Reuni Akbar Kopassus Jadi Ajang Dukungan ke Prabowo

Kompas.com - 07/07/2018, 13:11 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada acara halalbihalal dan reuni akbar purnawirawan Kopassus di GOR Ciracas, Jakarta, Sabtu (7/7/2018). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANKetua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada acara halalbihalal dan reuni akbar purnawirawan Kopassus di GOR Ciracas, Jakarta, Sabtu (7/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menghadiri acara halalbihalal dan reuni akbar purnawirawan Korps Baret Merah Kopassus di GOR Ciracas, Jakarta, Sabtu (7/7/2018).

Dalam acara tersebut, para purnawirawan Kopassus mendukung Prabowo dalam pemilihan Presiden 2019.

Ketua panitia acara tersebut, Wardiman, menyatakan pihaknya sangat menghargai kehadiran Prabowo dalam acara reuni akbar tersebut. Mereka pun semangatnya menjadi berkobar karena kehadiran Prabowo.

"Kehadiran Bapak di tengah-tengah kita membuat semangat kami para purnawirawan terus ada," kata Wardiman ketika memberikan sambutan.

Pada kesempatan yanga sama, perwakilan purnawirawan Kopassus Letjen (Purn) Yayat Sudrajat menyatakan, kondisi negara saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Kondisi tersebut dilihat dari banyak aspek kehidupan.

Oleh karena itu, butuh perubahan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Bahkan, Yayat menyerukan kepada para purnawirawan Kopassus untuk mendukung Prabowo sebagai calon Presiden 2019.

"Kita ganti presiden 2019, dan tumbangkan kerbau hitam bermoncong putih, mari kita pilih pimpinan nasional kita dalam konteks strategis nasional dan global, mampu dan berani," sebut Yayat.

Pantauan Kompas.com, Prabowo tiba di lokasi pada pukul 09.45. Adapun acara tersebut dihadiri oleh sekira lebih dari 500 orang yang merupakan anggota Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) yang berada di bawah Partai Gerindra.

Prabowo sendiri merupakan mantan perwira TNI AD. Ia menempuh pendidikan dan karier militer selama 28 tahun.

Pada tahun 1994, Prabowo menjabat sebagai Wakil Komandan Kopassus. Kemudian, pada tahun 1995-1996, ia menjabat sebagai Komandan Kopassus dan pada 1996-1998 sebagai Komandan Jenderal Kopassus.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kursi Terawan yang Kosong di 'Mata Najwa', Kritik, hingga Padatnya Jadwal Sang Menteri

Kursi Terawan yang Kosong di "Mata Najwa", Kritik, hingga Padatnya Jadwal Sang Menteri

Nasional
Legislatif Masuk Kelompok yang Akan Dapat Vaksin Covid-19, Satgas: Kami Masih Kaji

Legislatif Masuk Kelompok yang Akan Dapat Vaksin Covid-19, Satgas: Kami Masih Kaji

Nasional
Idap Beberapa Penyakit, Bapak Ini Rasakan Keuntungan Jadi Peserta JKN-KIS

Idap Beberapa Penyakit, Bapak Ini Rasakan Keuntungan Jadi Peserta JKN-KIS

Nasional
Tersangka Pencabulan Anak Jadi Plt Bupati Buton Utara, Mendagri Diminta Evaluasi

Tersangka Pencabulan Anak Jadi Plt Bupati Buton Utara, Mendagri Diminta Evaluasi

Nasional
Mahfud: Pemerintah Tak Larang Pemutaran Film G30S/PKI, asal...

Mahfud: Pemerintah Tak Larang Pemutaran Film G30S/PKI, asal...

Nasional
Pengangkatan Eks Anggota Tim Mawar Dapat Digugat ke Pengadilan

Pengangkatan Eks Anggota Tim Mawar Dapat Digugat ke Pengadilan

Nasional
Irjen Napoleon Ajukan Gugatan Praperadilan, Polri Klaim Telah Bekerja Profesional

Irjen Napoleon Ajukan Gugatan Praperadilan, Polri Klaim Telah Bekerja Profesional

Nasional
Febri Diansyah Bicara soal Pergulatan Batin, Pentingnya Indepensensi KPK, hingga Kemungkinan Terjun ke Poltik

Febri Diansyah Bicara soal Pergulatan Batin, Pentingnya Indepensensi KPK, hingga Kemungkinan Terjun ke Poltik

Nasional
Minimnya Tes Covid-19 di Indonesia dan Kendala Pelacakan Kontak...

Minimnya Tes Covid-19 di Indonesia dan Kendala Pelacakan Kontak...

Nasional
[POPULER NASIONAL] Kondisi Covid-19 di 9 Provinsi Setelah Ditangani Luhut | Indonesia Dinilai Bisa Beri Jawaban Lebih Elegan kepada Vanuatu

[POPULER NASIONAL] Kondisi Covid-19 di 9 Provinsi Setelah Ditangani Luhut | Indonesia Dinilai Bisa Beri Jawaban Lebih Elegan kepada Vanuatu

Nasional
KPK Perpanjang Penahanan Enam Tersangka Kasus Suap DPRD Jambi

KPK Perpanjang Penahanan Enam Tersangka Kasus Suap DPRD Jambi

Nasional
KPK Dalami Proyek-proyek Tersangka Kasus RTH Bandung

KPK Dalami Proyek-proyek Tersangka Kasus RTH Bandung

Nasional
Simak! Ini 7 Tips Pemulihan Pasien Covid-19 OTG

Simak! Ini 7 Tips Pemulihan Pasien Covid-19 OTG

Nasional
KPK Kembali Sita Tanah Terkait Kasus Pencucian Uang Eks Bupati Nganjuk

KPK Kembali Sita Tanah Terkait Kasus Pencucian Uang Eks Bupati Nganjuk

Nasional
Satgas Covid-19: Swab Antigen Bisa Gantikan Rapid Test Antibodi

Satgas Covid-19: Swab Antigen Bisa Gantikan Rapid Test Antibodi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X