Cak Imin: Kalau Bukan Jokowi-Muhaimin, Bahaya... - Kompas.com

Cak Imin: Kalau Bukan Jokowi-Muhaimin, Bahaya...

Kompas.com - 12/07/2018, 17:17 WIB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, mengaku optimistis dirinya akan dipilih sebagai calon wakil presiden pendamping Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Menurut dia, duet " Join" atau Jokowi-Muhaimin akan terwujud jelang Pilpres 2019.

"Buktikan saja. Kalau enggak Join, bahaya," ujar Muhaimin saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Muhaimin menilai, Jokowi berpotensi kalah dari penantangnya jika tak memilihnya sebagai cawapres.

Ia pun memastikan partainya mendukung pasangan Jokowi-Muhaimin hingga waktu pengumuman cawapres.

"Nanti kalah sama lawannya," tutur pria yang akrab disapa Cak Imin ini.

Baca juga: Kampanyekan "Join", Cak Imin Klaim Sudah Disetujui Jokowi

Kendati demikian, Muhaimin tak menjawab secara jelas saat ditanya soal dukungan PKB ke Presiden Jokowi pada Pilpres 2019.

Ia hanya menegaskan bahwa PKB sudah mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan Jokowi-Muhaimin.

"PKB sudah mendeklarasikan diri, mendukung Join," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengaku telah mengantongi nama cawapres. Ia pun meminta publik bersabar menanti pengumuman siapa yang akan dijadikan cawapres pendampingnya.

Baca juga: Pilpres 2019, Muhaimin Belum Pastikan Dukungan PKB Solid ke Jokowi

Menurut Jokowi, saat ini ada lima nama kandidat calon wakil presiden yang masuk pertimbangan.

Lima nama itu merupakan pengerucutan dari 10 nama yang sebelumnya masuk pertimbangan. Ia menolak menyebut kelima nama tersebut.

Jokowi masih menggodok siapa yang nantinya dari lima nama itu akan mendampinginya bertarung pada Pilpres 2019.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar
Close Ads X