Usung AHY Sebagai Cawapres, Demokrat Bantah Hadang Kader Potensial Lain - Kompas.com

Usung AHY Sebagai Cawapres, Demokrat Bantah Hadang Kader Potensial Lain

Kompas.com - 12/07/2018, 19:57 WIB
Politisi Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menghadiri kampanye akbar pasangan Calon Gubernur Sulawesi Tenggara, Rusda Mahmud dan LM Safei Kahar, di lapangan lembah hijau Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Kamis (3/5/2018) sore. KOMPAS.COM/Defriatno Neke Politisi Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menghadiri kampanye akbar pasangan Calon Gubernur Sulawesi Tenggara, Rusda Mahmud dan LM Safei Kahar, di lapangan lembah hijau Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Kamis (3/5/2018) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo membantah bahwa keputusan partainya mengajukan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon wakil presiden berarti menutup kader lain yang hendak maju pada pemilihan presiden 2019 mendatang.

"Enggak, enggak, enggak. Kami sudah memberikan kesempatan kepada semua kader untuk mendapatkan elektabilitas di internal dan faktanya berdasarkan amanah kader kami, yang paling tinggi (elektabilitasnya) memang Mas AHY," ujar Roy saat dijumpai di bilangan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018).

Roy mengakui, selain AHY, internalnya juga mengusulkan Soekarwo dan Tuan Guru Bajang Zainul Madji untuk diusulkan menjadi Cawapres 2019. Namun, persentasenya masih di bawah AHY.

Baca juga: Ruhut: AHY Mimpi Mau Jadi Presiden, Jadi Menteri Saja Syukur

Menurut mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu, mekanisme pemilihan siapa yang akan dimajukan pada Pilpres pada Demokrat memang terlebih dahulu didasarkan pada keinginan dari struktur partai.

"Seperti waktu dulu kami mengadakan Konvensi Partai Demokrat. Anies Baswedan ikut di dalam konvensi. Tapi kan waktu itu akhirnya tidak mencapai angka signifikan untuk menyaingi kandidat yang muncul, ya kami realistis," ujar Roy.

Menurut Roy, sosok AHY bukan sesuatu yang negatif. Buktinya, survei sejumlah lembaga menunjukkan bahwa AHY adalah salah satu nama yang elektabilitasnya tertinggi untuk menjadi cawapres.

Baca juga: Roy Suryo: AHY Tidak Akan Dipaksakan Partai Demokrat...

"Tapi kami realistis ya, Mas AHY mungkin bukan untuk capres, tapi untuk cawapres. Karena survei sejumlah lembaga tinggi sekali. Kalau untuk capres pastilah kita tahu diri dengan partai yang punya suara hanya 10-an persen," ujar Roy.

Ia juga membantah bahwa dukungan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Madji kepada Joko Widodo adalah bentuk perlawanannya karena Demokrat lebih memilih mengusung AHY.

"Enggak begitu. Itu wajar ya Pak TGB melakukan itu (mendukung Jokowi) karena dia itu Gubernur NTB. Karena Presiden sekarang kan Pak Jokowi. Sama ketika Mas Ganjar Pranowo dulu. Ketika ada acara kenegaraan, bos dia adalah Presiden SBY. Tapi kalau acara partai politik, ya bos dia Ibu Megawati," ujar Roy.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Plt Ketum PSSI Jadi Tersangka Perusakan Barang Bukti Pengaturan Skor

Plt Ketum PSSI Jadi Tersangka Perusakan Barang Bukti Pengaturan Skor

Megapolitan
[POPULER NASIONAL] Jokowi Minta Cek Kebenaran Pernyataan Prabowo | Timses Jokowi Adukan Media

[POPULER NASIONAL] Jokowi Minta Cek Kebenaran Pernyataan Prabowo | Timses Jokowi Adukan Media

Nasional
Menumpuknya KTP Elektronik di Kantor-Kantor Kelurahan Jakut

Menumpuknya KTP Elektronik di Kantor-Kantor Kelurahan Jakut

Megapolitan
Usai Ramai Twit soal Presiden Baru, CEO Bukalapak Bertemu Jokowi Hari Ini

Usai Ramai Twit soal Presiden Baru, CEO Bukalapak Bertemu Jokowi Hari Ini

Nasional
Penembakan di Sebuah Pabrik di Illinois, Lima Orang Dilaporkan Tewas

Penembakan di Sebuah Pabrik di Illinois, Lima Orang Dilaporkan Tewas

Internasional
[POPULER NUSANTARA] Skripsi #2019GantiPresiden | Hari Pertama Kerja Gubernur Jatim Khofifah

[POPULER NUSANTARA] Skripsi #2019GantiPresiden | Hari Pertama Kerja Gubernur Jatim Khofifah

Regional
Saat Pengemudi Ojek Online Tak Terima Ditegur Petugas Sekuriti Mal

Saat Pengemudi Ojek Online Tak Terima Ditegur Petugas Sekuriti Mal

Megapolitan
[POPULER MEGAPOLITAN] Cekcok Warga karena Masakan Daging Babi | Petugas Temukan Arwana Emas | Kerumuman Ojek Online di Mal Kasablanka

[POPULER MEGAPOLITAN] Cekcok Warga karena Masakan Daging Babi | Petugas Temukan Arwana Emas | Kerumuman Ojek Online di Mal Kasablanka

Megapolitan
Senin Depan, Surat Suara di DKI Mulai Dilipat

Senin Depan, Surat Suara di DKI Mulai Dilipat

Megapolitan
Tawarkan PSK Melalui Akun WeChat, Pria di Batam Diamankan Polisi

Tawarkan PSK Melalui Akun WeChat, Pria di Batam Diamankan Polisi

Regional
Diinterogasi karena Berbahasa Spanyol, 2 Warga AS Gugat Pemerintah

Diinterogasi karena Berbahasa Spanyol, 2 Warga AS Gugat Pemerintah

Internasional
Warga Nigeria Ditemukan Tewas di Koja, Jakarta Utara

Warga Nigeria Ditemukan Tewas di Koja, Jakarta Utara

Megapolitan
Bentrok Dengan Polisi, 5 Warga Bima Dilarikan ke Rumah Sakit

Bentrok Dengan Polisi, 5 Warga Bima Dilarikan ke Rumah Sakit

Regional
Ikan Arwana Emas yang Ditemukan di Kali Utan Kayu Mati

Ikan Arwana Emas yang Ditemukan di Kali Utan Kayu Mati

Megapolitan
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

Megapolitan

Close Ads X