KPU Minta Polri Segera Tangkap Peretas Situs

Kompas.com - 11/07/2018, 15:05 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman ketika ditemui di hotel Borobudur, Jakarta, Jumat, (15/12/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIRKetua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman ketika ditemui di hotel Borobudur, Jakarta, Jumat, (15/12/2017).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman meminta Polri segera mencari dan menindak tegas pelaku peretasan situs resmi KPU beberapa waktu lalu.

"Kita sudah laporkan ke kepolisian, kita minta itu segera ditangkap," kata Ketua KPU Arief Budiman usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Arief mengatakan, dalam pertemuan dengan Jokowi, ia juga turut melaporkan soal peretasan situs KPU ketika Pilkada Serentak 2018 lalu.

Baca juga: Diserang Hacker, KPU Tutup Laman Rekapitulasi Hasil Pilkada 2018

Ia meminta, Presiden Jokowi membantu mempercepat pencairan anggaran yang diajukan KPU untuk penambahan sarana dan prasarana sistem teknologi informasi.

Selain itu, KPU juga meminta dukungan lembaga pemerintah terkait, mulai dari Polri hingga Badan Siber dan sandi Negara (BSSN).

"Sebetulnya kami punya tim itu tapi jumlah SDM kami terbatas. Misalnya, kami harus monitoring 24 jam. Kalau satu orang bekerja 24 jam terus menerus, ya enggak mungkin. Kami butuh tambahan dukungan tenaga," ucap Arief.

Arief menambahkan, serangan peretas ini sebenarnya tidak akan mengganggu proses rekapitulasi suara.

Baca juga: Situs Diretas, KPU Minta Dukungan Anggaran ke Presiden Jokowi

Sebab, proses rekapitulasi dilakukan secara manual. Hanya, KPU tidak bisa lagi menampilkan hasil rekapitulasi itu di website resminya.

KPU sebelumnya sempat menutup sementara laman infopemilu.kpu.go.id selama perhitungan suara hasil Pilkada Serentak 2018.

Menurut Arief, tak bisa diaksesnya situs KPU itu akan berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat.

Baca juga: Polri Mengaku Sudah Tahu Peretas Situs KPU

"Pemilu ini kan soal bagaimana membangun tingkat kepercayaan itu, kalau tidak percaya, kita kerja apapun ya susah juga meyakinkan orang," kata dia.

Polri sebelumnya memastikan tim sibernya ikut memantau laman infopemilu.kpu.go.id menyusul adanya peretasan yang dilakukan para peretas terhadap sistem di KPU.

"Kami dari Direktorat Siber juga ikut memantau siapa-siapa ini yang main. Kami sudah tahu lah," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X