Kisah di Balik Pembangunan Monumen Nasional

Kompas.com - 12/07/2018, 15:43 WIB
Kompas TV Berikut tiga berita terpopuler versi KompasTV hari ini.

Tim sejarah, tim lukis, dan tim boneka mengerjakan beberapa areal museum dengan kerja sama satu dengan yang lain.

Beberapa ornamen dan patung-patung yang ada di museum sejarah bisa diselesaikan dengan baik.

Dikutip dari Harian Kompas, 20 Agustus 1966, para tour guide sudah mempersiapkan diri untuk memandu di Museum Sejarah di Monas. Sebanyak 27 tour guide itu telah dinyatakan lulus pendidikan.

Pada 17 Agustus 1966, Museum Sejarah di Monas resmi dibuka oleh Presiden Soekarno.

Setelah resmi dibuka, wisatawan lokal maupun asing bisa datang dan dipandu oleh tour guide yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Pada 1968, mulai dilakukan pembangunan Jakarta Fair.

Harian Kompas, 15 Maret 1968, menyebutkan, pembangunan ditandai dengan penyembelihan dan penanaman kepala 3 ekor kambing di sebelah selatan Tugu Monas sebagai pelambang batu pertama.

Pada 16 Juni 1968, Jakarta Fair pertama dibuka oleh Soeharto. Digelarnya Jakarta Fair diharapkan menjadi daya tarik tersendiri untuk pengunjung.

Selain berwisata ke Monas, pengunjung juga bisa menikmati wisata belanja di Jakarta Fair.

Meski belum dibuka secara resmi, beberapa bangunan di sekitar Monas sudah diresmikan dan dikembangkan dengan maksimal.

Untuk biaya masuk, awalnya dikenakan biaya dengan potongan. Pada Juni 1975, Pemprov DKI Jakarta menyatakan tidak akan memberlakukan lagi potongan biaya masuk Monas.

Biaya masuk saat itu adalah Rp 500 untuk ke puncak dan Rp 100 hanya sampai ruang tenang.

Pada 12 Juli 1975, Monumen Nasional diresmikan oleh Presiden Soeharto dan dibuka untuk umum dengan harga tiket masuk disesuaikan.

Halaman:


Terkini Lainnya


Close Ads X