Kompas.com - 14/06/2018, 17:39 WIB
Sekjen PKB Abdul Kadir Karding di Kantor DPP PKB, Selasa (31/10/2017). KOMPAS.com/IHSANUDDINSekjen PKB Abdul Kadir Karding di Kantor DPP PKB, Selasa (31/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding meminta maaf kepada komedian Cak Lontong.

Permintaan maaf itu terkait kejadian salah unggah video di akun Twitter milik Karding.

Berikut permintaan maaf yang disampaikan Karding melalui akun Twitter @Kadir_Karding,

Yth sahabatku @cakLontong. Maafkan saya atas kekhilafan dan kesalahan telah mengupload iklan tersebut dan tidak mengecek dan meneliti terlebih dahulu kebenaran dan isi iklan tersebut @C_lontong".

Saat dikonfirmasi langsung, Karding menyatakan telah menghapus unggahan video tersebut dari akun miliknya.

"Semoga Cak Lontong berkenan memaafkan," kata Karding kepada Kompas.com, Kamis (14/6/2018).

Sebelumnya, Karding mengunggah video berisi dukungan Cak Lontong untuk pasangan calon gubernur Jawa Tengah.

Dalam unggahan video itu, Karding memberi tagar #PilgubJateng2018. Bahkan, ia juga menyematkan alamat akun Twitter milik Sudirman Said dan Ida Fauziyah. Keduanya merupakan pasangan calon gubernur Jawa Tengah.

Berdasarkan pantauan Kompas.com sore ini, tweet berisi video tersebut telah hilang dari linimasa Karding.

Baca juga: Cak Lontong Somasi Sekjen PKB soal Video Dukungan Pilgub yang Diunggah di Medsos

Cak Lontong ternyata keberatan dengan video unggahan tersebut. Ia menganggap Karding dengan sengaja membuat seolah-olah video tersebut adalah dukungannya kepada pasangan calon gubernur di Jawa Tengah.

Padahal, menurut Cak Lontong, video dukungannya itu dibuat untuk pemilihan gubernur Jawa Timur. Cak Lontong kemudian, melayangkan somasi kepada Karding yang juga anggota Komisi III DPR itu.

Berikut kata-kata Cak Lontong dalam akun Twitter pribadinya, "Saya kira @Kadir_Karding dengan sengaja telah mengambil rekaman saya yg sebenarnya utk pilgub Jatim. Tapi disalahgunakan untuk pilgub Jateng. Apabila tdk menarik dan meminta maaf, maka tim hukum kami akan melakukan langkah2 hukum yg dianggap perlu"

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AHY Menang, PT DKI Jakarta Tolak Banding yang Diajukan Jhoni Allen

AHY Menang, PT DKI Jakarta Tolak Banding yang Diajukan Jhoni Allen

Nasional
Saat MK Tolak Gugatan UU ITE dan Nyatakan Pemblokiran Internet Papua Konstitusional...

Saat MK Tolak Gugatan UU ITE dan Nyatakan Pemblokiran Internet Papua Konstitusional...

Nasional
Satgas: Capaian Vaksinasi Covid-19 pada Lansia Masih Jauh dari Harapan

Satgas: Capaian Vaksinasi Covid-19 pada Lansia Masih Jauh dari Harapan

Nasional
Gerindra: Sudah Tepat Kami Dorong Prabowo Maju Pilpres karena Disukai Milenial

Gerindra: Sudah Tepat Kami Dorong Prabowo Maju Pilpres karena Disukai Milenial

Nasional
Saat 3 Hakim MK Sebut UU Minerba Cacat Formil, tapi Gugatannya Tetap Ditolak...

Saat 3 Hakim MK Sebut UU Minerba Cacat Formil, tapi Gugatannya Tetap Ditolak...

Nasional
4.241.809 Kasus Covid-19 di Tanah Air dan Keputusan Pemerintah Turunkan Harga PCR

4.241.809 Kasus Covid-19 di Tanah Air dan Keputusan Pemerintah Turunkan Harga PCR

Nasional
14 Cabang Olahraga Nasional Difokuskan untuk Ditata Ulang

14 Cabang Olahraga Nasional Difokuskan untuk Ditata Ulang

Nasional
Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Lagi Kasus Korupsi Perum Perindo

Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Lagi Kasus Korupsi Perum Perindo

Nasional
Covid-19 Naik di Sejumlah Negara, Kemenkes: Vaksinasi Saja Tak Cukup

Covid-19 Naik di Sejumlah Negara, Kemenkes: Vaksinasi Saja Tak Cukup

Nasional
Harga Sudah Turun, Tes PCR untuk Syarat Naik Pesawat Tetap Dikritik

Harga Sudah Turun, Tes PCR untuk Syarat Naik Pesawat Tetap Dikritik

Nasional
[POPULER NASIONAL] Cuti Bersama Natal 2021 Ditiadakan | Harga Tertinggi PCR Rp 275.000 di Jawa-Bali, Rp 300.000 di Daerah Lain

[POPULER NASIONAL] Cuti Bersama Natal 2021 Ditiadakan | Harga Tertinggi PCR Rp 275.000 di Jawa-Bali, Rp 300.000 di Daerah Lain

Nasional
Panglima TNI Minta Para Perwira Sinergi Hadapi Perang Semesta Covid-19

Panglima TNI Minta Para Perwira Sinergi Hadapi Perang Semesta Covid-19

Nasional
Satgas Sebut Kepatuhan Pakai Masker di Restoran dan Tempat Wisata di Bali dan Kepri Rendah

Satgas Sebut Kepatuhan Pakai Masker di Restoran dan Tempat Wisata di Bali dan Kepri Rendah

Nasional
Seputar Penurunan Harga Tes PCR, dari Masa Berlaku hingga Sanksi bagi Penyedia Tes

Seputar Penurunan Harga Tes PCR, dari Masa Berlaku hingga Sanksi bagi Penyedia Tes

Nasional
Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal, Ketua DPR: Kita Tidak Boleh Kebobolan Lagi

Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal, Ketua DPR: Kita Tidak Boleh Kebobolan Lagi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.