Menurut Jokowi, Ini yang Sebabkan Indonesia Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB - Kompas.com

Menurut Jokowi, Ini yang Sebabkan Indonesia Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB

Kompas.com - 12/06/2018, 17:41 WIB
Presiden Joko Widodo saat konferensi pers di Ruang Teratai, Istana Presiden, Bogor, Selasa (12/6/2018, mengenai terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB. Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden Presiden Joko Widodo saat konferensi pers di Ruang Teratai, Istana Presiden, Bogor, Selasa (12/6/2018, mengenai terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB.

BOGOR, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengungkapkan sejumlah faktor yang menyebabkan Indonesia terpilih menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

"Beberapa hal yang menyumbang kemenangan Indonesia, antara lain, pertama, kondisi dalam negeri yang demokratis, stabil dan damai," ujar Jokowi di Ruang Teratai, Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/6/2018).

"Kondisi di dalam negeri ini memiliki kontribusi yang besar dalam kemenangan ini," lanjut dia.

Kedua, Indonesia dipandang mempunyai rekam jejak dan kontribusi diplomasi yang baik dalam hal turut menjaga pedamaian dunia.

Baca juga: Indonesia Terpilih Menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

Ketiga, lanjut Jokowi, Indonesia juga dipandang memiliki independensi politik luar negeri yang kuat. Netralitas Indonesia terhadap kekuatan-kekuatan yang ada di penjuru dunia tidak diragukan lagi.

"Keempat, peran Indonesia dalam menjembatani perbedaan yang ada, termasuk negara-negara yang sedang dilanda konflik," lanjut dia.

Terpilihnya Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap PBB pun merupakan hasil kampanye yang bersih serta tidak menghambur-hamburkan anggaran.

"Kampanye Indonesia ini jangka panjang, dilakukan secara bersih, tidak menghambur-hamburkan dan juga lebih mengedepankan rekam jejak serta visi Indonesia," ujar Jokowi.

Baca juga: Menlu Bersyukur Indonesia Jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

"Alhamdulilah perolehan suaranya sangat signifikan dari pemilihan tersebut, yaitu 144 suara dari 190 suara yang diperebutkan dan Indonesia terpilih menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020," lanjut dia.

Ia mengapresiasi para diplomat yang bekerja keras menggolkan terpilihnya Indonesia jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB.

"Perolehan ini merupakan sebuah hasil kerja keras dalam jangka panjang dari para diplomat kita, diplomat Indonesia," ujar Jokowi.

Sebab, setiap pertemuan Presiden Jokowi dengan pemimpin negara sahabat, selain Presiden Jokowi sendiri yang melobi negara itu agar mendukung Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB, para diplomat juga melakukan hal yang sama pada tingkatan tertentu.

Dengan keputusan ini, Presiden Jokowi berharap Indonesia bisa semakin gencar mengampanyekan perdamaian dan stabilitas keamanan dunia.

Kompas TV Pemilihan ini dilakukan oleh Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB, New York (8/6/2018).


Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X