Tunggu Cawapres Jokowi dan Prabowo, Ini Pertimbangan Demokrat - Kompas.com

Tunggu Cawapres Jokowi dan Prabowo, Ini Pertimbangan Demokrat

Kompas.com - 11/07/2018, 15:14 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat orasi di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/2/2017). SBY menyampaikan pidato politik dalam rangkaian Dies Natalies ke-15 Partai Demokrat yang diawali Rapimnas.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat orasi di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/2/2017). SBY menyampaikan pidato politik dalam rangkaian Dies Natalies ke-15 Partai Demokrat yang diawali Rapimnas.

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Demokrat baru akan menentukan calon presiden dan calon wakil presiden untuk Pemilihan Presiden 2019 setelah nama calon wakil bagi Joko Widodo dan Prabowo Subianto dirilis secara resmi.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menegaskan, langkah itu bukan berarti Demokrat akan membentuk poros ketiga.

"Bukan, bukan kami akan membentuk poros ketiga. Itu (poros ketiga) belum pasti," ujar Syarief saat dihubungi Kompas.com, Rabu (11/7/2018).

Baca juga: SBY: Saat Ini Demokrat Tidak Punya Calon Presiden

Partai Demokrat hanya ingin melihat peta koalisi dukungan secara lebih lugas.

Sebab, partai politik besutan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut masih menunggu beberapa hal. Antara lain, menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal gugatan presidential threshold jadi 0 persen.

Selain itu, menunggu kadernya, Agus Harimurti Yudhoyono, disambut oleh partai politik lain sebagai calon wakil presiden yang diusung pada Pilpres 2019.

"Kami, kan, punya strategi. Nah, salah satunya itu karena itu semua sudah keputusan partai," lanjut dia.

Baca juga: SBY: Saat Jokowi dan Prabowo Umumkan Cawapres Jadi "Game Changer"

Syarief mengakui, masih ada hal lain yang menjadi pertimbangan mengapa Partai Demokrat memilih menunggu terang peta koalisi Pilpres 2019. Namun, ia menolak membeberkannya.

"Nanti ketahuan ya, enggak mungkinlah saya buka. Yang jelas kemungkinan (untuk berkoalisi dengan kubu Jokowi atau Prabowo) masih ada," ujar dia.

Menurut Syarief, waktu hingga peta koalisi menjadi terang masih cukup lama, yakni sekitar satu bulan lagi. Menurut dia, masih banyak yang mungkin bisa terjadi.

"Pokoknya keputusannya sebelum tanggal 9 Agustus (sehari sebelum penutupan pendaftaran capres dan cawapres oleh KPU)," ujar Syarief.

Baca juga: Ruhut: AHY Mimpi Mau Jadi Presiden, Jadi Menteri Saja Syukur

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya menyatakan, pihaknya belum menentukan siapa capres atau cawapres yang akan diusung pada Pilpres 2019.

Pihaknya menunggu siapa cawapres yang akan mendampingi Jokowi dan Prabowo.

Ketika Jokowi dan Prabowo sudah memutuskan siapa cawapresnya, itu akan jadi momentum Demokrat membuat keputusan.

SBY mengistilahkan Demokrat sebagai game changer.

"Saya sebagai seorang veteran capres, dua kali menjadi capres. Memang yang akan mengubah keadaan nanti ketika Jokowi dan Prabowo mengumumkan siapa cawapresnya. Itu akan menjadi game changer," kata SBY di kediamannya, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (10/7/2018).


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

5 Fakta Kebakaran Mobil di Bandara Juanda, Diduga Korsleting Charger HP hingga Pengakuan Pemilik

5 Fakta Kebakaran Mobil di Bandara Juanda, Diduga Korsleting Charger HP hingga Pengakuan Pemilik

Regional
Puting Beliung Rusak Ratusan Rumah di Bandung Barat, Ini Penjelasan BMKG

Puting Beliung Rusak Ratusan Rumah di Bandung Barat, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Pelaku Pembunuhan Dufi Bawa Ponsel dan Kartu ATM Korban

Pelaku Pembunuhan Dufi Bawa Ponsel dan Kartu ATM Korban

Megapolitan
Pelaku Pembunuhan Dufi Ditangkap di Bantargebang

Pelaku Pembunuhan Dufi Ditangkap di Bantargebang

Megapolitan
Surya Paloh Nilai Pileg dan Pilpres Sama-sama Penting

Surya Paloh Nilai Pileg dan Pilpres Sama-sama Penting

Nasional
Setelah Membunuh CLP, Dua Pelaku Berupaya Melarikan Diri ke Jambi

Setelah Membunuh CLP, Dua Pelaku Berupaya Melarikan Diri ke Jambi

Megapolitan
Surya Paloh: Tidak Salah Target Masuk 3 Besar di Pemilu 2019

Surya Paloh: Tidak Salah Target Masuk 3 Besar di Pemilu 2019

Nasional
Perludem: Penyandang Disabilitas Mental Harus Diberi Hak Pilih dalam Pemilu

Perludem: Penyandang Disabilitas Mental Harus Diberi Hak Pilih dalam Pemilu

Nasional
BIN: 7 Perguruan Tinggi Negeri Terpapar Paham Radikal

BIN: 7 Perguruan Tinggi Negeri Terpapar Paham Radikal

Nasional
BIN Bantah Suap Ormas Demi Bungkam Kritik terhadap Pemerintah

BIN Bantah Suap Ormas Demi Bungkam Kritik terhadap Pemerintah

Nasional
186 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Bandung Barat

186 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Bandung Barat

Regional
Terdapat Bekas Luka Pukulan di Kepala Perempuan yang Tewas di Indekos Mampang

Terdapat Bekas Luka Pukulan di Kepala Perempuan yang Tewas di Indekos Mampang

Megapolitan
Dua Terduga Pelaku Bertamu ke Indekos CLP Sebelum Ditemukan Tewas di Mampang

Dua Terduga Pelaku Bertamu ke Indekos CLP Sebelum Ditemukan Tewas di Mampang

Megapolitan
Terkait Kelompok Radikal, Kasus Penyerangan Pos Lantas Lamongan Dilimpahkan ke Densus 88

Terkait Kelompok Radikal, Kasus Penyerangan Pos Lantas Lamongan Dilimpahkan ke Densus 88

Regional
5 Fakta Buaya Terkam Bocah di Riau, Diserang di Depan Rumah hingga Peringatan BBKSDA

5 Fakta Buaya Terkam Bocah di Riau, Diserang di Depan Rumah hingga Peringatan BBKSDA

Regional

Close Ads X