Kompas.com - 16/06/2018, 17:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Gerindra tidak mempersoalkan ada atau tidak ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold).

Gerindra tetap dengan keputusan untuk mencalonkan ketua umum partai Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

"Mau ambang batas 0 persen, 20 persen, capres yang kami usung adalah Prabowo Subianto. Berapapun ambang batasnya tidak akan halangi kami mengajukan Beliau sebagai capres," ujar Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani saat ditemui di Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6/2018).

Baca juga: Jimly: Idealnya Presidential Threshold 0 Persen

Menurut Muzani, sekalipun ambang batas dikurangi atau dihapus, Partai Gerindra tidak akan merasa dirugikan atau diuntungkan. Sebab, dampak yang sama juga dirasakan partai-partai lainnya.

"Pak Jokowi juga bisa kehilangan mitra koalisi juga, jadi sama," kata Muzani.

Sebelumnya, Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Pasal tentang presidential threshold itu mengatur bahwa partai politik atau gabungan partai politik harus memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional pada Pemilu 2014 lalu, untuk bisa mengusung pasangan capres dan cawapres.

Baca juga: Jimly: Uji Materi Presidential Threshold Harus Diputuskan Sebelum Tahap Pendaftaran

Denny Indrayana, kuasa hukum pemohon, mengatakan, syarat ambang batas pencalonan presiden tersebut telah mendegradasi kadar pemilihan langsung oleh rakyat yang telah ditegaskan dalam UUD 1945.

Syarat yang diadopsi dari pasal 222 Undang-Undang Pemilu tersebut telah menyebabkan rakyat tidak bebas memilih karena pilihannya menjadi sangat terbatas.

Kompas TV Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa siapapun yang akan maju dalam Pemilu Presiden 2019 nanti, harus didukung oleh partai.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.