Sempat Hilang Pasca-Penembakan KKB, Satu Polisi Dinyatakan Gugur - Kompas.com

Sempat Hilang Pasca-Penembakan KKB, Satu Polisi Dinyatakan Gugur

Kompas.com - 02/07/2018, 11:00 WIB
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) memberi keterangan pada wartawan usai meninjau rutan cabang Salemba Mako Brimob Kelapa Dua pasca kerusuhan di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018). ANTARA/Indrianto Eko Suwarso Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) memberi keterangan pada wartawan usai meninjau rutan cabang Salemba Mako Brimob Kelapa Dua pasca kerusuhan di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengungkapkan, satu dari dua anggota Polri yang sempat hilang di Distrik Torere, Kabupaten Puncakjaya telah ditemukan.

Kedua polisi itu hilang setelah speedboat yang ditumpanginya diberondong tembakan oleh kelompok bersenjata. Saat itu mereka sedang membawa surat suara hasil pencoblosan Pilkada Serentak 2018.

"Satu sudah ketemu kondisinya gugur, yang bersangkutan senjatanya belum ketemu," ujar Kapolri di  TMP Kalibata, Jakarta, Senin (2/7/2018).

Kapolri menyampaikan, satu anggota Polri yang gugur tersebut ditemukan di sungai yang lokasinya cukup jauh dari tempat kejadian penembakan. Namun, Kapolri tidak menyebut siapa nama polisi yang gugur tersebut.

Baca juga: "Speedboat" Bawa Surat Suara Pilkada Ditembak, Dua Polisi Masih Hilang

Kapolri lantas menyampaikannya rasa duka atas gugurnya satu anggota Polri saat bertugas mengawal pesta demokrasi di Papua tersebut.

Sebelumnya, kelompok bersenjata menembaki speedboat pembawa surat suara hasil pencoblosan Pilkada di Distrik Torere, Kabupaten Puncakjaya, Papua pada Rabu (27/6/2018).

Akibatnya, satu kepala distrik setempat tewas. Sementara itu dua anggota Polri sempat dinyatakan hilang karena berusaha menyelamatkan diri dengan cara terjun ke sungai.


Terkini Lainnya

'Becak Banyak Dikritik Tak Manusiawi, Sekarang Mau Diaktifkan Lagi'

"Becak Banyak Dikritik Tak Manusiawi, Sekarang Mau Diaktifkan Lagi"

Megapolitan
Gugat Praperadilan, Tiga LSM Minta KPK Usut Perusakan Barang Bukti

Gugat Praperadilan, Tiga LSM Minta KPK Usut Perusakan Barang Bukti

Nasional
Buntut Sanksi PSSI, Bobotoh Persib Bandung Sampaikan Tuntutan ke DPRD

Buntut Sanksi PSSI, Bobotoh Persib Bandung Sampaikan Tuntutan ke DPRD

Regional
4 Fakta Perusakan Sedekah Laut di Bantul, 9 Orang Diperiksa hingga Makna Sedekah Laut

4 Fakta Perusakan Sedekah Laut di Bantul, 9 Orang Diperiksa hingga Makna Sedekah Laut

Regional
Dianggap Tak Hormati Lagu Kebangsaan saat 'Online', Perempuan di China Ditahan

Dianggap Tak Hormati Lagu Kebangsaan saat "Online", Perempuan di China Ditahan

Internasional
OTT Pejabat Pemkab Bekasi, KPK Tangkap Pihak Swasta di Surabaya

OTT Pejabat Pemkab Bekasi, KPK Tangkap Pihak Swasta di Surabaya

Nasional
Polri: Pilpres 2019, Anggota Tidak Boleh Foto dengan Paslon

Polri: Pilpres 2019, Anggota Tidak Boleh Foto dengan Paslon

Nasional
Truk Bawa Penumpang dan Pakan Ternak Terguling, 4 Orang Meninggal

Truk Bawa Penumpang dan Pakan Ternak Terguling, 4 Orang Meninggal

Regional
Tahanan Polres Mimika yang Tewas Sudah 2 Kali Coba Gantung Diri

Tahanan Polres Mimika yang Tewas Sudah 2 Kali Coba Gantung Diri

Regional
Ketua DPR: Peluru Nyasar dari Lapangan Tembak Perbakin

Ketua DPR: Peluru Nyasar dari Lapangan Tembak Perbakin

Nasional
Senin Ini Pendaftaran Ditutup, Berikut 'Update' Jumlah Pelamar CPNS

Senin Ini Pendaftaran Ditutup, Berikut "Update" Jumlah Pelamar CPNS

Nasional
Program Naturalisasi Sungai Gubernur DKI Dinilai Tak Terlihat di Lapangan

Program Naturalisasi Sungai Gubernur DKI Dinilai Tak Terlihat di Lapangan

Megapolitan
Uang Lebih dari Rp 1,5 Miliar dalam OTT Pejabat di Bekasi Diduga Bukan yang Pertama

Uang Lebih dari Rp 1,5 Miliar dalam OTT Pejabat di Bekasi Diduga Bukan yang Pertama

Nasional
Kemendikbud Buka Rekrutmen Kepala Sekolah dan Guru di Luar Negeri

Kemendikbud Buka Rekrutmen Kepala Sekolah dan Guru di Luar Negeri

Edukasi
Buya Syafii: Agama Tak Bisa Pisah dari Politik, Tapi Jangan Jadi Kendaraan Politik

Buya Syafii: Agama Tak Bisa Pisah dari Politik, Tapi Jangan Jadi Kendaraan Politik

Nasional
Close Ads X