Hari Ini dalam Sejarah: 11 Juli 1405, Ekspedisi Perdana Cheng Ho di Samudra Hindia

Kompas.com - 11/07/2018, 15:28 WIB
Satu sisi dinding relief yang menggambarkan Laksamana Cheng Ho sedang memimpin keberangkatan armadanya.KOMPAS/WARGATJIE Satu sisi dinding relief yang menggambarkan Laksamana Cheng Ho sedang memimpin keberangkatan armadanya.

KOMPAS.com - Pada 11 Juli 1405, Laksamana Cheng Ho bersama 27.000 tentaranya melakukan ekspedisi ke Samudra Hindia

Perjalanan tersebut dimulai pada 1405 hingga 1433.

Kaisar Yongle memerintahkan kepada Laksamana Ceng Ho untuk melakukan ekpedisi pelayaran.

Ekspedisi ini berlangsung tujuh kali hingga berakhir masa kepemimpinan Kaisar Yangle dan digantikan Kaisar Xuande.


Awal

Pada masa kepemimpinannya, Kaisar Yongle memerintahkan pembangunan armada untuk Tiongkok.

Kaisar menginginkan Dinasti Ming menerapkan kebijakan ekspansi ke beberapa wilayah.

Rencana itu terwujud pada 1403 dan digunakan untuk sarana melakukan penjelajahan.

Armada yang dibuat itu dikenal dengan 'Xiafan Guanjun' yang terdiri atas kapal dagang, kapal perang, dan kapal penunjang untuk membentuk kapal lainnya.

Longjiang ditunjuk sebagai lokasi tempat pembuatan mega proyek armada tersebut.

Bahan kayu pembuatan kapal didapatkan dari pohon sekitar Sungai Min. Setelah melakukan persiapan matang, ekspedisi dimulai.

Pelayaran perdana

Kaisar Yongle menunjuk Laksamana Cheng Ho untuk memimpin ekspansi ini. Ia menerbitkan kertas bersegel kekaisaran untuk melegitimasi Cheng Ho sebagai utusannya.

Laksamana Cheng Ho mendapatkan wewenang penuh untuk melakukan ekspansi.

Pada 11 Juli 1405, Cheng Ho memimpin pasukannya berbekal surat kekaisaran tersebut. Ibu Kota Nanking sebagai saksi awal berkumpulnya seluruh anggota pasukan.

Carik Kenangan (souvenir sheet) prangko 600th Anniversary of Admiral Zheng Fe yang diterbitkan oleh Indonesia. Gambar ini untuk iilustrasi tulisan file 0706wgt1 berjudul Prangko peringatan 600 tahun pelayaran Cheng Ho.KOMPAS/WARGATJIE Carik Kenangan (souvenir sheet) prangko 600th Anniversary of Admiral Zheng Fe yang diterbitkan oleh Indonesia. Gambar ini untuk iilustrasi tulisan file 0706wgt1 berjudul Prangko peringatan 600 tahun pelayaran Cheng Ho.
Perjalanan ekspansi besar ini singgah di Kota Liuhe, Tiongkok. Di tempat persinggahan ini, semua armada dipersiapkan secara maksimal dengan mengondisikan pasukan.

Perjalanan dilanjutkan dengan melewati muara Sungai Min menuju ke Champa Vietnam, kemudian dilanjutkan ke Nusantara yang meliputi Jawa, Malaka, Aru, dan Samudra Pasai.

Ketika berada di Nusantara, Cheng Ho mengunjungi Sriwijaya di Sumatera.

Selain itu, pasukan Cheng Ho juga mengunjungi Majapahit yang ketika itu terjadi perang saudara antara Wikramawardana dan Bhre Wirabumi.

Kala itu, sekitar 170 pasukan rombongan Cheng Ho ikut terbunuh.

Ketika mendatangi berbagai daerah di Indonesia, Cheng Ho dan pasukannya memberikan beberapa upeti kepada raja-raja sebagai penghormatan karena telah diperbolehkan melakukan kunjungan.

Daerah yang disinggahi armada Cheng Ho juga mendapatkan kemajuan dalam hal bercocok tanam, beternak, berdagang, seni ukir, dan seni lainnya.

Setelah meninggalkan Nusantara pada sesi pertama pelayarannya, Cheng Ho dan pasukannya berlayar menyeberangi Samudra Hindia.

Sri Lanka juga tak turut dikunjungi. Namun ketika berada di sana, pasukan Cheng Ho mendapatkan perlawanan dari Raja Alagakkonara.

