Di Depan Ketua Bawaslu, Airlangga Klaim Golkar Usung Caleg Berintegritas

Kompas.com - 02/07/2018, 20:00 WIB
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (2/7/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOKetua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (2/7/2018).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan bahwa partainya akan mengusung calon anggota legislatif yang berintegritas pada Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) 2019.

Hal itu ia ungkapkan saat memberikan pernyataan pers seusai menggelar pertemuan secara tertutup dengan Ketua Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Abhan di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (2/7/2018).

"Kami siapkan caleg yang berintegritas. Partai Golkar sudah bawa tagline 'Golkar Bersih'. Kami sampaikan kepada pada para caleg, artinya kami mengusung caleg yang berintegritas," ujar Airlangga.

Baca juga: Bertemu Ketum Golkar, Ketua Bawaslu Imbau Parpol Tak Usung Caleg Eks Koruptor

Menurut Airlangga, Partai Golkar mewajibkan seluruh calegnya untuk menandatangani pakta integritas.

Selain itu, Golkar juga menelusuri jejak rekam caleg yang mendaftar. Penelusuran termasuk kepada kemungkinan pernah terlibat dalam kasus korupsi. 

"Partai Golkar seluruh fungsionarisnya sudah persiapkan namanya pakta integritas. Bagi Partai Golkar persoalan itu sudah selesai," kata Airlangga.

Kendati demikian, Airlangga tidak menjawab secara tegas saat ditanya sikap partainya mengenai pelarangan pencalonan mantan narapidana kasus korupsi sebagai calon anggota legislatif pada Pileg 2019.

Pelarangan tersebut tercantum dalam Peraturan KPU (PKPU) No. 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi dan Kota.

"Kalau di Partai Golkar itu bukan hal yang diutamakan, Partai Golkar kan utamakan bersih dan integritas," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Abhan mengimbau agar Partai Golkar tidak mencalonkan mantan narapidana kasus korupsi sebagai calon anggota legislatif (caleg).

"Imbauan moral kami kepada partai politik yang kami kunjungi hari ini agar dalam pencalonan ini nantinya tidak mengusung atau mencalonkan mantan narapidana korupsi dan tindak pidana yang telah diatur jelas undang-undang," ujar Abhan saat memberikan keterangan seusai pertemuan.

Baca juga: Bawaslu Persilakan Parpol Usung Eks Napi Koruptor Jadi Caleg

Selain itu, Abhan mengimbau agar setiap bakal caleg tidak melakukan praktik politik uang selama tahap pendaftaran dan kampanye.

Ia pun meminta partai politik mengikuti seluruh mekanisme pendaftaran agar di kemudian hari tidak muncul sengketa.

Abhan berharap penyelenggaraan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang berjalan lancar, berintegritas dan bermartabat.

"Ini upaya pencegahan kami agar tidak nanti banyak sengketa. Kalau banyak sengketa kami disibukkan persoalan menyelsaikan persoalan sengketa proses, nanti pengawasannya bisa capek," kata Abhan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X