Menhub Pastikan Jasa Raharja Bayar Asuransi Korban KM Sinar Bangun - Kompas.com

Menhub Pastikan Jasa Raharja Bayar Asuransi Korban KM Sinar Bangun

Kompas.com - 24/06/2018, 12:27 WIB
Tim SAR gabungan melakukan proses pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (21/6/2018). Pada hari keempat pasca tenggelamnya KM Sinar Bangun, tim SAR gabungan belum menemukan bangkai kapal dan korban yang hilang,  diduga kapal mengangkut sekitar 193 penumpang berdasarkan laporan yang masuk dari masyrakat.ANTARA FOTO/IRSAN MULYADI Tim SAR gabungan melakukan proses pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (21/6/2018). Pada hari keempat pasca tenggelamnya KM Sinar Bangun, tim SAR gabungan belum menemukan bangkai kapal dan korban yang hilang, diduga kapal mengangkut sekitar 193 penumpang berdasarkan laporan yang masuk dari masyrakat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan, PT Jasa Raharja membayarkan asuransi kepada para korban tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di Perairan Danau Toba, Sumatera Utara.

"Terkait dengan apa yang terjadi di Danau Toba Senin lalu, saya ingin khususnya kepada PT Jasa Raharja agar membayarkan asuransi untuk para korban," jelas Budi dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (24/6/2018).

Baca juga: Penumpang KM Sinar Bangun: Aku Ditolong Tuhan, Kapal Feri Datang Mendekat...

Budi juga mengingatkan PT Jasa Raharja untuk membayarkan asuransi ini sesuai dengan ketentuan peraturan yang ada.


Budi menegaskan, pemberian asuransi ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah kepada korban atas insiden tersebut.

Ia berharap asuransi yang diberikan kepada korban maupun pihak keluarga korban bisa dilakukan secara adil dan merata.

Baca juga: Kapolri: Nakhoda KM Sinar Bangun Sudah Sering Bawa Kapal Overload

"Harapannya tentu agar seluruh korban mendapatkan asuransi secara adil dan rata, semuanya dapat. Karena ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah," ujarnya.

Seperti diberitakan, jumlah korban yang ditemukan masih 21 orang. Terdiri dari 18 korban selamat dan tiga orang meninggal dunia.

Masing-masing korban tewas sudah diserahkan kepada pihak keluarga.

Sedangkan jumlah korban yang dinyatakan hilang diperkirakan mencapai 184 orang.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X