Langkah Penyelamatan Diri Saat Kapal Tenggelam

Kompas.com - 23/06/2018, 12:34 WIB
Ilustrasi kapal Stewart SuttonIlustrasi kapal
KOMPAS.com - Peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, beberapa hari lalu, menyisakan duka mendalam.

Menurut informasi, ratusan orang belum ditemukan.

Belum hilang duka atas tenggelamnya KM Sinar Bangun, peristiwa kecelakaan kapal kembali terjadi pada Jumat (22/6/2018) kemarin.

Kapal Motor Ramos Risma Marisi hilang di perairan Danau Toba di Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Pasca-tenggelamnya KM Sinar Bangun, Kementerian Perhubungan menyatakan akan memperketat pengawasan standar keselamatan bagi kapal-kapal pengangkut penumpang.

Baca juga: Evaluasi Layanan Kapal Penyeberangan, Menhub Akan Bentuk Tim Pengawas

Dari sisi penumpang, ada baiknya juga mengetahui langkah apa yang bisa dilakukan sebagai penyelamatan diri jika berada pada kapal yang hampir tenggelam sehingga peluang untuk selamat akan lebih besar.

Berikut sejumlah langkah penyelamatan diri yang bisa Anda lakukan:

1. Tetap tenang

Hal terpenting untuk menyelamatkan diri dari kapal tenggelam adalah tetap tenang.

Jika Anda dalam keadaan panik, cobalah untujk menarik napas dalam. Kepanikan akan membuat Anda berpikir melakukan penyelamatan dan mengalami bahaya lebih besar.

2. Temukan pelampung
 
Saat kapal yang Anda tumpangi tenggelam, sebisa mungkin berupayalah untuk menemukan pelampung.

Ada beberapa jenis pelampung, seperti pelampung penyelamat, pelampung keras, dan rakit yang dapat digelembungkan.

Pelampung akan membuat Anda bertahan lebih lama di air. Jika tidak menemukan pelampung, cari benda-benda yang dapat membuat Anda mengapung.

Anda juga bisa mencari puing-puing kapal yang bisa digunakan untuk tetap terapung seperti daun pintu atau serpihan kapal yang masih terapung.

 
3. Lompat dari kapal
 
Jika harus melompat dari kapal, pastikan Anda tetap memakai sepatu.
 
Sebelum melompat, pastikan tidak mendarat di atas orang atau benda lain.
 
Untuk posisi melompat yang sebaiknya dilakukan yakni:
  • Letakkan salah satu lengan pada perut Anda, lalu genggam siku yang satunya.
  • Gunakan tangan yang lain untuk menutupi hidung
  • Lompatlah sejauh mungkin
  • Saat jatuh, silangkan kaki dan cobalah masuk ke air dengan telapak kaki lebih dulu. 
4. Menjauh dari kapal, jika ukurannya besar.
 
Kapal besar cenderung menciptakan efek menyedot dan menghisap semua yang tenggelam.
 
Akibatnya, semakin besar kapal, Anda harus menyingkir dari kapal saat kapal itu tenggelam.
 
Hal ini penting karena kapal besar bisa menyedot Anda meskipun memakai pelampung penyelamat.
 
Untuk menyingkir dari kapal, ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan:
  • Gunakan gaya dada untuk berenang menjauhi kapal
  • Tendang kuat-kuat dengan kaki Anda
  • Jika Anda tidak pandai berenang, tetap tenang, berjalanlah di dalam air, dan pelan-pelan menjauh dari kapal tenggelam.
5. Hindari Hipotermia
 
Selain tenggelam, hipotermia merupakan ancaman terbesar bagi keselamatan Anda setelah kapal tenggelam.
 
Paparan terhadap air dingin akan menurunkan suhu tubuh. Jika suhu tubuh terlalu rendah, tubuh akhirnya akan mati rasa dan berisiko menyebabkan meninggal dunia.

