Beda Sikap soal Capres, Koalisi Gerindra-PKS Bisa Pecah

Kompas.com - 10/07/2018, 16:10 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman (keempat kanan) dan tokoh serta ulama PKS menghadiri acara puncak Milad ke-20 PKS di Sentul Internasional Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/5). Acara Puncak Milad ke-20 PKS yang dihadiri sedikitnya 50 ribu kader dan simpatisan dari berbagai daerah di Indonesia tersebut mengambil tema Ayo Lebih Baik untuk Indonesia Lebih Baik. ANTARA FOTO/Arif firmansyah/ama/18	ARIF FIRMANSYAHKetua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman (keempat kanan) dan tokoh serta ulama PKS menghadiri acara puncak Milad ke-20 PKS di Sentul Internasional Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/5). Acara Puncak Milad ke-20 PKS yang dihadiri sedikitnya 50 ribu kader dan simpatisan dari berbagai daerah di Indonesia tersebut mengambil tema Ayo Lebih Baik untuk Indonesia Lebih Baik. ANTARA FOTO/Arif firmansyah/ama/18
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menyoroti merenggangnya hubungan antara Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut dia, merenggangnya hubungan kedua partai oposisi tersebut terlihat jelas dari perbedaan sikap soal posisi calon presiden yang akan diusung.

Partai Gerindra bersikukuh mengusung ketua umumnya, Prabowo Subianto.

Baca juga: PKS: Koalisi Lebih Setuju Usung Anies Jadi Capres

Sementara itu, PKS mulai membuka opsi untuk mengusung tokoh lain sebagai capres, misalnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Padahal, Gerindra dan PKS ini tidak terpisahkan, tapi akhir-akhir ini agak renggang Gerindra dan PKS. Gerindra lebih dekat ke Demokrat," kata Hendri dalam diskusi di Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Hendri menilai, bisa jadi Prabowo akan memilih Demokrat sebagai rekan koalisi utama.

Prabowo bisa menggandeng Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca juga: Gerindra: Kalau Ingin Calonkan Anies-Aher, Silakan Cari Parpol Pengusung

Menurut dia, Prabowo akan mendapatkan tambahan logistik lebih banyak dengan menggandeng AHY ketimbang calon dari PKS.

"Karena kita tahu Prabowo pasti mempertimbangkan logistik juga," kata Hendri.

Jika Prabowo lebih memilih menggandeng AHY, Hendri meyakini PKS pasti akan menarik diri dari koalisi dengan Gerindra.

Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X