Demokrat Pertimbangkan Opsi JK-AHY di Pilpres 2019 - Kompas.com

Demokrat Pertimbangkan Opsi JK-AHY di Pilpres 2019

Kompas.com - 13/06/2018, 13:26 WIB
Putra sulung Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada Sabtu (28/10/2017) sekitar pukul 07.00 WITA.   Pertemuan dalam rangka silaturahmi tersebut berlangsung di kediaman pribadi Jusuf Kalla di Jalan Haji Bau, Makassar, Sulawesi Selatan. Dok. Juru Bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah Putra sulung Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada Sabtu (28/10/2017) sekitar pukul 07.00 WITA. Pertemuan dalam rangka silaturahmi tersebut berlangsung di kediaman pribadi Jusuf Kalla di Jalan Haji Bau, Makassar, Sulawesi Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com — Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengungkapkan bahwa opsi pencalonan dirinya berpasangan dengan Jusuf Kalla pada Pilpres 2019 tengah dipertimbangkan oleh Partai Demokrat.

Opsi pencalonan JK-AHY muncul setelah wacana Partai Demokrat berupaya membangun Koalisi Kerakyatan.

"Kalau pertanyaannya apakah ini (opsi JK-AHY) akan dipertimbangkan? Pasti. Semua opsi akan dipertimbangkan dengan baik, dengan cermat," ujar Agus saat ditemui di kantor AHY Foundation, Jakarta Selatan, Rabu (13/6/2018).

Baca juga: Pidato AHY Singgung Revolusi Mental, Ini Kata Puan Maharani

Meski demikian, kata Agus, seluruh opsi pencalonan Pilpres 2019 masih sangat cair. Begitu juga dengan wacana koalisi antar-partai politik yang masih berjalan sangat dinamis.

Di satu sisi, Demokrat juga masih mempertimbangkan syarat presidential threshold sebesar 20 persen agar bisa mengusung pasangan calon.

Sementara itu, hingga saat ini partai yang dipimpin Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono itu belum berkoalisi dengan partai mana pun.

"Fakta bahwa sampai dengan hari ini tak ada yang bisa memastikan seperti apa koalisi itu akan terjadi per hari ini," ucap dia.

Baca juga: Kata Mardani, PKS Siap Ikut jika Prabowo Putuskan Gandeng AHY

"Mudah-mudahan pada akhirnya nanti ada jalan terang, titik temu yang bisa kita dengarkan semua. Seperti apa posisi demokrat, AHY ada di mana dan sebagainya. Jadi sampai dengan hari ini kita masih terus menimbangkan opsi," ucap Agus lagi.

Sebelumnya, Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyatakan, partainya tengah berupaya membangun Koalisi Kerakyatan.

Namun, Ferdinand tak memastikan apakah Koalisi Kerakyatan merupakan realisasi dari poros ketiga pada Pilpres 2019.

Ferdinand menambahkan, Koalisi Kerakyatan merupakan ide dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ia mengatakan, SBY menginginkan adanya koalisi yang fokus memikirkan kesejahteraan rakyat ke depannya.

"Apakah Koalisi Kerakyatan ini tanda akan terbentuk poros baru pilpres? Kita tunggu tangan dingin SBY meramu poros kerakyatan," kata Ferdinand melalui pesan singkat, Jumat (8/6/2018).

Kompas TV Agus Harimurti Yudhoyono melontarkan kritik terhadap sejumlah kebijakan Presiden Joko Widodo.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Dinkes Depok Tunggu Hasil Pemeriksaan Air di Sekolah yang Siswanya Diduga Terinfeksi Bakteri E-coli

Dinkes Depok Tunggu Hasil Pemeriksaan Air di Sekolah yang Siswanya Diduga Terinfeksi Bakteri E-coli

Megapolitan
Siang Ini, Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Diprediksi Akan Diguyur Hujan

Siang Ini, Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Diprediksi Akan Diguyur Hujan

Megapolitan
Tol Bawen-Yogyakarta Ditentang, Ganjar Mengadu ke Bappenas hingga Kemendagri

Tol Bawen-Yogyakarta Ditentang, Ganjar Mengadu ke Bappenas hingga Kemendagri

Regional
Polisi Sita Koleksi Senjata Api dari Apartemen Korban Bunuh Diri di Tanjung Duren

Polisi Sita Koleksi Senjata Api dari Apartemen Korban Bunuh Diri di Tanjung Duren

Megapolitan
Risma Akan Sulap Surabaya Utara Jadi Destinasi Wisata Kota Tua ala Jakarta

Risma Akan Sulap Surabaya Utara Jadi Destinasi Wisata Kota Tua ala Jakarta

Regional
4 Fakta Langkah Risma Antisipasi Ancaman Gempa dan Tsunami di Surabaya

4 Fakta Langkah Risma Antisipasi Ancaman Gempa dan Tsunami di Surabaya

Regional
5 BERITA POPULER NUSANTARA: Kisah Alfrits Rottie hingga Penolakan Tol Bawen-Yogyakarta

5 BERITA POPULER NUSANTARA: Kisah Alfrits Rottie hingga Penolakan Tol Bawen-Yogyakarta

Regional
Dapat Sertifikat Tanah dari Jokowi, Warga Tertarik Cari Pinjaman Modal Usaha

Dapat Sertifikat Tanah dari Jokowi, Warga Tertarik Cari Pinjaman Modal Usaha

Megapolitan
Ini Ruangan yang Digeledah KPK di Kantor Dinas Penanaman Modal dan PTSP Bekasi

Ini Ruangan yang Digeledah KPK di Kantor Dinas Penanaman Modal dan PTSP Bekasi

Megapolitan
Tanah Retak di Pagedangan Bikin Warga Khawatir

Tanah Retak di Pagedangan Bikin Warga Khawatir

Megapolitan
BPJS Menunggak, Bupati Jombang Minta Layanan RSUD Tak Terganggu

BPJS Menunggak, Bupati Jombang Minta Layanan RSUD Tak Terganggu

Regional
Polisi Tangkap 4 Bandar Ekstasi

Polisi Tangkap 4 Bandar Ekstasi

Regional
Pemerkosa Anak Pengungsi Sulteng di Makassar Pecandu Isap Lem

Pemerkosa Anak Pengungsi Sulteng di Makassar Pecandu Isap Lem

Regional
Menlu AS Isyaratkan Washington Bakal Cabut Sanksi terhadap Turki

Menlu AS Isyaratkan Washington Bakal Cabut Sanksi terhadap Turki

Internasional
Relawan Solo Rayakan Ultah Ke-67 Prabowo dengan Potong Tumpeng

Relawan Solo Rayakan Ultah Ke-67 Prabowo dengan Potong Tumpeng

Regional
Close Ads X