Kompas.com - 27/06/2018, 21:28 WIB
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto didampingi sejumlah kadernya melakukan konferensi pers terkait Pilkada Serentak 2018 di gedung DPP Golkar, Jakarta, Senin (25/6/2018) DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comKetua Umum Golkar Airlangga Hartarto didampingi sejumlah kadernya melakukan konferensi pers terkait Pilkada Serentak 2018 di gedung DPP Golkar, Jakarta, Senin (25/6/2018)
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, partainya semakin percaya diri dengan hasil Pilkada Serentak 2018.

Airlangga mengatakan, Partai Golkar merasa percaya diri dengan kemenangan di sembilan provinsi dari 17 provinsi di mana Golkar mengusung dan mendukung pasangan calon.

"Tentunya kemenangan di berbagai daerah ini menambah kepercayaan diri dari Partai Golkar, dari struktur Partai Golkar, baik itu di daerah-daerah di kabupaten dan kecamatan," kata Airlangga di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar DKI Jakarta, Rabu (27/6/2018).

Airlangga menambahkan, hasil tersebut membuat Partai Golkar semakin semangat menghadapi Pemilu 2019.

Baca juga: Golkar Anggap Suara Oposisi di Pilkada Tak Ancam Koalisi Jokowi

Ia menyatakan, hasil sementara ini merupakan modal bagi Golkar untuk menghadapi Pemilu 2019.

"Ini merupakan modal awal dan masih ada waktu bagi kami untuk bekerja. Tetapi ini bisa dikatakan dari Partai Golkar (sebagai persiapan) menuju kejuaraan di bulan April tahun depan," kata Airlangga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Partai Golkar sebelumnya mengklaim unggul di sembilan provinsi dalam Pilkada Serentak 2018.

Hal itu disampaikan Airlangga dalam konferensi pers menyikapi hasil hitung cepat beberapa lembaga survei pada Pilkada Serentak 2018.

"Terkait dengan hasil yang dicapai sampai saat ini berdasarkan berbagai quick count beberapa daerah, yang diindikasikan calon yang diusung Partai Golkar memenangkan pilkada," kata Airlangga.

"Partai Golkar mengusung bersama partai-partai lain menang, adalah Sumatera Utara, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Maluku Utara, Papua, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara," tuturnya.

Kompas TV Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel 2018 diikuti empat pasang calon.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Eksekusi Eks Bupati Bengkalis Amril Mukminin ke Rutan Pekanbaru

KPK Eksekusi Eks Bupati Bengkalis Amril Mukminin ke Rutan Pekanbaru

Nasional
Rapat soal Sanksi WADA, Jokowi Minta LADI Direformasi Total

Rapat soal Sanksi WADA, Jokowi Minta LADI Direformasi Total

Nasional
Dugaan Suap Infrastruktur di Musi Banyuasin, KPK Geledah 4 Lokasi

Dugaan Suap Infrastruktur di Musi Banyuasin, KPK Geledah 4 Lokasi

Nasional
Ini Syarat Naik Pesawat untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Ini Syarat Naik Pesawat untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Nasional
Sindir Balik Sekjen PDI-P, Politisi Demokrat: Mungkin Hidup di Alam Mimpi

Sindir Balik Sekjen PDI-P, Politisi Demokrat: Mungkin Hidup di Alam Mimpi

Nasional
Pemerintah Akan Uji Coba Kehadiran Penonton di Liga 1 dan Liga 2

Pemerintah Akan Uji Coba Kehadiran Penonton di Liga 1 dan Liga 2

Nasional
TNI dan Polri Diharapkan Terus Bersinergi

TNI dan Polri Diharapkan Terus Bersinergi

Nasional
Partai Ummat Kritik 7 Tahun Pemerintahan Jokowi: Cenderung Represif, Oligarki Mengental

Partai Ummat Kritik 7 Tahun Pemerintahan Jokowi: Cenderung Represif, Oligarki Mengental

Nasional
Periksa 7 Saksi, KPK Dalami Penerimaan Uang Bupati Nonaktif Probolinggo dan Suami Terkait Pengangkatan Pj Kades

Periksa 7 Saksi, KPK Dalami Penerimaan Uang Bupati Nonaktif Probolinggo dan Suami Terkait Pengangkatan Pj Kades

Nasional
Ini Aturan Terbaru Penerbangan Domestik yang Berlaku Mulai 24 Oktober 2021

Ini Aturan Terbaru Penerbangan Domestik yang Berlaku Mulai 24 Oktober 2021

Nasional
Mahfud Sebut Keluarga Nasabah yang Bunuh Diri akibat Pinjol Ilegal Tetap Ditagih dan Diteror

Mahfud Sebut Keluarga Nasabah yang Bunuh Diri akibat Pinjol Ilegal Tetap Ditagih dan Diteror

Nasional
Gerindra Sebut 12 Provinsi Dukung Prabowo Kembali Maju pada Pilpres 2024

Gerindra Sebut 12 Provinsi Dukung Prabowo Kembali Maju pada Pilpres 2024

Nasional
Lili Pintauli Dinilai Harus Disanksi Undur Diri jika Laporan Novel Baswedan Terbukti

Lili Pintauli Dinilai Harus Disanksi Undur Diri jika Laporan Novel Baswedan Terbukti

Nasional
Partai Ummat Targetkan Pemilih dari Loyalis Amien Rais dan Generasi Milenial

Partai Ummat Targetkan Pemilih dari Loyalis Amien Rais dan Generasi Milenial

Nasional
Kasus Suap Izin HGU di Kuangsing, KPK Geledah 3 Lokasi di Pekanbaru

Kasus Suap Izin HGU di Kuangsing, KPK Geledah 3 Lokasi di Pekanbaru

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.