ampuh Restorasi Gambut

Temui Presiden, Kepala BRG Lapor soal Sekat Kanal Ampuh Restorasi Gambut

Nasional
PPP Akan Dorong Jokowi Tuntaskan kasus HAM Masa Lalu Jika Terpilih Pada Periode Kedua

PPP Akan Dorong Jokowi Tuntaskan kasus HAM Masa Lalu Jika Terpilih Pada Periode Kedua

Nasional
TKN Jokowi-Ma'ruf Sambut Baik Pelaporan Tabloid Indonesia Barokah ke Polisi

TKN Jokowi-Ma'ruf Sambut Baik Pelaporan Tabloid Indonesia Barokah ke Polisi

Nasional
Raih Akreditasi A, President University Bidik Akreditasi Internasional

Raih Akreditasi A, President University Bidik Akreditasi Internasional

Edukasi
Kronologi Operasi Tangkap Tangan KPK terhadap Bupati Mesuji

Kronologi Operasi Tangkap Tangan KPK terhadap Bupati Mesuji

Nasional
Pria Pemeran Video Pelajar Mesum di Madiun Diancam 15 Tahun Penjara

Pria Pemeran Video Pelajar Mesum di Madiun Diancam 15 Tahun Penjara

Regional
3 Anak Depok Hanyut di Kali Ciliwung, 2 Selamat, 1 Belum Ditemukan

3 Anak Depok Hanyut di Kali Ciliwung, 2 Selamat, 1 Belum Ditemukan

Megapolitan
Marak Pencurian Susu Jelang Rilis Film Baru di India, Ini Sebabnya...

Marak Pencurian Susu Jelang Rilis Film Baru di India, Ini Sebabnya...

Internasional
Ma'ruf Amin Instruksikan 'Serangan Darat' di Jawa Timur

Ma'ruf Amin Instruksikan "Serangan Darat" di Jawa Timur

Regional
Timses Sebut jika Terpilih Jokowi Tak Miliki Beban Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Timses Sebut jika Terpilih Jokowi Tak Miliki Beban Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Bupati Mesuji Diduga Terima 'Fee' Proyek Sekitar Rp 1,28 Miliar

Bupati Mesuji Diduga Terima "Fee" Proyek Sekitar Rp 1,28 Miliar

Nasional
Ulama dan Umat Jabar Akan Doa Bersama Demi Pilpres Damai

Ulama dan Umat Jabar Akan Doa Bersama Demi Pilpres Damai

Nasional
TKN Jokowi-Ma'ruf Tegaskan Tak Terbitkan dan Sebarkan Tabloid Indonesia Barokah

TKN Jokowi-Ma'ruf Tegaskan Tak Terbitkan dan Sebarkan Tabloid Indonesia Barokah

Nasional
Anjing Pelacak Endus 3 Jenazah Tertimbun, Korban Longsor dan Banjir Gowa Jadi 29 Orang

Anjing Pelacak Endus 3 Jenazah Tertimbun, Korban Longsor dan Banjir Gowa Jadi 29 Orang

Regional
Jalan Ruteng-Reo Putus, Eksavator Didatangkan untuk Buka Jalur Alternatif

Jalan Ruteng-Reo Putus, Eksavator Didatangkan untuk Buka Jalur Alternatif

Regional

Close Ads X