Pilkada Susulan 2 Kabupaten di Papua Tergantung Analisis Polri

Kompas.com - 28/06/2018, 18:31 WIB
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAKepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto
Penulis Yoga Sukmana
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Gelaran Pilkada Serentak nyatanya tidak digelar di 171 daerah. Sebab ada dua kabupaten yang batal menggelar pemungutan suara akibat faktor keamanan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, kelanjutan pemungutan suara di dua kabupaten itu masih menunggu keputusan penilaian keamanan dari Polri.

"Situasi keamanan harus terjamin dulu, harus aman, baru bisa dilaksanakan," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Baca juga: Polri: Kelompok Bersenjata Ingin Ganggu Pilkada di Papua

Dua kabupaten yang batal menggelar pemungutan suara yaitu  Kabupaten Paniai dan Kabupaten Nduga.

Di Kabupaten Paniai, pemungutan suara batal digelar 27 Juni 2018 akibat adanya situasi tak kondusif karena konflik di tengah masyarakat terkait keputusan KPU setempat.

Sementara di Nduga, pemungutan suara tidak bisa digelar karena adanya gangguan keamanan yakni penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Baca juga: Kapolri Minta Brimob Bersiap ke Papua Buru KKB

"Sementara kami masih melakukan pengejaran, secepat mungkin kami koordinasikan dengan penyelenggara Pemilu," kata Setyo.

Untuk memburu kelompok tersebut, sejumlah personel dari Jakarta pun diterjunkan. Pada Rabu (27/6/2017) kata Setyo, tambahan pasukan itu sudah berangkat ke Papua.

Sementara itu Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memerintahkan Komandan Korps Brimob menyiapkan anggotanya berangkat ke Papua memburu kelompok bersenjata.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X