Di Reuni Akbar Kopassus, Prabowo Singgung Utang RI dan Pelemahan Rupiah

Kompas.com - 07/07/2018, 18:12 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada acara halalbihalal dan reuni akbar purnawirawan Kopassus di GOR Ciracas, Jakarta, Sabtu (7/7/2018). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANKetua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada acara halalbihalal dan reuni akbar purnawirawan Kopassus di GOR Ciracas, Jakarta, Sabtu (7/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyinggung masalah utang Indonesia. Hal ini dikemukakan Prabowo kala memberikan sambutan pada acara halalbihalal dan reuni akbar purnawirawan Kopassus, Sabtu (7/7/2018).

"Maaf, dengan segala hormat, bangsa ini, negara ini hidupnya dari utang," kata Prabowo di GOR Ciracas, Jakarta, Sabtu.

Menurut mantan Danjen Kopassus tersebut, Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya. Akan tetapi, Indonesia hidup dari utang kepada pihak asing.

Indonesia pun, imbuh Prabowo, harus berutang untuk membayar utang yang sebelumnya. Akan tetapi, hal ini tidak diakui oleh banyak elite.

Baca juga: Prabowo Kenang Diajak Maraton 45 Km dengan Komandannya

"Banyak elite tidak mengakui. Bilangnya utang itu biasa," sebut Prabowo.

Selain itu, ia juga menyoroti permasalahan pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini. Pada tahun 2013 silam, ungkap Prabowo, nilai tukar rupiah berada pada level sekitar Rp 9.000 per dollar AS.

Akan tetapi, pada tahun 2018 ini, nilai tukar rupiah sudah di atas level Rp 14.000. Artinya, kata Prabowo, dalam waktu 5 tahun, masyarakat bertambah miskin sekitar 50 persen.

Baca juga: Reuni Akbar Kopassus Jadi Ajang Dukungan ke Prabowo

"Penghasilan kita setengahnya tidak ada nilainya. Misal pensiun Letjen Rp 4,5 juta, daya belinya cuma Rp 2,5 juta," ungkap Prabowo.

Bukan pertama kalinya Prabowo menyinggung utang luar negeri Indonesia. Beberapa waktu lalu, Prabowo menyatakan bahwa kondisi utang Indonesia sudah membahayakan, bahkan jumlahnya sampai Rp 9.000 triliun.

Kompas TV Ferry Juliantono mengisyaratkan kemungkinan Anies Baswedan maju di Pilpres 2019.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok Masuk Kategori Zona Merah Covid-19

Depok Masuk Kategori Zona Merah Covid-19

Nasional
Keputusan PBNU Tetap Ikut Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Keputusan PBNU Tetap Ikut Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Nasional
Satgas: Tidak 'Lockdown' Bukan Berarti Pemerintah Terapkan 'Herd Immunity'

Satgas: Tidak "Lockdown" Bukan Berarti Pemerintah Terapkan "Herd Immunity"

Nasional
KSAD Pimpin Sertijab 7 Jabatan, dari Pangdam Jaya hingga Pangkostrad

KSAD Pimpin Sertijab 7 Jabatan, dari Pangdam Jaya hingga Pangkostrad

Nasional
Kongres Luar Biasa Gerindra Akan Tetapkan Prabowo Jadi Ketua Umum Lagi

Kongres Luar Biasa Gerindra Akan Tetapkan Prabowo Jadi Ketua Umum Lagi

Nasional
Komisi Kejaksaan Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejagung terhadap Jaksa Pinangki

Komisi Kejaksaan Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejagung terhadap Jaksa Pinangki

Nasional
KSAU Tinjau Pembangunan Satuan Peluru Kendali NASAMS

KSAU Tinjau Pembangunan Satuan Peluru Kendali NASAMS

Nasional
Periksa Nurhadi, KPK Konfirmasi soal Barang-barang yang Disita

Periksa Nurhadi, KPK Konfirmasi soal Barang-barang yang Disita

Nasional
Periksa Bupati Blora, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari PT Dirgantara Indonesia

Periksa Bupati Blora, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari PT Dirgantara Indonesia

Nasional
Tommy Soeharto Keberatan Namanya Dicatut dalam Kepengurusan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Tommy Soeharto Keberatan Namanya Dicatut dalam Kepengurusan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Nasional
Ekonomi Indonesia Terkontraksi, Kemensos Percepat Penyaluran Bansos

Ekonomi Indonesia Terkontraksi, Kemensos Percepat Penyaluran Bansos

Nasional
Sejauh Ini, Kedua Terpidana Kasus Novel Baswedan Belum Dijatuhi Sanksi Etik

Sejauh Ini, Kedua Terpidana Kasus Novel Baswedan Belum Dijatuhi Sanksi Etik

Nasional
Capai Target Bauran Energi 23 Persen, Indonesia Kerja Sama dengan Inggris Luncurkan Program Mentari

Capai Target Bauran Energi 23 Persen, Indonesia Kerja Sama dengan Inggris Luncurkan Program Mentari

Nasional
Jaksa Pinangki Mangkir Panggilan, Komisi Kejaksaan: Atasannya Kirim Surat

Jaksa Pinangki Mangkir Panggilan, Komisi Kejaksaan: Atasannya Kirim Surat

Nasional
Tanggapi Klaim Risma, Satgas Sebut Zonasi Risiko Covid-19 Kewenangan Pusat

Tanggapi Klaim Risma, Satgas Sebut Zonasi Risiko Covid-19 Kewenangan Pusat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X