Kapal Pembawa TKI Ilegal Karam di Perairan Malaysia, 17 Orang Hilang - Kompas.com

Kapal Pembawa TKI Ilegal Karam di Perairan Malaysia, 17 Orang Hilang

Kompas.com - 03/07/2018, 21:04 WIB
Kapal tenggelam.Thinkstock Kapal tenggelam.

BATAM, KOMPAS.com - Sebanyak 17 orang Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) yang menjadi korban kapal karam di Perairan Johor, Malaysia hingga Selasa (3/7/2018) malam belum ditemukan.

"Diduga 17 orang masih hilang belum diketahui statusnya," kata Ketua Satgas Perlindungan WNI Konsulat Jenderal RI Johor Bahru Malaysia, Marsianda, dalam pesan singkat yang diterima Antara, Selasa. 

Berdasarkan data yang diterimanya, 25 orang dinyatakan selamat dan dua orang meninggal dunia.

"Korban meninggal satu lelaki dan satu perempuan," katanya.

Baca juga: Viral, Video Detik-detik Kapal Feri Tenggelam di Selayar yang Direkam Penumpang

Sebelumnya, Antara dari Kuala Lumpur melaporkan, satu perahu atau bot pancung yang membawa 44 orang TKI ilegal karam di 6,5 mil laut dari Tanjung Punggai, Pengerang, Johor, Malaysia, Minggu (1/7) malam.

Peristiwa itu diduga terjadi kira-kira pukul 24.00 waktu setempat. Saat itu, perahu dinaiki 44 orang, termasuk tekong. Perahu dalam perjalanan dari Batam untuk memasuki Malaysia melalui Tanjung Penawar.

Baca juga: Uang Rp 30 Miliar Tenggelam Bersama Kapal Feri di Selayar untuk Gaji Ke-13 PNS

Wakil Direktur Operasi Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Johor Kapten Maritim, Sanifah Yusof, mengatakan pihaknya menerima informasi pada pukul 04.45 pagi. SAR lalu melakukan operasi dengan melibatkan 144 anggota dari Polisi Laut, Jabatan Bomba, dan Penyelamat, Tentara Laut Diraja Malaysia, serta Angkatan Pertahanan Umum.

"APMM menerima panggilan darurat dari rig minyak yang bersebelahan Tanjung Punggai yang menekan dua korban selamat setelah mereka berhasil berenang ke rig minyak tersebut," katanya.

Pihaknya percaya kejadian kapal karam ini disebabkan cuaca dan kelebihan muatan. Mereka akan dikenai Akta Anti Pedagangan Orang dan Anti Penyeludupan Migran (ATIPSOM) 2007 serta Akta Imigrasi 1959/63.

Kompas TV Untuk mengenang para korban, pemerintahan Kabupaten Simalungun akan membangun sebuah monumen di depan Dermaga Tigaras.


Komentar
Close Ads X