Menang Versi Quick Count, Khofifah-Emil Unggul di Mayoritas Wilayah Jatim

Kompas.com - 27/06/2018, 19:41 WIB
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa tersenyum mendampingi KH Sholahuddin Wahid di kediamannya. Gus Sholah adalah salah satu kiai yang menyokong dan mendorong Khofifah maju di Pilgub Jawa Timur 2018. KOMPAS.com/Ghinan SalmanCalon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa tersenyum mendampingi KH Sholahuddin Wahid di kediamannya. Gus Sholah adalah salah satu kiai yang menyokong dan mendorong Khofifah maju di Pilgub Jawa Timur 2018.
Penulis Moh Nadlir
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak memenangkan Pilkada Jawa Timur 2018 berdasarkan versi hitung cepat atau quick count Indikator Politik Indonesia.

Pasangan yang didukung Partai Demokrat, Partai Nasdem, PAN, Partai Hanura, Partai Golkar, PPP itu mayoritas unggul di wilayah Jatim, antara lain Tuban, Bojonegoro, Ngawi, Ponorogo, Pacitan.

Selain itu, Trenggalek, Tulungagung, Kota Kediri, Jombang, Lamongan, Kota Surabaya, Sidoarjo, Kabupaten/Kota Probolinggo.

Khofifah-Emil juga unggul di Jember, Pamekasan, Sumenep, Sampang, Gresik, Bondowoso, Kabupaten/Kota Madiun, Nganjuk, Kota Kediri.

"Dulu Khofifah unggul di semua Madura, sekarang tinggal di Pamekasan dan Sumenep. Dulu basis Khofifah di Madura," ujar Direktur Riset Indikator Politik Indonesia, Adam Kamil di kantornya, Jakarta, Rabu (27/6/2018).

Baca juga: INFOGRAFIK Quick Count Litbang Kompas Pilkada Jatim Data 100 Persen: Khofifah-Emil Unggul

Sedangkan, pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno yang didukung PDI-P, Gerindra, PKB dan PKS unggul di sebagian wilayah Jatim antara lain, Kabupaten/Kota Mojokerto, Magetan, Bangkalan, Sampang.

Kemudian, Kabupaten/Kota Blitar, Magetan, Tulungagung, Kabupaten/Kota Malang, Kota Batu, Lumajang dan Banyuwangi.

"Wilayah timur, itu Gus Ipul unggul," ujar Adam.

Berdasarkan data quick count Indikator Politik Indonesia yang masuk sebesar 100,00 persen, Khofidah-Emil pun memperoleh suara 53,63 persen.

Sementara pasangan Gus Ipul-Puti memperoleh suara 46,37 persen.

Indikator Politik Indonesia mengambil 300 sampel TPS. Adapun margin of error kurang lebih 1,32 persen, dengan partisipasi pemilih sebesar 62,05 persen.

"Selisihnya sekitar 7 persen, dengan selisih ini berdasarkan hasil quick count Khofidah-Emil unggul di Pilkada Jatim," kata Adam.

Angka ini bukan hasil penghitungan resmi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan rekapitulasi hasil suara hingga 9 Juli 2018.

Hasil penghitungan resmi akan diumumkan KPU setelah rekapitulasi selesai.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mensos Tegaskan Tak Semua Masyarakat Berpendapatan Rendah Terima Bantuan Usaha

Mensos Tegaskan Tak Semua Masyarakat Berpendapatan Rendah Terima Bantuan Usaha

Nasional
PSKH: Prolegnas Prioritas 2021 Utamakan Penanganan Pandemi dan Memperkuat Demokrasi

PSKH: Prolegnas Prioritas 2021 Utamakan Penanganan Pandemi dan Memperkuat Demokrasi

Nasional
KPK Minta Calon Kepala Daerah Laporkan Sumbangan Kampanye dengan Jujur

KPK Minta Calon Kepala Daerah Laporkan Sumbangan Kampanye dengan Jujur

Nasional
Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit Meningkat, Satgas: Penularan Covid-19 Masih Tinggi

Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit Meningkat, Satgas: Penularan Covid-19 Masih Tinggi

Nasional
IBC: DPR Tiap Tahun Sama, Rencana Tinggi tetapi Minim Realisasi

IBC: DPR Tiap Tahun Sama, Rencana Tinggi tetapi Minim Realisasi

Nasional
Dukung Pengembangan Vaksin Covid-19, Kemlu Teken Perjanjian Kontribusi Bilateral dengan CEPI

Dukung Pengembangan Vaksin Covid-19, Kemlu Teken Perjanjian Kontribusi Bilateral dengan CEPI

Nasional
Minta Pemda Beri Sanksi Warga yang Menolak Dites Covid-19, Satgas: Jangan Pandang Bulu

Minta Pemda Beri Sanksi Warga yang Menolak Dites Covid-19, Satgas: Jangan Pandang Bulu

Nasional
Kritisi Rencana Revisi UU BPK, Formappi Khawatir Ada Kepentingan Politik

Kritisi Rencana Revisi UU BPK, Formappi Khawatir Ada Kepentingan Politik

Nasional
Penuhi Undangan Istana, Konsorsium Pembaruan Agraria Nilai Respons Jokowi Tak Sesuai Harapan

Penuhi Undangan Istana, Konsorsium Pembaruan Agraria Nilai Respons Jokowi Tak Sesuai Harapan

Nasional
Kasus Covid-19 DKI Tinggi, Satgas Minta Anies Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 DKI Tinggi, Satgas Minta Anies Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Nasional
Prolegnas Prioritas 2021, PSHK: Prioritaskan RUU Percepat Penanganan Covid-19

Prolegnas Prioritas 2021, PSHK: Prioritaskan RUU Percepat Penanganan Covid-19

Nasional
Kemenkes Minta Daerah Siapkan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Kemenkes Minta Daerah Siapkan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Nasional
Megawati: Tak Bisakah Sejarah 1965 Diluruskan Kembali?

Megawati: Tak Bisakah Sejarah 1965 Diluruskan Kembali?

Nasional
Covid-19 Meningkat, 3 Minggu Berturut-turut DKI Masuk 5 Besar Penambahan Kasus Tertinggi

Covid-19 Meningkat, 3 Minggu Berturut-turut DKI Masuk 5 Besar Penambahan Kasus Tertinggi

Nasional
Undangan Istana via WhatsApp Ditolak, Walhi: Kami Tak Bisa Dipecah-pecah

Undangan Istana via WhatsApp Ditolak, Walhi: Kami Tak Bisa Dipecah-pecah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X