Pembukaan Asian Games, Istana Benarkan Jokowi Undang Kim Jong Un dan Moon Jae In

Kompas.com - 28/06/2018, 21:05 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In di kawasan demiliterisasi Panmunjom pada Sabtu (26/5/2018). Twitter/Cheong Wa DaePemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In di kawasan demiliterisasi Panmunjom pada Sabtu (26/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo berencana mengundang pimpinan Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae In menghadiri pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta.

"Betul, Presiden Jokowi memang berkeinginan mengundang Presiden Korea Utara dan Korea Selatan untuk menghadiri pembukaan Asian Games," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo melalui sambungan telepon, Kamis (28/6/2018).

Meski demikian, Johan menampik Istana Kepresidenan telah mengirimkan surat undangan kepada kedua tokoh itu.

Menurut Johan, keinginan tersebut sedang dimatangkan oleh Kementerian Luar Negeri.

Baca juga: Jokowi Tampik Isu Investasi Indonesia Hanya untuk China, Korea, dan Jepang

Johan juga membenarkan bahwa keinginan Presiden Jokowi tersebut sudah dikomunikasikan dengan Kementerian Luar Negeri Korea Utara dan Korea Selatan.

"Sudah ada pembicaraan ke arah situ melalui Kemenlu masing-masing, dengan kedutaan besarnya juga," ujar Johan.

Soal kepastian apakah Kim Jong Un dan Moon Jae In akan memenuhi undangan itu, Johan tidak bisa memastikannya.

"Yang penting penjajakan itu sudah dimulai ya. Tapi penjajakannya sejak kapan dilakukan saya tepatnya kurang tahu," ujar Johan.

Undangan Presiden Jokowi tersebut pertama kali beredar melalui surat kabar di Korea, beberapa waktu lalu.

Apabila kedua tokoh tersebut memenuhi undangan Presiden Jokowi, pertemuan Kim dan Moon adalah pertemuan antar-Korea pertama yang diselenggarakan di luar wilayah Semenanjung Korea.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayoritas Masyarakat Ingin Calon Kepala Daerah Pelanggar Protokol Kesehatan Didiskualifikasi

Mayoritas Masyarakat Ingin Calon Kepala Daerah Pelanggar Protokol Kesehatan Didiskualifikasi

Nasional
Partai Demokrat Minta Polisi Jangan Bertindak Berlebihan Terhadap Demonstran

Partai Demokrat Minta Polisi Jangan Bertindak Berlebihan Terhadap Demonstran

Nasional
Survei IPI: Mayoritas Setuju Aparat Semena-mena Terhadap yang Berseberangan Secara Politik

Survei IPI: Mayoritas Setuju Aparat Semena-mena Terhadap yang Berseberangan Secara Politik

Nasional
FSGI Ungkap Alasan Beri Nilai 55 untuk Program PJJ Nadiem Makarim

FSGI Ungkap Alasan Beri Nilai 55 untuk Program PJJ Nadiem Makarim

Nasional
Polisi Cari Pengendali Penyelundupan Senpi ke KKB di Papua

Polisi Cari Pengendali Penyelundupan Senpi ke KKB di Papua

Nasional
Survei IPI: 73,8 Persen Setuju Masyarakat Makin Sulit Berunjuk Rasa

Survei IPI: 73,8 Persen Setuju Masyarakat Makin Sulit Berunjuk Rasa

Nasional
Disorot, Bawaslu Daerah Loloskan Mantan Koruptor meski Belum Penuhi Masa Tunggu Pidana

Disorot, Bawaslu Daerah Loloskan Mantan Koruptor meski Belum Penuhi Masa Tunggu Pidana

Nasional
FSGI: Kami Beri Nilai 100 untuk Program Penghapusan UN

FSGI: Kami Beri Nilai 100 untuk Program Penghapusan UN

Nasional
UPDATE 25 Oktober: 2 Provinsi Tak Ada Kasus Baru, DKI Tertinggi

UPDATE 25 Oktober: 2 Provinsi Tak Ada Kasus Baru, DKI Tertinggi

Nasional
Hari Dokter Nasional, Ayo Bantu Garda Terdepan Lewat Gerakan 3M

Hari Dokter Nasional, Ayo Bantu Garda Terdepan Lewat Gerakan 3M

Nasional
UPDATE 25 Oktober: 168.918 Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 25 Oktober: 168.918 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Ini Kekurangan Bantuan Kuota Internet dari Kemendikbud Versi FSGI

Ini Kekurangan Bantuan Kuota Internet dari Kemendikbud Versi FSGI

Nasional
Survei IPI: Mayoritas Anggap Indonesia Kurang Demokratis

Survei IPI: Mayoritas Anggap Indonesia Kurang Demokratis

Nasional
UPDATE 25 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 62.649

UPDATE 25 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 62.649

Nasional
UPDATE 25 Oktober: Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa Capai 4.327.144

UPDATE 25 Oktober: Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa Capai 4.327.144

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X