Panjang Usia yang Membawa Masalah

Kompas.com - 23/06/2018, 16:40 WIB
Para orang lanjut usia berolahraga dengan memegang balok barbel kayu di sebuah kuil di Tokyo pada 19 September 2016 untuk merayakan Hari Penghormatan Orang Usia Lanjut di Jepang. AFP PHOTO/KAZUHIRO NOGIPara orang lanjut usia berolahraga dengan memegang balok barbel kayu di sebuah kuil di Tokyo pada 19 September 2016 untuk merayakan Hari Penghormatan Orang Usia Lanjut di Jepang.

DALAM edisi awal Juni 2018, majalah The Economist menulis tentang pariwisata di Jepang. Sebagai upaya meningkatkan pendapatan negara, Jepang berusaha keras menambah jumlah wisatawan yang masuk ke negeri matahari terbit tersebut.

Upaya itu berhasil menambah jumlah wisatawan sehingga meningkat drastis sejak dicanangkan pada 2013. Namun, sejak tahun ini ada kendala cukup serius yang disebabkan makin banyaknya penduduk usia tua.

Sebagaimana diketahui, populasi Jepang didominasi oleh penduduk usia tua, rata-rata di atas 65 tahun. Berdasarkan data pencatatan sipil Jepang per 1 Januari 2017, populasi penduduk Jepang tercatat sebanyak 123,58 juta jiwa.

Dari jumlah tersebut, penduduk berusia di atas 65 tahun mendominasi total populasi dengan jumlah 27,2 persen.

Jumlah populasi ini terus menurun karena jumlah kematian lebih besar dari jumlah kelahiran. Sebagai contoh, pada 2016 tercatat 1,30 juta jiwa meninggal dunia, sementara yang lahir hanya 981.200-an jiwa.

Dengan banyak penduduk usia tua, pemerintah Jepang merasa kesulitan mencari tenaga pendukung pariwisata, seperti pengemudi bus dan taksi, tenaga kebersihan atau room boy hotel.

Beberapa rute bus wisata harus dikurangi karena kekurangan pengemudi. Jumlah taksi kurang memadai untuk mobilitas wisatawan. Beberapa penginapan di daerah wisata bahkan memberikan diskon khusus bila kita menginap, namun kamarnya tidak dibersihkan.

Terkait panjangnya usia orang Jepang ini, mengingatkan saya pada profesor pembimbing saat saya melanjutkan sekolah di Jepang. Menurut dia, ada beberapa faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.

Faktor pertama adalah dari makanan. Orang Jepang makan dengan makanan yang sangat higienis dan bergizi. Banyak yang memakan menu dengan berbagai macam jenis ikan, bahkan ikan mentah.

Ikan mempunyai gizi tinggi serta rendah kalori. Bila harus digoreng, makanan yang digoreng akan dimasak dengan sangat kering sampai minyak goreng tidak melekat di makanan tersebut.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pusat Kajian Gender UGM: Kekerasan Seksual Dianggap Tak Terlalu Penting, Bahkan Ditoleransi

Pusat Kajian Gender UGM: Kekerasan Seksual Dianggap Tak Terlalu Penting, Bahkan Ditoleransi

Nasional
Pusat Kajian Gender UGM: Tak Semua Bentuk Kekerasan Seksual Diatur Undang-undang

Pusat Kajian Gender UGM: Tak Semua Bentuk Kekerasan Seksual Diatur Undang-undang

Nasional
Tarif Rapid Test Rp 150.000, Anggota Komisi IX: Sebaiknya Pemerintah Fasilitasi

Tarif Rapid Test Rp 150.000, Anggota Komisi IX: Sebaiknya Pemerintah Fasilitasi

Nasional
Sidang Tahunan MPR di Tengah Pandemi, Anggota yang Hadir Dibatasi

Sidang Tahunan MPR di Tengah Pandemi, Anggota yang Hadir Dibatasi

Nasional
KPK Harap Segera Keluar Perma yang Mengatur Sidang Online

KPK Harap Segera Keluar Perma yang Mengatur Sidang Online

Nasional
Kunjungi Sukabumi yang Jadi Zona Hijau Covid-19, Ini Pesan Wapres Ma'ruf Amin

Kunjungi Sukabumi yang Jadi Zona Hijau Covid-19, Ini Pesan Wapres Ma'ruf Amin

Nasional
Kisah Pendamping Desa yang Sukses Antarkan Anaknya jadi Lulusan Terbaik Akpol

Kisah Pendamping Desa yang Sukses Antarkan Anaknya jadi Lulusan Terbaik Akpol

Nasional
KSAD Pantau Laporan Pengadaan Lab PCR di RS TNI AD

KSAD Pantau Laporan Pengadaan Lab PCR di RS TNI AD

Nasional
Tarif Tertinggi Rapid Test Rp 150.000 Dinilai Masih Terlalu Mahal

Tarif Tertinggi Rapid Test Rp 150.000 Dinilai Masih Terlalu Mahal

Nasional
Wapres Ingin SMAN 4 Sukabumi Jadi Contoh Belajar Tatap Muka di Zona Hijau

Wapres Ingin SMAN 4 Sukabumi Jadi Contoh Belajar Tatap Muka di Zona Hijau

Nasional
SKB CPNS 2019 Dijadwalkan September-Oktober, Menpan RB Pastikan Protokol Kesehatan Diterapkan

SKB CPNS 2019 Dijadwalkan September-Oktober, Menpan RB Pastikan Protokol Kesehatan Diterapkan

Nasional
Menteri Nadiem Teken Permendikbud Keringanan Biaya Kuliah

Menteri Nadiem Teken Permendikbud Keringanan Biaya Kuliah

Nasional
Kementerian PPPA Sebut Media Sosial Kini Dipakai untuk Rekrut Anak dalam Aksi Terorisme

Kementerian PPPA Sebut Media Sosial Kini Dipakai untuk Rekrut Anak dalam Aksi Terorisme

Nasional
Wapres Ingatkan Daerah Berstatus Zona Hijau Covid-19 Tak Kembali Kuning atau Merah

Wapres Ingatkan Daerah Berstatus Zona Hijau Covid-19 Tak Kembali Kuning atau Merah

Nasional
Mendagri: Pemerintah Tak Boleh Kalah dengan Warga yang Langgar Protokol Kesehatan

Mendagri: Pemerintah Tak Boleh Kalah dengan Warga yang Langgar Protokol Kesehatan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X