Akhirnya, pada 1407, Laksamana Cheng Ho kembali ke Tiongkok setelah sebelumnya mengunjungi Malaka.

Di Malaka, Cheng Ho dan pasukannya mendapatkan serangan dari bajak laut Chen Zuyi di Palembang. Namun, kekuatan armada Cheng Ho bisa memberikan perlawanan terhadap aksi para perompak.

Sekitar 5.000 bajak laut tewas dan 10 kapal perompak dibakar, sementara 7 kapal lainnya ditangkap. Chen Zuyi mendapatkan hukuman mati.

Setelah berhasil memukul mundur perompak, mereka kembali ke Tiongkok pada 2 Oktober 1407. 

Setelah perjalanan perdana

Berkat keberhasilan dalam pelayaran ini, Cheng Ho mendapat penghargaan dari Kaisar Yongle. Selanjutnya, dilakukan ekspedisi pelayaran kedua dan ketiga yang menjangkau Jazirah Arab dan Afrika Timur.

Armada ekpedisi ini dipersenjatai secara militer dan membawa harta dalam jumlah yang besar untuk menampilkan kekuasaan dan kekayaan Tiongkok kepada dunia.

Hingga perjalanan ke tujuhnya, Tiongkok menjadi pelopor angkatan laut pada awal abad ke 15.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Regional
Dukung Ma'ruf Amin, Ketua PWNU Jatim Sebut Masa Depan Negara di Tangan NU

Dukung Ma'ruf Amin, Ketua PWNU Jatim Sebut Masa Depan Negara di Tangan NU

Regional
Akar Masalah Mandeknya Dunia Riset Tanah Air Dinilai Belum Tersentuh Kedua Paslon

Akar Masalah Mandeknya Dunia Riset Tanah Air Dinilai Belum Tersentuh Kedua Paslon

Nasional
Menyangkut Masa Depan Bangsa, Pengamat Kecewa Imunisasi Tak Dibicarakan di Debat Ketiga

Menyangkut Masa Depan Bangsa, Pengamat Kecewa Imunisasi Tak Dibicarakan di Debat Ketiga

Nasional
Pengungsi Banjir Bandang di Jayapura Butuh Selimut dan Tenda

Pengungsi Banjir Bandang di Jayapura Butuh Selimut dan Tenda

Regional
Terbukti Bersalah, Mantan Direktur Keuangan Pertamina Tak Dihukum Uang Pengganti

Terbukti Bersalah, Mantan Direktur Keuangan Pertamina Tak Dihukum Uang Pengganti

Nasional
Atasi Pengangguran, Kedua Paslon Dinilai Tak Manfaatkan Infrastruktur yang Ada

Atasi Pengangguran, Kedua Paslon Dinilai Tak Manfaatkan Infrastruktur yang Ada

Nasional
2 Jenazah WNA Malaysia Korban Longsoran Air Terjun di Lombok Dipulangkan

2 Jenazah WNA Malaysia Korban Longsoran Air Terjun di Lombok Dipulangkan

Regional
Korban Ungkap Teroris di Selandia Baru Bingung dengan Denah Masjid

Korban Ungkap Teroris di Selandia Baru Bingung dengan Denah Masjid

Internasional
Ketika Matematika Digunakan untuk Menangani Wabah Penyakit

Ketika Matematika Digunakan untuk Menangani Wabah Penyakit

Edukasi
Polisi Tangkap 2 Penjambret Mahasiswi di Kupang, 1 Pelaku Ditembak

Polisi Tangkap 2 Penjambret Mahasiswi di Kupang, 1 Pelaku Ditembak

Regional
KPK Temukan Uang di Ruangan Menterinya, Ini Tanggapan Kementerian Agama

KPK Temukan Uang di Ruangan Menterinya, Ini Tanggapan Kementerian Agama

Nasional
Menurut Pengamat, Ini Alasan Mengapa Ma'ruf Tampil 'di Luar Ekspektasi' saat Debat Ketiga

Menurut Pengamat, Ini Alasan Mengapa Ma'ruf Tampil "di Luar Ekspektasi" saat Debat Ketiga

Nasional
Kekerasan Seksual Itu Bernama 'Revenge Porn', Apa Itu? Ini 6 Tandanya

Kekerasan Seksual Itu Bernama "Revenge Porn", Apa Itu? Ini 6 Tandanya

Edukasi
Banjir di Gunungkidul, Puluhan Kepala Keluarga Masih Mengungsi

Banjir di Gunungkidul, Puluhan Kepala Keluarga Masih Mengungsi

Regional

Close Ads X