Wapres Kalla Sedih Kepala Daerah Paling Banyak Ditangkap KPK

Kompas.com - 10/07/2018, 11:52 WIB
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika hadir dalam acara Indonesia Development Forum 2018 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (10/7/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIRWakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika hadir dalam acara Indonesia Development Forum 2018 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (10/7/2018).
Penulis Moh Nadlir
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyoroti banyaknya kepala daerah yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus korupsi.

"Kita merasakan kesedihan bahwa akhir-akhir ini yang paling banyak ditangkap KPK adalah pejabat daerah," ujar Kalla di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Menurut Kalla, banyaknya kepala daerah yang ditangkap KPK menunjukkan ada persoalan yang terjadi di daerah.

Persoalan yang dimaksud Kalla adalah kesenjangan.

"Itu juga menyebabkan (kesenjangan), bahwa itu (kesenjangan) juga harus diatasi dengan kejujuran," kata Kalla.

Baca juga: KPK: OTT Kepala Daerah adalah Tragedi

Padahal, kata Kalla, tanpa kejujuran akan sulit mengatasi kesenjangan yang terjadi di daerah.

"Tanpa kejujuran, maka kita tidak bisa mengatasi kesenjangan seperti itu," kata Kalla.

Dengan kondisi tersebut, Kalla berharap, semua pihak bersama-sama mencari solusi untuk mengatasi kesenjangan yang ada.

Baca juga: Jokowi: Tiap Minggu Pasti Ada Kepala Daerah Kena OTT, Saya Sangat Sedih

Meski ia sadar, mewujudkan keadilan sosial dan mengatasi ketimpangan di Indonesia tidaklah mudah.

"Tokoh daerah, pimpinan daerah, mahasiswa, cendekiawan, LSM harus bersatu untuk memberikan inspirasi dan pelaksanaannya untuk kemajuan kita semua," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X