Ketum Muhammadiyah: Jangan Jadikan Masjid Pusat Politik Praktis

Kompas.com - 05/07/2018, 12:29 WIB
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) sekaligus Wakapolri Komjen Pol Syafruddin bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Natsir di Jakarta, Kamis (5/7/2018). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANKetua Dewan Masjid Indonesia (DMI) sekaligus Wakapolri Komjen Pol Syafruddin bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Natsir di Jakarta, Kamis (5/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Natsir mengingatkan agar masjid jangan dijadikan pusat politik praktis dan tidak boleh dipolitisasi.

Muhammadiyah sejak awal menegaskan sikapnya tersebut.

"Muhammadiyah paling depan, sejak dulu untuk mengajak masyarakat tidak menjadikan masjid sebagai pusat politik praktis dan politisasi," kata Haedar di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Menurut Haedar, masjid memang sebuah wahana yang dapat menampung semua orang dengan keragamannya masing-masing.

Baca juga: Bertemu, Ini yang Dibicarakan Wakapolri dan Ketum PP Muhammadiyah

Akan tetapi, terkait politik praktis, hal tersebut bersifat kategoris, yakni apabila tidak memilih salah satu, maka akan memilih yang lain.

Oleh sebab itu, ia menyatakan, masjid tidak sepatutnya dipolitisasi dan menjadi pusat politik praktis.

Namun demikian, sebut Haedar, masjid harus menjadi sarana pendewasaan politik masyarakat.

"Jadikan masjid (sebagai) pusat pencerdasan, pendewasaan, dan pendidikan politik. Ini bedanya," jelas Haedar.

Ia berpandangan, penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat yang tidak tahu politik menjadi melek dan sadar politik.

Namun, pada saat bersamaan masyarakat memiliki keadaban politik. Di sinilah masjid dapat berperan untuk memberikan pendidikan politik.

Akan tetapi, pendidikan politik yang diajarkan haruslah mencerdaskan moral dan tidak berupa politik praktis.

"Dari masjid inilah pendidikan politik berjalan, tapi politik yang mencerdaskan, politik moral, dan bukan pada soal pendidikan politik praktis," sebut Haedar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jika Terpilih Jadi Presiden, Giring Janji Berikan 1 Gadget pada Setiap Siswa di Indonesia

Jika Terpilih Jadi Presiden, Giring Janji Berikan 1 Gadget pada Setiap Siswa di Indonesia

Nasional
Mahfud MD: Rizieq Shihab Kontak Erat Pasien Covid-19, Kami Sesalkan Penolakannya

Mahfud MD: Rizieq Shihab Kontak Erat Pasien Covid-19, Kami Sesalkan Penolakannya

Nasional
Terkait 'Swab Test' Rizieq Shihab, Polri Akan Periksa 4 Direktur RS Ummi Bogor

Terkait "Swab Test" Rizieq Shihab, Polri Akan Periksa 4 Direktur RS Ummi Bogor

Nasional
Paslon Cellica-Aep Siapkan Program Keagamaan untuk Kabupaten Karawang

Paslon Cellica-Aep Siapkan Program Keagamaan untuk Kabupaten Karawang

Nasional
Penangkapan Edhy Prabowo, LP3ES: Seperti Hujan di Tengah Kemarau Panjang

Penangkapan Edhy Prabowo, LP3ES: Seperti Hujan di Tengah Kemarau Panjang

Nasional
Koalisi Masyarakat Sipil Minta Polri Usut Tuntas Aksi Teror di Kabupaten Sigi

Koalisi Masyarakat Sipil Minta Polri Usut Tuntas Aksi Teror di Kabupaten Sigi

Nasional
Di HUT PSI, Jokowi: Indonesia Butuh Lebih Banyak Anak Muda Berani dan Gesit

Di HUT PSI, Jokowi: Indonesia Butuh Lebih Banyak Anak Muda Berani dan Gesit

Nasional
PKS Targetkan Perolehan Suara Minimal 15 Persen pada Pemilu 2024

PKS Targetkan Perolehan Suara Minimal 15 Persen pada Pemilu 2024

Nasional
Sebaran 6.267 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

Sebaran 6.267 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

Nasional
Pasca-aksi Teror di Sigi, Mahfud Minta Pimpinan Umat Beragama Tak Terprovokasi Isu SARA

Pasca-aksi Teror di Sigi, Mahfud Minta Pimpinan Umat Beragama Tak Terprovokasi Isu SARA

Nasional
UPDATE 29 November: Ada 70.792 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 29 November: Ada 70.792 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 29 November: Bertambah 169, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Jadi 16.815 Orang

UPDATE 29 November: Bertambah 169, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Jadi 16.815 Orang

Nasional
UPDATE 29 November: 42.903 Spesimen Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 29 November: 42.903 Spesimen Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE 29 November: Ada 71.658 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 29 November: Ada 71.658 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: 6.267 Kasus Baru Covid-19, Indonesia Kembali Catatkan Rekor

UPDATE: 6.267 Kasus Baru Covid-19, Indonesia Kembali Catatkan Rekor

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X