Usai Kritik Jokowi soal Daya Beli Masyarakat, AHY Gelar Pasar Murah

Kompas.com - 13/06/2018, 15:57 WIB
Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono menggelar pasar murah bagi sejumlah warga yang tinggal di sekitar kantor AHY Foundation, di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/6/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono menggelar pasar murah bagi sejumlah warga yang tinggal di sekitar kantor AHY Foundation, di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY), menggelar pasar murah bagi sejumlah warga yang tinggal di sekitar kantor AHY Foundation, di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/6/2018).

"Hari ini saya dan teman-teman di AHY Foundation menyelenggarakan pasar murah untuk warga sekitar terutama yang kurang mampu," ujar AHY saat ditemui di sela-sela acara.

Sebanyak 1.000 paket kebutuhan pokok yang dijual untuk warga sekitar. Paket tersebut berisi 1 kilogram daging, 5 kilogram beras dan 900 mililiter minyak goreng.

Jika dikira-kira dengan harga normal di pasaran, nilai satu paket mencapai Rp 200.000. Namun, AHY Foundation hanya menjualnya dengan harga Rp 50.000 per paket.


"Kami tahu akhir-akhir ini atau menjelang Lebaran, harga-harga juga bisa naik. Di belakang ini banyak kampung-kampung, ada dua RW dan dari pagi sudah ramai, habis cepat kuponnya," kata AHY.

Baca juga: Lima Kritik AHY untuk Pemerintahan Jokowi-JK

Menurut dia, antusiasme warga mendatangi pasar murah itu menunjukkan adanya penurunan daya beli masyarakat.

Hal itu sesuai dengan kritik yang ia sampaikan dalam orasi politiknya pada 9 Juni 2018 lalu.

Dalam orasi politiknya itu, Agus menyinggung soal harga-harga kebutuhan yang naik secara signifikan.

Baca juga: AHY Merasa Realistis dan Rasional Kritik Kinerja Pemerintahan Jokowi

Di sisi lain, kemampuan dan kesempatan masyarakat makin terbatas untuk memperoleh penghasilan yang layak.

"Artinya apa, ini juga inline (sejalan) dengan apa yang saya sampaikan beberapa saat lalu dalam orasi di bulan Ramadhan, bahwa di sana-sini masyarakat kita memang merasakan penurunan daya beli, penurunan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya," kata AHY.

"Oleh karena itu daripada kita sibuk mengatakan itu tidak terjadi, saya ingin menjadi bagian dari solusi walaupun kecil-kecilan. saya pikir tidak ada salahnya, yang penting niatnya baik dengan tujuan dan cara-cara yang baik. yang jelas masyarakat merasakan manfaatnya," tuturnya.


Terkini Lainnya

Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Regional
Dukung Ma'ruf Amin, Ketua PWNU Jatim Sebut Masa Depan Negara di Tangan NU

Dukung Ma'ruf Amin, Ketua PWNU Jatim Sebut Masa Depan Negara di Tangan NU

Regional
Akar Masalah Mandeknya Dunia Riset Tanah Air Dinilai Belum Tersentuh Kedua Paslon

Akar Masalah Mandeknya Dunia Riset Tanah Air Dinilai Belum Tersentuh Kedua Paslon

Nasional
Menyangkut Masa Depan Bangsa, Pengamat Kecewa Imunisasi Tak Dibicarakan di Debat Ketiga

Menyangkut Masa Depan Bangsa, Pengamat Kecewa Imunisasi Tak Dibicarakan di Debat Ketiga

Nasional
Pengungsi Banjir Bandang di Jayapura Butuh Selimut dan Tenda

Pengungsi Banjir Bandang di Jayapura Butuh Selimut dan Tenda

Regional
Terbukti Bersalah, Mantan Direktur Keuangan Pertamina Tak Dihukum Uang Pengganti

Terbukti Bersalah, Mantan Direktur Keuangan Pertamina Tak Dihukum Uang Pengganti

Nasional
Atasi Pengangguran, Kedua Paslon Dinilai Tak Manfaatkan Infrastruktur yang Ada

Atasi Pengangguran, Kedua Paslon Dinilai Tak Manfaatkan Infrastruktur yang Ada

Nasional
2 Jenazah WNA Malaysia Korban Longsoran Air Terjun di Lombok Dipulangkan

2 Jenazah WNA Malaysia Korban Longsoran Air Terjun di Lombok Dipulangkan

Regional
Korban Ungkap Teroris di Selandia Baru Bingung dengan Denah Masjid

Korban Ungkap Teroris di Selandia Baru Bingung dengan Denah Masjid

Internasional
Ketika Matematika Digunakan untuk Menangani Wabah Penyakit

Ketika Matematika Digunakan untuk Menangani Wabah Penyakit

Edukasi
Polisi Tangkap 2 Penjambret Mahasiswi di Kupang, 1 Pelaku Ditembak

Polisi Tangkap 2 Penjambret Mahasiswi di Kupang, 1 Pelaku Ditembak

Regional
KPK Temukan Uang di Ruangan Menterinya, Ini Tanggapan Kementerian Agama

KPK Temukan Uang di Ruangan Menterinya, Ini Tanggapan Kementerian Agama

Nasional
Menurut Pengamat, Ini Alasan Mengapa Ma'ruf Tampil 'di Luar Ekspektasi' saat Debat Ketiga

Menurut Pengamat, Ini Alasan Mengapa Ma'ruf Tampil "di Luar Ekspektasi" saat Debat Ketiga

Nasional
Kekerasan Seksual Itu Bernama 'Revenge Porn', Apa Itu? Ini 6 Tandanya

Kekerasan Seksual Itu Bernama "Revenge Porn", Apa Itu? Ini 6 Tandanya

Edukasi
Banjir di Gunungkidul, Puluhan Kepala Keluarga Masih Mengungsi

Banjir di Gunungkidul, Puluhan Kepala Keluarga Masih Mengungsi

Regional

Close Ads X