Kompas.com - 28/06/2018, 15:02 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Andre Rosiade menanggapi mundurnya Kepala BPIP Yudi Latif, di Bakoel Coffie, Jakarta, Jumat (8/6/2018). KOMPAS.com/Reza JurnalistonWakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Andre Rosiade menanggapi mundurnya Kepala BPIP Yudi Latif, di Bakoel Coffie, Jakarta, Jumat (8/6/2018).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menganggap mesin partainya semakin kuat. Andre berkaca pada hasil sementara Pilkada Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Sebab, tampak dari perhitungan cepat, perolehan suara kandidat yang diusung Gerindra di Jawa Barat dan Jawa Tengah mampu membalikan prediksi lembaga survei.

Berdasarkan hitung cepat Litbang Kompas pada Pilkada Jawa Barat, suara pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang diusung Gerindra, PKS, dan PAN secara mengejutkan mendekati pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum yang berada di posisi satu. 

Padahal, sejumlah lembaga survei memprediksi Sudrajat-Syaikhu berada di posisi ketiga. Sementara pada hitung cepat pasangan nomor urut tiga itu berada di posisi dua. 

Baca juga: SBY Duga Faktor Asal Bukan Pendukung Jokowi Angkat Suara Sudrajat-Syaikhu

Sudrajat-Syaikhu memperoleh 29,53 persen suara. Sementara Ridwan-Uu 32,54 persen. 

Di Jawa Tengah, Sudirman Said-Ida Fauziyah yang diusung Gerindra, PKS, PAN dan PKB memperoleh 41,66 persen. Padahal, beberapa lembaga survei memprediksi suara pasangan ini mendapat tak lebih dari 25-30 persen.

"Hasil Pilkada Serentak 2018 melihat mesin Gerindra, PKS, PAN bekerja efektif baik dibandingkan mesin PDI-P. Ini menunjukkan kami siap nenghadapi pertarungan Pilpres 2019 karena pilkada serentak kalau dianggap semifinal, 2019 nanti grand final," kata Andre saat dihubungi, Kamis (28/6/2018).

Namun, ia mengatakan, Gerindra tak cepat puas dengan kinerja mesin partai di Pilkada Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Ia mengatakan, partai besutan Prabowo Subianto itu akan terus meningkatkan kinerja mesin partai untuk menyongsong Pemilu 2019.

Baca juga: Sudrajat-Syaikhu Yakin Menang Pilkada Versi KPU, Ini Komentar Ridwan Kamil

"Kami evaluasi, mesin kami, setelah kami perbaiki dan memvangun infrastruktur partai dengan pelatihan kader, alhamdulillah sudah on the track. Dan kami meyakini mesin kami siap untuk bertempur di Pilpres 2019 untuk tetap mengusung Prabowo (Subianto) sebagai capres," lanjut dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 23 April: Ada 65.421 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 23 April: Ada 65.421 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
BRGM Rehabilitasi Mangrove di 9 Provinsi, Habiskan Rp 1,5 Triliun

BRGM Rehabilitasi Mangrove di 9 Provinsi, Habiskan Rp 1,5 Triliun

Nasional
BMKG Ungkap Perubahan Iklim Bikin Frekuensi dan Intensitas Hujan Semakin Tinggi

BMKG Ungkap Perubahan Iklim Bikin Frekuensi dan Intensitas Hujan Semakin Tinggi

Nasional
UPDATE 23 April: 44.346 Orang di Indonesia Meninggal akibat Covid-19

UPDATE 23 April: 44.346 Orang di Indonesia Meninggal akibat Covid-19

Nasional
Soal Peringatan Dini Bencana, BMKG Tekankan Kearifan Lokal Jangan Tunggu Sirine Tsunami

Soal Peringatan Dini Bencana, BMKG Tekankan Kearifan Lokal Jangan Tunggu Sirine Tsunami

Nasional
UPDATE: Tambah 5.920 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini Ada 1.487.369

UPDATE: Tambah 5.920 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini Ada 1.487.369

Nasional
Anggota Komisi IX: Wajar Kita Larang Masuk WNA, Hal yang Sama Pernah Kita Rasakan

Anggota Komisi IX: Wajar Kita Larang Masuk WNA, Hal yang Sama Pernah Kita Rasakan

Nasional
MKD DPR Tunggu Laporan Terkait Azis Syamsuddin yang Disebut di Kasus Suap Penyidik KPK

MKD DPR Tunggu Laporan Terkait Azis Syamsuddin yang Disebut di Kasus Suap Penyidik KPK

Nasional
MAKI Nilai KPK Punya Tantangan Buktikan Pimpinan DPR Azis Syamsuddin Terlibat Suap Penyidik KPK

MAKI Nilai KPK Punya Tantangan Buktikan Pimpinan DPR Azis Syamsuddin Terlibat Suap Penyidik KPK

Nasional
UPDATE: Tambah 5.436, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.632.248 Orang

UPDATE: Tambah 5.436, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.632.248 Orang

Nasional
Peran Azis Syamsuddin dalam Kasus Dugaan Suap Penanganan Perkara: Pertemukan Wali Kota Tanjung Balai dengan Penyidik KPK

Peran Azis Syamsuddin dalam Kasus Dugaan Suap Penanganan Perkara: Pertemukan Wali Kota Tanjung Balai dengan Penyidik KPK

Nasional
Fraksi Gerindra: Bansos Tunai Sebaiknya Ditambah, Bukan Dihentikan

Fraksi Gerindra: Bansos Tunai Sebaiknya Ditambah, Bukan Dihentikan

Nasional
Beda Larangan Mudik Lebaran dan Pengetatan Perjalanan

Beda Larangan Mudik Lebaran dan Pengetatan Perjalanan

Nasional
DD Tekno Jamin Biaya Kematian dan Pemulasaraan Mitra Dompet Dhuafa

DD Tekno Jamin Biaya Kematian dan Pemulasaraan Mitra Dompet Dhuafa

Nasional
Ditjen Imigrasi Segera Terbitkan SE soal Larangan WN India Masuki Indonesia

Ditjen Imigrasi Segera Terbitkan SE soal Larangan WN India Masuki Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X