Persentase Partisipasi Pilkada 2018, Papua Tertinggi, Riau dan Kaltim Terendah - Kompas.com

Persentase Partisipasi Pilkada 2018, Papua Tertinggi, Riau dan Kaltim Terendah

Kompas.com - 12/07/2018, 23:50 WIB
Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin usai Rapat Penetapan DPS dan DPSLN Pemilu 2019 di Jakarta, Sabtu (23/6/2018).KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin usai Rapat Penetapan DPS dan DPSLN Pemilu 2019 di Jakarta, Sabtu (23/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski dirundung berbagai masalah selama Pilkada Serentak 2018, Papua mencatatkan diri sebagai provinsi dengan persentase partisipasi tertinggi.

Data tersebut mengacu kepada data Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) saat menyampaikan laporan pengawasan proses Pilkada Serentak 2018.

"Tertinggi dengan beberapa catatan itu di Papua sebesar 84 persen," ujar Anggota Bawaslu Mochamad Afifuddin pada konferensi pers, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Jumlah masyarakat Papua yang menggunakan hak pilih mencapai 2,91 juta pemilih, atau 84 persen dari total jumlah pemilik hak pilih yang mencapai 3,4 juta lebih pemilih.

Baca juga: Pilkada Serentak 2018, 52 Pidana Pemilu Sudah Divonis Pengadilan

Menurut Afif, bila melihat target pemilih dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang sebesar 77 persen, maka hanya Papua yang melebihi target.

Sementara itu, provinsi dengan persentase jumlah pemilih Pilkada yang paling kecil yakni Riau dan Kalimatan Timur sebesar 58 persen.

Di Riau, jumlah pengguna hak pilih sebanyak 2,14 juta pemilih dari jumlah DPT Riau yang mencapai 3,6 juta lebih pemilih.

Baca juga: MK Terima 42 Permohonan Sengketa Hasil Pilkada Serentak 2018

Adapun di Kalimantan Timur, jumlah pengguna hak pilih sebanyak 1,3 juta dari total pemilik hak pilih 2,33 juta pemilih.

Berdasarakan data Bawaslu, total persentase partisipasi pemilih pada Pilkada 2018 di 17 Provinsi hanya mencapai 69 persen yakni sebesar 98,6 juta pemilih dari jumlah masyarakat yang memiliki hak pilih.

"Jadi catatannya masih perlu didorong betul bagaimana partisipasi masyarakat ini benar-benar maksimal sampai titik yang paling minim," kata Afif.

Kompas TV Dengan demikian, pemilihan Wali Kota Makassar akan diulang pada pilkada serentak tahun 2020.


Komentar
Close Ads X