Sekjen PDI-P Anggap Kritik AHY ke Jokowi Tak Obyektif - Kompas.com

Sekjen PDI-P Anggap Kritik AHY ke Jokowi Tak Obyektif

Kompas.com - 12/06/2018, 15:21 WIB
Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto saat ditemui di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/4/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto saat ditemui di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menilai kritik yang dilayangkan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) terhadap kinerja Presiden Joko Widodo tidak obyektif.

Ia mengatakan semestinya AHY mengkritik secara obyektif dengan melihat berbagai konteks yang melingkupi berbagai kebijakan Jokowi.

"Ketika kita menilai pemerintahan Pak Jokowi juga dibutuhkan kriteria yang obyektif, bagaimana Pak Jokowi menjalankan perintah konstitusi itu. Bukan atas dasar kepentingan politiknya," ujar Hasto saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (12/6/2018).

Baca juga: Pidato AHY Singgung Revolusi Mental, Ini Kata Puan Maharani

"Sehingga berbagai realitas obyektif terhadap capaian Pak Jokowi seringkali kemudian ditutupi hanya karena agenda politik yang berbeda. Ini yang seharusnya kita kedepankan," lanjut Hasto.

Ia menambahkan, Jokowi memimpin Indonesia di tengah berbagai kondisi seperti minimnya ketersediaan infrastruktur untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, masih buruknya tata kelola pemerintahan lantaran banyak yang belum transparan juga harus dihadapi Jokowi.

Hasto mengatakan di era pemerintahan Jokowi, kedua permasalahan tersebut langsung diatasi dan membawa perubahan yang signifikan.

Baca juga: Lima Kritik AHY untuk Pemerintahan Jokowi-JK

Proyek infrastruktur, kata Hasto, kini mulai menunjukan geliatnya.

Ia menambahkan, pemerintahan Jokowi tak pernah lepas dari nilai-nilai Pancasila dalam menelurkan kebijakan.

"Karena itu Pak Jokowi merombak secara keseluruhan," ucap Hasto.

"Kami harapkan cara pandang itu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara itu sama. Apakah pemerintahan ini membumikan Pancasila, apakah menjalankan perintah konstitusi, harusnya dari parameter-parameter itu yang digunakan (dalam mengkritik)," lanjut Hasto.

AHY sebelumnya menyampaikan orasi pada Sabtu (9/6/2018) lalu. Orasi berdurasi 40 menit tersebut bertajuk "Mendengar Suara Rakyat".

Baca juga: AHY: Apa Kabar Revolusi Mental?

Dalam orasinya tersebut, Agus menyampaikan sejumlah hal, termasuk ajakan untuk memelihara persatuan dan kesatuan. Meski demikian, Agus juga melontarkan beberapa kritik terhadap pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Agus mengkritisi Jokowi yang dinilai belum mampu meningkatkan daya beli masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya, mengontrol masuknya tenaga kerja asing, menjamin tarif listrik yang adil, hingga revolusi mental yang tak terdengar lagi gaungnya.

Kompas TV Agus Harimurti Yudhoyono melontarkan kritik terhadap sejumlah kebijakan Presiden Joko Widodo.


Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X