Beberapa hal ini bisa dilakukan untuk mencegah hipotermia:

  • Jika Anda berada di permukaan air dengan alat pelampung dan bukan di atas rakit, rapatkan lutut Anda ke dada. Hal ini akan membantu menjaga panas tubuh.
  • Jika Anda bersama orang lain di permukaan air atau di atas rakit, tetaplah bersama-sama, dan saling berpelukan.
  • Tetaplah berpakaian. Meskipun basah kuyup, pakaian membantu menjaga suhu tubuh Anda.
AFP/KOMPAS.com Kapal Selam Argentina Hilang

Kompas TV Memasuki hari kelima operasi pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba terus dilakukan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Faktor SDM dan Teknologi Belum Mendukung Pembelajaran Jarak Jauh di Indonesia

Faktor SDM dan Teknologi Belum Mendukung Pembelajaran Jarak Jauh di Indonesia

Nasional
Penyaluran KUR Naik Signifikan sejak “New Normal”, Airlangga Harap Terus Berlanjut

Penyaluran KUR Naik Signifikan sejak “New Normal”, Airlangga Harap Terus Berlanjut

Nasional
Bawaslu Sebut Beban Pengawas di Pilkada 2020 Lebih Berat Akibat Covid-19

Bawaslu Sebut Beban Pengawas di Pilkada 2020 Lebih Berat Akibat Covid-19

Nasional
Jumlah Kasus Covid-19 Lebih dari 60.000 Pasien, Ini Imbauan Sekjen MUI

Jumlah Kasus Covid-19 Lebih dari 60.000 Pasien, Ini Imbauan Sekjen MUI

Nasional
100 Tahun ITB, Jokowi Singgung soal Soekarno hingga Habibie

100 Tahun ITB, Jokowi Singgung soal Soekarno hingga Habibie

Nasional
KPAI Imbau Kementerian PPPA Lakukan Pencegahan Anak Ikut Aksi Demonstrasi

KPAI Imbau Kementerian PPPA Lakukan Pencegahan Anak Ikut Aksi Demonstrasi

Nasional
OJK Pastikan 3 Bank terkait Hoaks Ajakan Tarik Uang dalam Kondisi Bagus

OJK Pastikan 3 Bank terkait Hoaks Ajakan Tarik Uang dalam Kondisi Bagus

Nasional
Hingga 3 Juli, Terdaftar Sebanyak 30.924 Relawan Gugus Tugas

Hingga 3 Juli, Terdaftar Sebanyak 30.924 Relawan Gugus Tugas

Nasional
Soal Keterlibatan Anak dalam Demo, KPAI Ingatkan Itu Tak Sama dengan Partisipasi Politik

Soal Keterlibatan Anak dalam Demo, KPAI Ingatkan Itu Tak Sama dengan Partisipasi Politik

Nasional
KY Berharap Hakim Kasus Novel Beri Putusan Sesuai Fakta di Persidangan

KY Berharap Hakim Kasus Novel Beri Putusan Sesuai Fakta di Persidangan

Nasional
Nasdem Komitmen Perjuangkan RUU PKS Jadi Undang-Undang

Nasdem Komitmen Perjuangkan RUU PKS Jadi Undang-Undang

Nasional
Wilayah dengan Banyak Kasus DBD Juga Memiliki Kasus Covid-19 yang Tinggi

Wilayah dengan Banyak Kasus DBD Juga Memiliki Kasus Covid-19 yang Tinggi

Nasional
KPAI: Jangan Libatkan Anak dalam Aksi Unjuk Rasa

KPAI: Jangan Libatkan Anak dalam Aksi Unjuk Rasa

Nasional
Bertemu Pimpinan MPR, PBNU Setuju RUU HIP Diganti Jadi BPIP

Bertemu Pimpinan MPR, PBNU Setuju RUU HIP Diganti Jadi BPIP

Nasional
Jubir Pemerintah: Tunda Aktivitas yang Tidak Produktif di Luar Rumah

Jubir Pemerintah: Tunda Aktivitas yang Tidak Produktif di Luar Rumah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X