Moeldoko Nilai Dukungan TGB ke Jokowi karena Apresiasi Kinerja Pemerintah - Kompas.com

Moeldoko Nilai Dukungan TGB ke Jokowi karena Apresiasi Kinerja Pemerintah

Kompas.com - 08/07/2018, 15:31 WIB
Moeldoko di sela-sela perayaan ulang tahunnya di Taman Suropati, Jakarta, Minggu (8/7/2018).DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com Moeldoko di sela-sela perayaan ulang tahunnya di Taman Suropati, Jakarta, Minggu (8/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menilai dukungan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang ( TGB) terhadap Presiden Joko Widodo merupakan bentuk apresiasi TGB terhadap kinerja pemerintahan Jokowi.

Menurut Moeldoko, dukungan tersebut merupakan hal yang realistis berdasarkan kinerja Jokowi, terutama dalam hal pembangunan infrastruktur.

"Saya pikir kalau semuanya melihat memahami dan merasakan perkembangan pembangunan Indonesia baik infrastruktur, maupun pembangunan manusia melalui kesehatan, dan pendidikan dan harapan hidup seterusnya, saya pikir harus realistis, kalau memang bagus ya bagus," kata Moeldoko di sela-sela perayaan ulang tahunnya di Taman Suropati, Jakarta, Minggu (8/7/2018).

Moeldoko menilai, kinerja pemerintahan Jokowi yang baik merupakan sebuah kenyataan. Selain itu, kata dia, berbagai program kerja pemerintah sekarang ini bisa dirasakan masyarakat luas.

"Hanya mungkin (TGB) enggak ada kesempatan berbicara tentang keberhasilan Pak Jokowi-JK, kalau ada pasti akan banyak berbicara," ujarnya.

"Tidak mungkin akan disambut seperti itu kalau tidak karena sebuah prestasi. Saya pikir karena prestasi yang dirasakan masyarakat," kata Moeldoko.

Baca juga: Dukung Jokowi di Pilpres, TGB Dinilai Sedang Mengincar Posisi di Tahun 2019

Sebelumnya, Gubernur NTB Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menegaskan, dukungannya kepada Presiden Joko Widodo pada Pemilu 2019 merupakan sikap pribadi.

TGB menepis tudingan bahwa dukungannya terhadap Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

"Tak ada kaitannya dengan apa pun, tak ada urusan dengan pemeriksaan KPK, tidak ada urusan dengan jabatan saya di Demokrat, tidak ada urusan dengan jabatan tertentu atau hal-hal eksternal lain," ujar TGB, Jumat (6/7/2018).

"Ini bagian dari pertangungjawaban saya sebagai anak bangsa seperti halnya Anda semua. Kan kita harus bersuara dan bersikap ketika melihat keadaan yang harus kita sikapi," kata dia.

Mengenai kenapa pernyataan itu ia sampaikan setelah Pilkada 2018, ia mengaku mengambil sikap itu lebih karena kepeduliannya terhadap situasi politik dan persatuan antarumat saat ini.

TGB menegaskan, tidak pernah ada pembicaraan khusus dengan Jokowi. Apalagi terkait jabatan, baik dengan Jokowi atau dengan siapa pun.

Keputusan itu diambilnya setelah empat tahun kepemimpinan Jokowi, dan disampaikannya setelah Pilkada Serentak 2018.

Hal itu karena TGB melihat di beberapa daerah pembelahan sudah terjadi dan sangat riskan untuk persatuan dan kesatuan antarumat.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Close Ads X