Kompas.com - 10/07/2018, 18:41 WIB
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla saat acara buka puasa bersama DMI di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Jumat (25/5/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIRKetua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla saat acara buka puasa bersama DMI di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Jumat (25/5/2018).
Penulis Moh Nadlir
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengakui bahwa tidak mudah mengatasi ketimpangan yang ada di Indonesia.

"Ini kita sadari, menerapkan keadilan sosial, mengatasi ketimpangan tidak mudah," ujar Kalla di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Kalla mengatakan, penanganan ketimpangan di negara seperti Indonesia jauh lebih susah dibandingkan negara lain di dunia.

Baca juga: Wapres Kalla Sedih Kepala Daerah Paling Banyak Ditangkap KPK

Pasalnya, Indonesia memiliki penduduk sekitar 260 juta serta terdiri dari ribuan pulau. Situasi itu berbeda dengan negara daratan yang mudah konektivitasnya.

Menurut dia, ketimpangan di dalam negeri bukanlah persoalan baru. Ketimpangan itu telah lama menjadi "bara api" konflik pemberontakan di Indonesia.

"PRRI Permesta memberontak karena merasa daerah kaya tapi sarana rendah, Aceh juga masalah ketimpangan ekonomi," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen untuk menangani ketimpangan yang ada. Ketimpangan perlu diatasi karena juga berdampak pada sosial dan politik.

Salah satu cara mengatasi ketimpangan adalah dengan membangun daerah dari wilayah pinggiran, seperti yang dilakukan pemerintah saat ini.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenang Salim Kancil, Aktivis yang Dibunuh karena Menolak Tambang Pasir

Mengenang Salim Kancil, Aktivis yang Dibunuh karena Menolak Tambang Pasir

Nasional
[POPULER NASIONAL] KPK Tahan Azis Syamsuddin | Profil Azis Syamsuddin

[POPULER NASIONAL] KPK Tahan Azis Syamsuddin | Profil Azis Syamsuddin

Nasional
Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Nasional
Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Nasional
Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Nasional
Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Nasional
Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Nasional
Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Nasional
UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

Nasional
Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

Nasional
Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Nasional
 UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

Nasional
Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

Nasional
UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

Nasional
Jadi Tersangka KPK, Azis Syamsuddin Dinonaktifkan dari Golkar

Jadi Tersangka KPK, Azis Syamsuddin Dinonaktifkan dari Golkar

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.