Saat Para Pengamat Kenang Kegigihan Habibie Bawa Indonesia Masuk ke Era Demokrasi... - Kompas.com

Saat Para Pengamat Kenang Kegigihan Habibie Bawa Indonesia Masuk ke Era Demokrasi...

Kompas.com - 24/06/2018, 16:26 WIB
Tim Garam Farmasi BPPT menerima penghargaan Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award 2016 yang diserahkan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Unggul Priyanto (kanan), di Jakarta, Kamis (18/8/2016). Sebanyak tujuh peneliti dan perekayasa tersebut berhasil mencipta inovasi garam farmasi sebagai bahan baku obat-obatan. Tim tersebut terdiri dari Bambang Srijanto, Arie Fachruddin, Eriawan Rismana, Purwa Tri Cahyana, Tarwadi, dan Imam Paryanto (kiri ke kanan). Seorang anggota tim Wahono Sumaryono tidak hadir.KOMPAS/HERU SRI KUMORO Tim Garam Farmasi BPPT menerima penghargaan Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award 2016 yang diserahkan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Unggul Priyanto (kanan), di Jakarta, Kamis (18/8/2016). Sebanyak tujuh peneliti dan perekayasa tersebut berhasil mencipta inovasi garam farmasi sebagai bahan baku obat-obatan. Tim tersebut terdiri dari Bambang Srijanto, Arie Fachruddin, Eriawan Rismana, Purwa Tri Cahyana, Tarwadi, dan Imam Paryanto (kiri ke kanan). Seorang anggota tim Wahono Sumaryono tidak hadir.

JAKARTA, KOMPAS.com - Reformasi genap berusia 20 tahun. Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie ialah pemimpin di masa transisi Pasca-Soeharto Lengser.

Sejumlah akademisi mengenang perjalanan Habibie membawa Indonesia keluar dari jurang krisis ekonomi dan politik setelah Soeharto menyatakan berhenti dari jabatan Presiden.

Mereka mengenang warisan yang ditinggalkan Habibie saat mengantarkan Indonesia keluar dari zona transisi menjadi negara demokrasi yang mapan hingga 20 tahun ke depan.

Hal itu dilakukan dalam rangka memperingati momen kelahiran Habibie yang jatuh pada tanggal 25 Juni, saat Habibie akan berusia 82 tahun.

Baca juga: Cerita dari Rumah Habibie Setelah Tahu Soeharto Ingin Mundur

Pengamat ekonomi Umar Juoro turut membacakan orasinya menyambut hari ulang tahun Habibie yang ke-82.

Ia menilai Habibie berperan penting dalam meletakan fondasi demokrasi di Indonesia. Saat itu, kata Umar, banyak yang meragukan Habibie saat memilih untuk menerapkan sistem demokrasi di Indonesia.

Dari sudut pandang ekonomi, banyak ekonom yang meragukan demokrasi akan bertahan di Indonesia.

Baca juga: 20 Tahun Reformasi, BJ Habibie Sebut Indonesia Dijajah Politik Identitas 

Pasalnya, banyak ekonom yang memprediksi Indonesia baru bisa menerapkan demokrasi jika pendapatan perkapitanya di atas USD 6.000. Saat itu, di tahun 1998, pendapatan perkapita Indonesia jatuh ke angka USD 610.

Ia pun mengenang kala Habibie kerap memasang badan saat para akademisi yang saat itu tergabung di Center or Information and Development Studies (CIDES) menggelar diskusi mengenai demokrasi.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo BJ Habibie

"Beberapa kali CIDES menyelenggarakan diskusi mengenai HAM dan Demokrasi dan harus berurusan dengan pihak keamanan dan Habibie selalu memberikan dukungan dan perhatiannya," ungkap Umar saat membacakan orasi di The Habibie Center, Jakarta, Minggu (24/6/2018).

Umar menambahkan, ditengah keraguan banyak pihak atas transformasi politik dari otoritarian ke era reformasi, Habibie tetap teguh dengan pendiriannya dan memberi ruang yang luas bagi terbangunnya demokrasi.

Bahkan, kata Umar, saat itu sejumlah pihak menilai Habibie tengah bereksperimen dengan mencangkokan demokrasi ke Indonesia.

"Namun apa yang dijalankan bukanlah eksperimen, tetapi komitmen untuk membangun demokrasi yang akan terus berlanjut," lanjut Umar.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X