Nasdem Minta PAN Introspeksi soal Hengkangnya Lucky Hakim

Kompas.com - 04/07/2018, 10:41 WIB
Lucky Hakim ditemui usai sidang di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu (6/9/2017). KOMPAS.com/IRA GITALucky Hakim ditemui usai sidang di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu (6/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Saan Mustopa meminta Partai Amanat Nasional introspeksi terkait hengkanya Lucky Hakim dari PAN lalu bergabung dengan Nasdem.

Menurut Saan, hal itu menunjukkan adanya masalah di internal PAN.

"Kader pindah pasti ada masalah. Jadi lebih baik introspeksi," ucap Saan kepada Kompas.com, Rabu (4/7/2018).

Hal itu disampaikan Saan ketika diminta tanggapan pernyataan Ketua DPP PAN Yandri Susanto soal hengkangnya Lucky Hakim.

Menurut Yandri, Lucky dibajak Nasdem dengan memberi modal uang Rp 2 miliar.

Baca juga: PAN Klaim Kadernya Dibajak Nasdem dan Dimodali Rp 2 Miliar

Saan mengatakan, Lucky mempertaruhkan banyak hal ketika memilih pindah ke Nasdem, salah satunya kehilangan jabatan di DPR.

Saat ini, Lucky merupakan anggota DPR dari Fraksi PAN dari daerah pemilihan Jawa Barat VI.

Menurut Saan, jika hitung-hitungan materi, Lucky pasti lebih nyaman jika tetap bertahan di PAN. Pasalnya, pemilu baru akan digelar 2019.

"Pemilu masih jauh. Kepindahan Lucky Hakim itu ngga bisa diukur materi. Pasti ada persolaan lebih mendasar," ucap Saan.

Ketika ditanya apakah benar imbalan uang Rp 2 miliar untuk Lucky, Saan mengaku tidak tahu.

"Saya belum cek. Itu lebih pas ditanya ke Lucky apakah benar atau tidak," ujar mantan anggota DPR dari Fraksi Demokrat itu.

Baca juga: Raffi Ahmad hingga Rhoma Irama Berencana Jadi Caleg dari PAN

Yandri Susanto sebelumnya mengklaim kadernya Lucky Hakim dibajak oleh Nasdem untuk dicalonkan sebagai anggota legislatif pada Pileg 2019.

Bahkan, Yandri mengklaim, Nasdem memodali Lucky dengan uang sebesar Rp 2 miliar.

"Lucky Hakim Saja ke Nasdem kan. mengundurkan diri karena sudah dikasih DP (down payment) sama Nasdem, si Lucky-nya. Berarti kan Lucky-nya mata duitan juga kan," kata Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/7/2018).

"Setahu saya Rp 2 miliar DP-nya. Kalau dari WA-nya yang disebarkan ke kami itu dia DP Rp 2 miliar, terus nanti dikasih lagi logistik atau apa. Itu pengakuan dari Lucky," lanjut Yandri.

Oleh karena itu, Yandri mengatakan PAN telah mengganti Lucky dari keanggotaannya di Fraksi PAN DPR.

Saat ditanya alasan Lucky pindah dari PAN ke Nasdem, Yandri mengaku belum mengetahui persisnya.

"Ya dalam persaingan partai banyak sekarang ini mereka mungkin ingin istilahnya karbitan, artinya tidak mau susah, cari yang sudah jadi. Tinggal dibajak, disuruh nyalon lagi, dibiayai, yang penting partainya menang. Itu kan dalam teori mereka, faktanya belum tentu," kata Yandri lagi.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi: Bulan ini Curah Hujan Ekstrem, Waspadai Banjir dan Tanah Longsor

Jokowi: Bulan ini Curah Hujan Ekstrem, Waspadai Banjir dan Tanah Longsor

Nasional
Azyumardi Azra: Pembubaran FPI dan HTI Tak Timbulkan Reaksi Keras dari Kelompok Muslim Lain

Azyumardi Azra: Pembubaran FPI dan HTI Tak Timbulkan Reaksi Keras dari Kelompok Muslim Lain

Nasional
Jokowi: Kita Harus Optimistis Awal 2021 Jadi Titik Balik Pandemi di RI

Jokowi: Kita Harus Optimistis Awal 2021 Jadi Titik Balik Pandemi di RI

Nasional
Besok, Kepala Basarnas dan Panglima TNI akan Tinjau Lokasi Bencana di Kalsel dan Mamuju

Besok, Kepala Basarnas dan Panglima TNI akan Tinjau Lokasi Bencana di Kalsel dan Mamuju

Nasional
Banjir Kalsel, Jokowi Perintahkan Kepala BNPB, Panglima TNI, dan Kapolri Kirim Bantuan Secepatnya

Banjir Kalsel, Jokowi Perintahkan Kepala BNPB, Panglima TNI, dan Kapolri Kirim Bantuan Secepatnya

Nasional
2 Petugas dan Seorang Napi Rutan Mamuju Luka akibat Gempa

2 Petugas dan Seorang Napi Rutan Mamuju Luka akibat Gempa

Nasional
Azyumardi Azra: Pembubaran HTI dan FPI Jadi Peristiwa Penting dalam Sejarah Gerakan Islam di Indonesia

Azyumardi Azra: Pembubaran HTI dan FPI Jadi Peristiwa Penting dalam Sejarah Gerakan Islam di Indonesia

Nasional
Kejagung Mulai Penyidikan Kasus Asabri

Kejagung Mulai Penyidikan Kasus Asabri

Nasional
Kebanjiran, 56 Tahanan Rutan Barabai Kalsel Dievakuasi

Kebanjiran, 56 Tahanan Rutan Barabai Kalsel Dievakuasi

Nasional
Firli Pastikan Seluruh Pegawai KPK Dapat Vaksin Covid-19

Firli Pastikan Seluruh Pegawai KPK Dapat Vaksin Covid-19

Nasional
Dirut PLN Temui Pimpinan KPK, Bahas Sertifikasi Tanah hingga 'Whistleblower System'

Dirut PLN Temui Pimpinan KPK, Bahas Sertifikasi Tanah hingga "Whistleblower System"

Nasional
Sempat Jadi Kandidat, Wakapolri Gatot Dukung Listyo Sigit sebagai Calon Kapolri

Sempat Jadi Kandidat, Wakapolri Gatot Dukung Listyo Sigit sebagai Calon Kapolri

Nasional
Pembelaan Arief Budiman Setelah Diberhentikan DKPP dari Jabatan Ketua KPU

Pembelaan Arief Budiman Setelah Diberhentikan DKPP dari Jabatan Ketua KPU

Nasional
Warga Desa Diminta Tetap Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan Setelah Vaksinasi Covid-19

Warga Desa Diminta Tetap Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan Setelah Vaksinasi Covid-19

Nasional
Presiden Jokowi Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

Presiden Jokowi Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X