Mudik Lancar, Tangerang-Solo 11 Jam Lewat Pantura - Kompas.com

Mudik Lancar, Tangerang-Solo 11 Jam Lewat Pantura

Kompas.com - 12/06/2018, 17:15 WIB
Suasana Gerbang Tol (GT) Salatiga Ruas Tol Bawen-Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (17/6/2017). Ruas tol ini akan dibuka secara fungsional pada H-7 hingga H+7 Lebaran.KOMPAS.com/ RODERICK ADRIAN MOZES Suasana Gerbang Tol (GT) Salatiga Ruas Tol Bawen-Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (17/6/2017). Ruas tol ini akan dibuka secara fungsional pada H-7 hingga H+7 Lebaran.

Jakarta, Kompas.com - Apa yang diharapkan pemudik? Perjalanan lancar dan secepat mungkin sampai di tempat tujuan dengan moda transportasi pilihan.

Harapan itu, dari tahun ke tahun makin mendekati kenyataan. Setidaknya tiga tahun terakhir, pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi lewat pantai utara Jawa (Pantura) untuk pulang ke kampung halaman mengalami sejumlah perbaikan.

Kita masih ingat, mudik 2016 yang diwarnai kemacetan panjang di pintu keluar tol Brebes Timur atau yang biasa dikenal sebagai "brexit".

Ribuan kendaraan pemudik tertahan karena pintu keluar yang tidak memadai dibandingkan volume kendaraan yang masuk. Pemudik tertahan berjam-jam di dalam ruas tol baru saat itu.

Ruas tol baru jadi pilihan karena keinginan pemudik untuk secepat mungkin sampai kampung halaman. 

Baca juga: Brebes Exit Jadi Catatan Transportasi Paling Menonjol Sepanjang 2016

Pengalaman mudik 2016 membuat pemerintah dan aparat terkait berbenah terutama terkait koodinasi pengaturan arus kendaraan.

Kemacetan mengular sepanjang 18 kilometer di ruas tol Pejagan - Brebes Timur, Jawa Tengah, Jumat (01/07/2016). Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 lebaran.KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMO Kemacetan mengular sepanjang 18 kilometer di ruas tol Pejagan - Brebes Timur, Jawa Tengah, Jumat (01/07/2016). Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 lebaran.
Pembangunan sejumlah ruas tol dikebut. Meskipun belum sepenuhnya selesai, ruas-ruas tol baru yang sedang dibangun difungsikan dengan catatan. 

Mudik 2017 tidak mengulang tragedi brexit. Meskipun ada titik-titik kemacetan, kondisinya jauh lebih baik dari musim mudik sebelumnya. 

Baca juga: Ini Resep Sukses Manajemen Mudik 2017

Mudik 2018, meskipun masih ada tiga hari lagi menuju hari raya Idul Fitri yang diperkirakan jatuh 15 Juni 2019, kondisinya lebih membaik lagi.

Hingga H-3 Lebaran, tidak dijumpai kemacetan di arus mudik seperti biasanya. Tersambungnya banyak ruas jalan tol dan kesiapan pemerintah dalam menjawab harapan para pemudik yang ingin sesegera mungkin sampai kampung halaman.

Foto simpang susun Ruas Tol Bawen-Salatiga (ke kanan keluar Bawen, lurus keluar Salatiga), Jawa Tengah, Jumat (16/6/2017). Ruas tol ini akan dibuka secara fungsional pada H-7 hingga H 7 Lebaran. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Foto simpang susun Ruas Tol Bawen-Salatiga (ke kanan keluar Bawen, lurus keluar Salatiga), Jawa Tengah, Jumat (16/6/2017). Ruas tol ini akan dibuka secara fungsional pada H-7 hingga H 7 Lebaran.
Lancarnya perjalanan mudik 2018, dialami banyak orang, salah satunya kami, Senin (11/6/2017). Berangkat dari Ciledug, Tangerang pukul 04.00, mobil yang kami bawa tiba di Kota Solo pukul 15.00. 

Sepanjang perjalanan, kemacetan yang sudah kami prediksi akan kami jumpai tidak kami jumpai. 

Penumpukan kendaraan dari ruas tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) menuju tol Cikampek tidak ada sama sekali. Biasanya, pada hari biasa pun, selalu ada penumpukan kendaraan.

Baca juga: Lagi, Contraflow Diterapkan di Tol Jakarta-Cikampek Siang Ini

Di ruas tol Jakarta-Cikampek yang biasanya tersendat juga lancar. Senin itu, truk belum dilarang melintas dan masih banyak dijumpai.

Pintu tol Cikarang Utama yang biasanya antreannya mengekor panjang juga lancar. Antrean kendaraan di masing-masing gerbang tol rata-rata 5-10 kendaraan. 

Kepadatan meskipun tidak sampai menimbulkan kemecetan terjadi di sejumlah rest area. Banyak kendaraan memilih berhenti di bahu jalan menjelang rest area karena enggan antre masuk rest area.

Sejumlah pemudik melintasi Jembatan Kali Kenteng yang ada di ruas Tol Salatiga-Kartasura.Kementerian PUPR Sejumlah pemudik melintasi Jembatan Kali Kenteng yang ada di ruas Tol Salatiga-Kartasura.
Dalam perjalanan mudik dari Tangerang sampai Solo, kemacetan baru dijumpai ruan tol fungsional Salatiga-Kartasura

Baca juga: Kendaraan Antre hingga 1 Km di Tol Salatiga-Kartasura, Buka Tutup Diberlakukan

Kemacetan terjadi karena penyempitan jalan dan adanya pengaturan perlintasan di beberapa ruas jalan tol fungsional itu.

Menjumpai kemacetan, teknologi membantu kami menemukan solusi. Bertanya kepada sejumlah aplikasi perjalanan, kami ditunjukkan jalan keluar dari ruas tol menuju Jalan Raya Boyolali untuk menuju Kartasura dan kemudian Solo.

Tersendat sekitar 10 menit di ruas tol Salatiga-Kartasura, kami memilih mengikuti saran aplikasi perjalanan dan terbebas dari kemacetan.

Pukul 15.00, bersamaan, kami tiba di Kota Solo. Kami berhenti di Kota Solo karena ada satu kegiatan.

Perjalanan kami lanjutkan ke Yogyakarta setelah acara selesai pukul 20.00. Pukul 21.45, kendaraan yang kami kendarai tiba di Pakualaman, Yogyakarta.

Selama perjalanan dari Solo ke Yogyakarta, tidak ada hambatan. Antrean panjang yang biasa terjadi di lampu pengatur lalu lintas tidak dijumpai. Antrean normal seperti hari-hari biasa.

Baca juga: Alhamdulillah, Surabaya-Solo 4 Jam, Biasanya 6-7 Jam...

Karena lancarnya perjalanan, konsumsi bahan bakar menjadi minimal. Dari Tangerang-Yogyakarta, kami hanya mengisi bahan bakar sekali di Kendal.

Jika dihitung, hanya perlu sekitar 40 liter Pertamax untuk perjalanan Tangerang-Solo-Yogyakarta yang panjangnya sekitar 600 kilometer.

Selain hemat bahan bakar, perjalanan menjadi lebih menyenangkan. Karena tidak dijumpainya kemacetan, percakapan selama perjalanan tidak berisi keluhan.

Rencana perjalanan lain untuk silaturahmi selama masa hari raya menjadi bahan obrolan.

Selamat menyambut Lebaran. Semoga perjalanan mudik kita semua dimudahkan sesuai harapan kita semua untuk segera sampai di kampung halaman.



Close Ads X